Gambar Pohon dan Tes Wartegg Agar Lolos Psikotest | Tes Psikologi

Tes Wartegg dan Gambar Pohon – Buat kamu yang sedang mencari pekerjaan, tentunya akan menghadapai berbagai macam tes, tetapi ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sehingga kamu dapat lolos tes psikologi yang di dalamnya ada Tes Wartegg, tes gambar pohon, tes wawancara / tes interview.

Tes Psikologi

psikotest
sumber: allnursingschools.com

Nah pada kesempatan kali ini tim redaksi windowsnesia sudah menyediakan beberapa tips, atau cara agar kamu bisa lebih mudah untuk mengerjakan tes psikologi, sekaligus Insya Allah apabila sungguh-sungguh, maka kamu akan lolos ke tahap yang selanjutnya.

Baiklah tidak perlu bertele-tele. Berikut ini tes psikologi yang bisa kamu coba terapkan ketika menghadapi tes psikologi.

Baca juga:

Cara Menulis Aksara Jawa dengan Sandangan & Pasangan Lengkap Mudah

Tes Wartegg

wartegg test
sumber: teskerja.com

Salah satu tahap dalam mengerjakan tes psikologi adalah tes wartegg atau bahasa inggrisnya sering disebut dengan wartegg test. Tetapi perlu diingat ya, tes ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan warteg (warung tegal) yang terdapat di sepanjang jalan.

Tes ini murni tes bagian dari psikotest atau tes psikologi yang nantinya menjadi pertimbangan ketika seseorang mendaftar kerja. Biasanya tes psikologi ini akan dilakukan di tahap awal seseorang mendaftar kerja.

Kebanyakan perusahaan atau PT telah menerapkan model tes semacam ini. Tak berbeda dengan tes lainnya, tes ini nantinya akan menggambarkan karakter dan kepribadian kamu tanpa kamu sadari.

Di tahap tes wartegg ini, nanti kamu akan dihadapkan dengan selembar kertas yang terdapat di dalamnya 8 kotak dengan beberap bentuk goresan tinta yang berbeda-beda. Kamu akan diberikan kebebasan untuk menggambar atau meneruskan goresan yang terdaapt di dalam kotak.

Video Tes Wartegg


Video di atas adalah gambaran bagaimana kamu harus menggambar dengan baik dengan syarat-syarat yang akan kami jelaskan di bawah. Jadi jangan lewatkan setiap goresannya ya. Perhatikan betul-betul contoh gambar tes wartegg pada video di atas.

Dalam menggambar, kamu diberikan kebebasan untuk menggambar apapun sesuai dengan kemauan kamu. Nah ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika kamu hendak mengerjakan tes gambar ini:

  1.  Tetaplah jaga kertas agar tetap bersih dan tidak lecek, karena itu menggambarkan seberapa rapi kamu ketika mengerjakan sebuah pekerjaan.
  2. Khusus bagi laki-laki, apabila kamu mulai menggambar, maka hendaknya hindari pengerjaan di awali dengan mengerjakan nomor 5. Di dalam ilmu psikologi, gambar tersebut berkaitan dengan seorang laki-laki dengan kelainan seksual.
  3. Masih terkait penomoran pengerjaan gambar. Usahakanlah mengerjakan gambar tidak terlalu urut, misalnya nomor 1-2-3-4-5-6-7-8 secara berurutan. Hal ini akan memberikan kesan bahwa kamu adalah seorang yang terlalu kaku dan kurang inisiatif.
  4. Bukan hanya terlalu urut, terlalu acak dalam pengerjaan juga dianggap tidak baik, karena penomoran yang terlalu acak juga akan memberikan kesan bahwa kamu bukanlah orang yang visioner / tidak mempunyai tujuan yang jelas dan sulit diatur.
  5. Nomor urut 3,4,5,6 usakanlah kamu menggambar benda mati atau yang maskulin, dengan garis yang tegas.
  6. Sedangkan untuk pengerjaan nomor 1,2, 7, dan 8 di dalam tes wartegg ini, berusahalah untuk menggambar makhluk hidup, atau bentuk-bentuk yang bersifat feminim.
  7. Cantumkanlah nama dari masing-masing gambar pada bagian kertas yang kosong, maksudnya jangan cantumkan di dalam kotak gambar, hal ini akan membuat harus pekerjaanmu terlihat lebih rapi dan mudah di baca.

Psikotes Gambar

cara menggambar
sumber: artprise.ru

Tahap tes selanjutnya selain tes wartegg, ada beberapa lagi yang perlu kamu lakukan. yaitu seperti tes gambar pohon, tes gambar manusia, tes koran, tes kraeplin, dan ada pula tes logika. Mari kita selesaikan psikotes gambar terlebih dahulu sehingga nantinya kamu akan paham mengenai psikotes gambar ini.

Gambar Pohon

psikotest gambar pohon
sumber: nationalgeographic.com

Nah salah satu tahap psikotes gambar yaitu adalah gambar pohon. Di dalam tahap ini kamu akan diberikan selembar kertas HVS kosong yang nantinya kamu akan diberikan kebebasan untuk menggambar pohon.

Tetapi ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika hendak gambar pohon. Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan ketika menggambar pohon diantaranya:

  1. Usahakan kamu memilih gambar pohon yang memiliki daun yang rindang, mempunyai kayu, ranting dan cabang, dan akan lebih bagus apabila kamu melengkapinya dengan bunga, buah, hingga akar.
  2. Pilihlah gambar pohon yang berkambium seperti pohon mangga, durian, jambu, atau pohon rambutan.
  3. Jangan menggambar pohon yang tidak berkambium dan tidak sempurna sesuai dengan poin nomor dua. Pohon-pohon yang perlu dihindari yaitu pohon bambu, pohon pisang, pohon pepaya, pohon cemara, pohon kelapa, pohon beringin atau pohon yang tidak berkambium lainnya.
  4. Pastikan kamu menggunakan pensil yang memang sudah siap digunakan dengan hasil goresan yang baik, sehingga hasil gambar pohon tidak terlalu tebal atau terlalu tipis.
  5. Berusahalah untuk menggambar dengan tidak terlalu banyak dihapus, hal ini akan menjadi penilaian oleh pihak HRD, karena hasil gambar yang rapi dan tidak terlalu banyak koreksi menunjukkan kamu sebagi pribadi yang tegas dengan karakter psikologi yang kuat dan stabil.
  6. Jangan terlalu kreatif dalam tahap menggambar pohon ini, apa maksudnya? yaitu menggambarlah tepat di tengah kertas yang kosong, jangan menggambar pada bagian pojok kanan atas, pojok kanan bawah, pojok kiri atas, ataupun pojok kiri bawah.
  7. Berilah judul sesuai dengan gambar pohon yang telah kamu buat, sehingga hal ini akan mempermudah penyeleksi menerjemahkan maksud gambar pohon yang kamu buat.

Di bawah ini adalah video cara menggambar pohon yang bisa kamu contoh. Karena gambar ini memenuhi kriteria di dalam pengerjaan psikotest menggambar pohon.

Baca juga:

20+ Contoh CV yang Baik Benar dan Kreatif agar Lolos Tes Perusahaan

gambar pohon psikotest yang bisa kamu coba jadikan contoh. Semoga dengan mempelajarinya kamu bisa lebih mempunyai gambaran, sehingga ketika hari H kamu tidak perlu lagi terlalu berpikir keras sehingga dapat menghemat waktu produktif untuk mengerjakan soal yang lain:

Gambar Pohon Psikotest

menggambar pohonsumber: sesikom.com

Nah gambar pohon sebagaimana di atas adalah salah satu variasai gambar pohon yang bisa kamu jadikan contoh sebagai gambar pohon yang memenuhi syarat yang sesuai dengan permintaan penyeleksi.

Namun apabila kamu bisa membuat gambar pohon yang lebih baik dan lebih detail, maka lakukanlah. Karena hal ini akan menjadikan tambahan nilai plus dari gambaran karakter dan kepribadian kamu.

Di bawah ini referensi gambar lain yang bisa kamu jadikan contoh, sehingga kamu bisa belajar menggambar pohon lebih lanjut dan mencobanya berkali-kali untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal yang tentunya akan melancarkan usaha kamu dalam melamar kerja ke perusahaan impian.

Gambar Pohon Mangga

gambar mangga
sumber: pixabay.com

Pohon mangga adalah jenis pohon yang mempunyai komposisi pas sesuai dengan psikotes menggambar pohon. Pohon mangga mempunyai akar yang kuat, dengan batang besar, bercabang, berkambium dan pastinya berbuah.

Gambar Pohon Nangka

gambar nangka
sumber: tenagadalam.org

Pohon nangka adalah salah satu jenis pohon yang bisa kamu gambar ketika kamu melakukan psikotest menggambar pohon. Semua unsur yang terdapat pada pohon sesuai dengan syarat ketika menggambar pohon tes psikologi.

Sedangkan pohon yang tidak direkomendasikan untuk di buat adalah gambar seperti di bawah ini:

Gambar Pohon Jati

pohon jatisumber: susangallery.co.id

Gambar pohon jati tidak direkomendasikan. Sekalipun pohon jati memiliki daun yang lebar, tetapi pohon jati adalah jenis pohon yang tidak memiliki buah yang jelas. Sehingga tidak boleh dijadikan sebagai contoh ketika kamu membuat gambar pohon psikotest.

Gambar Pohon Beringin

pohon beringin
sumber: pixabay.com

Gambar pohon beringin juga tidak direkomendasikan, bukan karena pohon ini tidak berkambium, tetapi karena jenis pohon ini adalah jenis pohon yang umum dilihat banyak orang. Pohon beringin biasa terlihat di logo berbagai organisasi atau instansi. Sehingga dikhawatirkan banyak yang menjiplak model gambar yang sudah sangat familiar itu.

Gambar Pohon Kelapa

cara menggambar
sumber: Pixabay.com

Gambar pohon kelapa juga salah satu yang tidak direkomendasikan dalam gambar pohon psikotest. Sekalipun mempunyai buah yang besar, tetapi tidak diragukan lagi bahwa jenis pohon ini tidak memiliki ranting dan cabang. Jenis pohon ini bukanlah pohon yang ideal untuk dijadikan sebagai referensi.

Gambar Pohon Pisang

sketsa pohon
sumber: thespruce.com

Nah untuk pohon pisang, tentu saja salah satu pohon yang banyak digemari oleh banyak orang. Bukan hanya karena buahnya yang panjang dan manis, bahkan bunyanya bisa dijadikan sayuran. Penasaran? tetapi memang itu adalah fakta. Tetapi tidak perlu kita bahas secara mendalam.

Yang jelas, pohon pisang memenuhi syarat sebagai pohon yang digunakan untuk menggambar pohon psikotest. Alasan pertamanya, karena jensi pohon pisang tidaklah berkambium. Kedua, pohon ini tidak mempunyai ranting dan cabang, dan yang terakhir, pohon pisang tidak memiliki akar yang kuat.

Untuk kamu yang tidak pandai menggambar tidak perlu khawatir, karena keindahan dari pohon tidaklah menjadi poin utama dalam psikotest gambar pohon ini. Hal yang terpenting adalah buatlah sebuah pohon yang terkesan kuat. Kami juga menyediakan travel Jakarta ke Semarang bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan.

Maksudnya ialah gambar yang mempunyai akar yang kuat, dengan batang yang menjulang tinggi, daun yang lebar dan rindang, beserta buah yang banyak. Pohon dengan unsur-unsur seperti di atas menggambarkan karakter kamu yang kuat, mengayomi, dan sangat produktif.

Tes Kaepelin & Tes Pauli

Tes Kaepelin & Tes Pauli
sumber: blogspot

Selanjutnya sanggup pula, silakan simak yang merupakan ulasan dari kami berkenaan Kraepelin dan Pauli Test sebagai berikut :

Kraepelin dan Pauli test atau yang sering disebut “hitungan koran” adalah tes kapabilitas basic menghitung cepat. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka berasal dari 1-9 yang tersusun secara membujur (atas-bawah) didalam wujud lajur.

Pada pas tes kamu perlu menjumlahkan dua angka yang berdekatan di tiap tiap lajur didalam pas tertentu. Adapun cara mengerjakannya adalah bersama menjumlahkan dua buah bilangan, kemudian hasilnya dituliskan disela-sela kedua bilangan yang dijumlahkan.

Jika hasil berasal dari penjumlahan berbentuk bilangan puluhan atau terdiri berasal dari dua digit angka, maka memadai bersama menuliskan digit paling akhir atau angka satuannya saja. Sebagai contoh lihatlah gambar 1 berikut :

Elemen yang bakal diukur didalam hasil tes ini adalah konsistensi, produktivitas kerja, sikap pada tekanan, daya tahan kerja, pengendalian emosi, kapabilitas daya penyesuaian diri, keuletan kerja, sikap kerja, dan juga kecermatan sekaligus kecepatan didalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Lalu apa dong ya perbedaan pada Kraepelin dan Pauli test ?

Teknik Penulisan Hasil Penjumlahan

Secara umum,kraepelin dan pauli test dikerjakan bersama cara dan teknik yang hampir sama. Sedangkan didalam bedanyag adalah berasal dari faktor penulisan hasil penjumlahan (dari atas-bawah atau daribawah-atas), penandaan perubahan waktu, banyaknya lembar kerja, dan pas pengerjaan.

Dalam pauli test, penjumlahan angka dikerjakan berasal dari atas ke kebawah. Kemudian didalam interval pas khusus terdapat instruksi atau aba-aba “garis”. Saat itu kamu perlu menggaris batas paling akhir hasil kerjaan anda, kemudian bersama langsung bisa saja melanjutkan proses penjumlahan.

Durasi pas untuk pauli test biasanya sekitar 60 menit, bersama instruksi “garis” disetiap selang pas {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} menit. Adaya Lembar kerja di didalam pauli test berbentuk kertas selebar koran yang telah penuh bersama angka-angka bolak-balik disetiap lembarnya. J

ika kamu telah selesai menjumlahkan diseluruh lembaran kerja (bolak-balik), kamu sanggup berharap untuk tingkatkan kertas lembar kerja. Sebagai contoh, lihatlah gambar 2 berikut.

Teknik Penulisan Hasil Penjumlahan Pauli Test

Adanya tidak serupa bersama pauli test, didalam kraepelin test penjumlahan angka dikerjakan berasal dari bawah ke atas. Kemudian didalam interval pas khusus terdapat instruksi atau aba-aba “pindah”.

Saat itu kamu perlu berubah berasal dari kolom paling akhir hasil kerjaan anda, kemudian bersama langsung bisa saja melanjutkan proses penjumlahan pada kolom seterusnya (sebelah kanan).

Durasi pas untuk kraepelin test biasanya sekitar 10-15 menit, bersama instruksi “pindah” disetiap selang pas {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} menit. Lembar kerja didalam kraepelin test berbentuk kertas seukuran A4 atau F4 yang telah penuh bersama angka-angka bolak-balik disetiap lembarnya.

Dalam tes ini kamu tidak sanggup tingkatkan kertas lembar kerja. Sebagai contoh, lihatlah gambar 3 berikut.

Tips dan Trik Pengerjaan Tes Krapelin & Tes Pauli

  1. Persiapkan alat tulis berbentuk pulpen atau pensil biasa yang terbukti lancar digu-nakan/tidak seret. Kalau perlu, sedia kan cadangannya. Jangan Mengenakan pensil mekanik. Tes ini terlampau terikat bersama waktu. Pensil mekanik memerlukan reload/pengisian ulang saat ujung granitnya habis. Mekanisme ini memerlukan pas sekitar 0.5-1 detik. Seandainya Anda melakukan reload didalam 10 lajur bermakna Anda kehilangan pas 5-10 detik.
  2. Ketika kamu mengerjakan tes Pauli sebenarnya, jumlah angka yang diberikan terlampau banyak, yaitu sebesar lembar koran. Sehingga tes Pauli ini sering disebut bersama Tes Koran. Silakan kamu berlatih mengerjakan soal psikotes type ini untuk beri tambahan pengalaman pada diri kamu sendiri. Jadi, sanggup terhitung nanti kamu sanggup mengerjakan soal yang sesungguhnya bersama suasana mental dan fisik yang lebih matang.

Memperhatikan Tingkat Stabilitas Pengerjaan Tes Kraepelin

  1. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Grafik berasal dari apa yang dibentuk bakal lebih baik dibandingkan kecuali Anda memaksakan diri menjumlah seluruh kolom di awal tes, namun terlampau kewalahan di pertengahan, hingga akhir tes.
  2. Kendalikan diri untuk menghemat tenaga hingga lajur selesai mengingat lajur angka raih 45. Jika tes dikerjakan secara komputerisasi, Anda tidak sanggup memahami berapa lajur yang masih bakal dijumlahkan. Maka lebih baik Anda berkonsentrasi dan menaruh tenaga hingga tes terlampau selesai.
  3. Buatlah adanya sebuah patokan penjumlahan yang terlampau cocok bersama kapabilitas Anda. Jangan memaksakan diri untuk menggarap per deret hingga selesai di ujung atas, lebih-lebih di deret 1 (pertama). Anda bakal merasa terlampau terburuburu dan keletihan dilajur berikutnya. Tapi, berusahalah untuk mematok lebih berasal dari 11 perhitungan dan teruslah stabil mencapainya pada seluruh lajur.
  4. Jangan melakukan kecurangan pada pas maupun hasil penjumlahan. Hal ini bakal merugikan Anda sendiri dikarenakan justru bakal menghabiskan pas sekian detik manfaat untuk memutuskan. Anda tentu melenyapkan pas untuk berpikir jumlah berikutnya. Hasilnya bakal membawa dampak grafik penjumlahan yang tentu saja menjadi kurang alami.
  5. Hal mendasar untuk merampungkan total tes Kraeplien/Pauli bersama baik adalah konsentrasi. Terkadang Anda bakal merasa blank pada pertengahan tes. Namun Anda perlu ulang fokus pada penjumlahan berikutnya. Lebih baik tidak mengingat hasil penjumlahan sebelumnya. Kalaupun Anda bakal mengubahnya, Anda perlu cermat menyesuaikan pas supaya grafik pengerjaan tidak terpengaruh.
  6. Kondisi fisik terlampau berpengaruh. Berusahalah saat hendak hadapi tidak begadang bersama perut terisi dahulu sebelum saat berangkat tes dikarenakan type tes ini terlampau menyedot energi.

Demikianlah penjelasan kami mengenai Tes Psikologi, Tes Wartegg / wartegg test, Psikotes Gambar, gambar pohon mangga, gambar pohon pisang, gambar pohon kelapa, gambar pohon psikotes, contoh psikotes hingga tes kraepelin & tes pauli. Semoga dapat membantu kamu dalam mengerjakan psikotes, dan tentunya dinyatakan lolos.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: