Macam-macam Zat Adiktif dan Psikotropika

Zat Adiktif

Pengertian Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat-zat yang apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu dapat mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan bagi pemakainya.

Di dalam dunia kedokteran, zat adiktif mempunyai kegunaan yang cukup penting. Zat adiktif biasanya digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada pasien, atau membius pasien ketika hendak dilakukan proses pembedahan,

Tetapi apabila zat adiktif ini digunakan secara berlebihan, maka pemakainya akan mengalami gangguan pada psikis dan juga pada organ-organ fisiknya.

Zat adiktif dibuat dari tanaman-tanaman tertentu atau dari zat sintetis yang diformulasikan secara khusus. Berikut ini akan saya jelaskan macam-macam zat adiktif.

Macam – macam Zat Adiktif

1. Alkohol

Sumber: Pixabay.com

Alkohol adalah zat yang terbentuk dari hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan makanan seperti anggur, singkong, dan beras ketan.

Alkohol sering digunakan sebagai bahan utama pembuatan minuman keras.

Di dalam dunia kedokteran, alkohol dapat digunakan sebagai pen-steril peralatan-peralatan kesehatan.

Mengkonsumsi alkohol dapat menyebabkan penurunan kemampuan fisik maupun mental, kegembiraan yang tak terkendali, hilangnya keseimbangan, dan menurunnya kesadaran.

Bagi orang yang sudah kecanduan, dan meminum alkohol secara berlebihan akibatnya bisa fatal, mulai dari kehilangan kesadaran, koma, hingga kematian.

2. Nikotin

sumber: pixabay.com

Nikotin adalah senyawa organik yang bersifat stimulan bagi tubuh manusia.

Zat yang terdapat pada tembakau ini membuat pemakainya merasa lebih santai, dan bersemangat, jantung akan berdetak lebih cepat dari biasanya, tekanan darah akan meningkat, dan tarikan nafas yang lebih berat.

Tetapi masalahnya adalah nikotin merupakan zat karsinogen yang mempunyai reputasi tinggi dalam meningkatkan resiko penyakit kanker paru-paru, katarak, emphysema, gangguan kehamilan, osteoporosis, kemandulan hingga jantung koroner.

3. Ganja

sumber: marijuana.com

Ganja merupakan tumbuhan yang termasuk dalam zat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol atau sering juga disebut (THC).

Zat inilah yang merangsang pemakainya mengalami beberapa gangguan pada otak dan syaraf seperti kegembiraan berkepanjangan tanpa sebab, berbicara dan tertawa sendiri, suasana pikiran lebih santai, pengendalian diri menurun, dan mata memerah.

Tetapi ganja dapat menyebabkan gangguan jiwa pada pemakainya apabila digunakan berlebihan secara terus-menerus.

Hampir semua bagian dari tumbuhan ganja dapat diambil manfaatnya, mulai dari daun, biji, bunga, hingga rantingnya.

Dulu, Sebelum adanya larangan penanaman ganja, bahkan masyarakat Aceh biasa memasak dan menghidangkan ganja sebagaimana sayuran pada umumnya.

4. Opium


sumber: pixabay.com

Opium merupakan zat adiktif yang berasal dari getah buah mentah Pavaper sommiverum. Produk narkotika turunan dari opium adalah heroin, putau, atau morfin.

Di dunia medis, opium biasanya digunakan untuk menghilangkan rasa sakit, atau menghilangkan rasa nyeri pada penderita kanker, tetapi apabila digunakan secara berlebihan, maka opium dapat menyebabkan kecanduan yang dapat berujung kematian.

Dampak-dampak yang timbul pada pemakai zat ini adalah perasaan gembira yang berlebihan, kecenderungan melakukan kerusuhan, sering mengantuk, berbicara sendiri, ukuran pupil mata mengecil, susah berpikir, hingga susah buang air besar.

5. Sedativa dan Hipnotika (Penenang)

sumber: chicagorewia.com

Sedativa Hipnotika merupakan obat yang biasa digunakan dalam bidang kedokteran sebagai obat penenang. Ketika digunakan dengan dosis yang lebih besar, maka Sedativa Hipnotika dapat menyebabkan pemakainya tak sadarkan diri.

Ketika seseorang mulai kecanduan obat semacam ini maka akan timbul kegelisahan, gemetar, berkeringat, tekanan darah yang meningkat, susah tidur, hingga kejang-kejang.

Dan apabila obat ini digunakan berlebihan secara terus-menerus, maka dapat mengakibatkan koma hingga kematian.

6. Kokain

sumber: aktualpost.com

Kokain adalah zat adiktif yang dihasilkan dari ekstrak tanaman Erythroxylum coca. Kokain dapat digunakan sebagai anaestetik atau obat pembius.

Kokain bekerja dengan cara merangsang jaringan otak bagian tengah. Penggunaan kokain mengakibatkan pemakainya berbicara meracau, kegembiraan yang tidak jelas, menyebabkan kegelisahan, detak jantung lebih cepat, demam, mual, perut nyeri, dan muntah.

Sebagaimana narkotika jenis lain, pemakaian kokain dengan dosis tertentu dapat mengantarkan pemakainya kepada kematian.

Dampak / Efek yang Dapat Ditimbulkan dari Penggunaan Zat Adiktif

  1. Penggunaan zat adiktif yang dilakukan dengan cara inhalasi (memasukkan sesuatu zat yang berbentuk uap langsung melalui alat pernafasan dari hidung ke dalam paru-paru) dapat berimbas pada gangguan, jantung, otak, liver, hingga paru-paru itu sendiri.
  2. Adanya kandungan zat THC pada ganja, mengakibatkan sistem imun dalam tubuh pengkonsumsi ganja cenderung lebih lemah. Badan pecandu ganja akan kurus, dan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit.
  3. zat Adiktif yang dapat memicu halusinasi para pemakainya akan merusak kinerja alamiah pada otak, sehingga dapat menyebabkan pendarahan pada otak dan gangguan jiwa kronis.
  4. Mengkonsumsi kokain secara terus-menerus akan mengakibatkan berkurangnya sel darah merah pada darah dan anemia. Selain itu kokain juga menimbulkan aritma pada jantung serta perforesi sekat hidung.
  5. Efek/dampak dari mengkonsumsi minuman beralkohol mulai dari terganggunya proses metabolisme di dalam tubuh, gangguan otot saraf, gangguan jantung, impotensi, cacat pada janin, dan gangguan seks yang lain.
  6. Penyalahgunaan zat adiktif non-obat mulai diketemukan dilingkungan sekitar kita. Hal ini sangat memprihatinkan, banyak anak-anak jalanan yang belum paham mengenai bahaya dari zat adiktif ini ikut-ikutan mengkonsumsinya.
  7. Zat ataupun barang yang mereka gunakan sebagai candu diantaranya seperti bensin, thinner, racun serangga, dan yang paling sering dijumpai adalah lem dengan merk-merk tertentu. Efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi zat-zat adiktif non-obat bisa beragam mulai dari mual-mual, pusing, denyut jantung yang meningkat, halusinasi, depresi, hilangnya kordinasi gerak tubuh, kerusakan syaraf, hingga kematian akibat kacaunya kinerja jantung.

Psikotropika

Psikotropika yaitu zat atau obat-obatan, baik yang alami maupun sintetis, bukan narkotika yang bekerja secara psikoaktif dengan tahap yang selektif pada susunan saraf pusat sehingga dapat berpengaruh pada aktivitas mental dan perilaku.

Obat psikotropika dibedakan menjadi 3 jenis sesuai dengan fungsinya yaitu obat halusinogen, obat depresan, dan obat stimulan:

  1. Obat halusinogen, sesuai dengan namanya, obat halusinogen dapat berpengaruh pada pikiran penggunanya untuk berhalusinasi.
  2. Obat depresan atau disebut juga sebagai obat penenang, yaitu obat yang bekerja untuk menekan sistem saraf sehingga menyebabkan pemakainya menjadi mengantuk, dan kehilangan kesadaran. Contoh dati obat ini adalah barbiturate.
  3. Obat stimulan (obat perangsang) merupakan obat-obatan atau zat yang dapat merangsang sistem syaraf, hal ini membuat pemakainya merasa lebih percaya diri, dan fokus. Contoh dari obat ini adalah kafein, nikotin, dan kokain.

    Dampak Negatif Zat Psikotropika

    Para pengguna zat psikotropika akan terkena gangguan pada bagian sistem saraf diantaranya seperti berikut ini:

    Morfin berfungsi sebagai penghilang rasa sakit. tetapi, dampak buruk yang ditimbulkan akibat penggunaan morfin lebih banyak, mulai dari perasaan panik, gangguan pernapasan,  kelelahan, dan perasaan bahagia yang berlebihan.

    Ekstasi menjadikan badan bertenaga dan selalu merasa segar, tetapi tidak diimbangi dengan perasaan dahaga untuk menyeimbangkan kebutuhan cairan yang digunakan dalam aktivitas. Apabila hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka tubuh akan kehabisan cairan tubuh dan akhirnya kehilangan kesadaran.

    Kokain biasa digunakan untuk pembiusan pada bagian tubuh dengan cakupan lokal. Dengan sifat stimulannya, kokain dapat memberikan kesan bertenaga dan segar. Namun, efek samping kokain dapat mengakibatkan terjadinya kecemasan.

    Demikianlah penjelasan mengenai  Macam-macam Zat Adiktif dan Psikotropika, dengan mengetahui beberapa dampak dan akibatnya yang dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa kita. Semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menyikapi zat-zat terlarang tersebut.

Satu pemikiran pada “Macam-macam Zat Adiktif dan Psikotropika

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: