Apa Itu Ruang AHU : Cara Kerja, Fungsi, dan Ukuran

Apa Itu Ruang AHU : Cara Kerja, Fungsi, dan Ukuran

Pendingin ruangan merupakan salah satu hal yang wajib ada dalam sebuah gedung. Mengingat Indonesia adalah negara tropis sehingga memiliki suhu udara yang hangat serta kelembapan yang tinggi. Sistem pendinginan dalam sebuah gedung perkantoran diatur dalam ruang AHU.

Berbeda dengan pendingin ruangan di rumah yang berbentuk AC split, gedung perkantoran lebih banyak memakai AC sentral. Bagaimana sistem pendinginan dan pengaturan AC sentral di sebuah gedung? Untuk memahaminya, baca artikel ini hingga selesai.

Apa Itu Ruang AHU ?

sumber: Fairfixture.com

Kepanjangan ruang AHU yaitu Air Handling Unit. Dalam bahasa Indonesia juga bisa disebut sebagai Unit atau Sistem Tata Udara.

Ruang AHU adalah sebuah ruangan yang digunakan untuk mengendalikan semua hal yang berkaitan dengan udara pada sebuah gedung. Beberapa hal yang dapat diatur oleh AHU antara lain:

  • Suhu udara
  • kelembaban nisbi
  • arah pergerakan udara
  • kualitas

Sedangkan AHU sendiri adalah sebuah sistem. Mengapa disebut demikian? Sebab Air Handling Unit merupakan sebuah kesatuan dari berbagai macam alat atau komponen dengan kegunaan yang berbeda namun saling mendukung untuk tujuan yang sama, yaitu mengatur udara dalam gedung.

Seluruh peralatan yang ada dalam sebuah sistem tata udara dapat melakukan pengaturan terhadap suhu, tingkat kelembapan, tekanan, kebersihan, aliran, serta sirkulasi udara sesuai dengan peraturan tertentu.

Sistem tata udara umumnya terdiri dari 5 komponen utama yaitu:

  1. Evaporator atau cooling coil
  2. Static pressure fan atau Blower
  3. Filter atau penyaring udara
  4. Ducting
  5. Dumper

Fungsi Ruang AHU

Fungsi Ruang AHU
sumber: barkell.co.uk

Ruang pusat sistem tata udara wajib ada dalam setiap gedung perkantoran, gudang, maupun pabrik. Apa saja fungsinya?

  • Sistem AHU di pabrik berguna untuk melindungi seluruh bahan dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan produksi dari suhu tinggi yang dapat mengganggu kegiatan tersebut.
  • Di lingkungan pabrik pembuat obat, sistem AHU berfungsi untuk menjamin kualitas obat yang dihasilkan.
  • Menciptakan suasana nyaman di lingkungan kerja bagi seluruh karyawan dan personel.
  • Mencegah reaksi dari bahan berbahaya karena suhu yang tinggi.

Komponen Ruang AHU

Komponen Ruang AHU
sumber: sinteco.com
  1. Cooling coil

Komponen pertama yang ada dalam sistem AHU adalah cooling coil atau yang lebih sering disebut sebagai evaporator.Apa itu evaporator?Evaporator pada AHU memiliki fungsi yang sama dengan AC split rumahan yaitu mengontrol suhu udara yang akan dihembuskan ke ruangan.

Suhu serta kelembapan udara perlu diatur sedemikian rupa sebelum dihembuskan agar sesuai dengan kebutuhan ruangan.

Udara yang dingin dihasilkan dari udara hasil sirkulasi di dalam ruangan dengan udara yang berasal dari luar ruangan yang melewati coil yang bersuhu lebih rendah. Coil ini berfungsi untuk mendinginkan udara yang melewatinya. Oleh sebab itu disebut sebagai cooling coil.

Pergesekan antara udara bersuhu tinggi dengan coil yang bersuhu rendah membuat energi panas pada uap air berpindah ke kisi-kisi evaporator. Di tahap ini, uap air berubah bentuk menjadi cair. Berkurangnya uap air dari udara menyebabkan kelembapannya menurun.

Evaporator harus bisa menyerap banyak udara sekaligus dalam satu waktu. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan efektivitas evaporator. Oleh karena itu, kisi-kisi pada evaporator memiliki ukuran yang besar.

  1. Static Pressure Fan (blower)

Evaporator telah mengatur suhu udara agar sesuai dengan kebutuhan ruangan. Selanjutnya, udara yang telah sejuk diembuskan ke dalam ruangan menggunakan perangkat yang bernama blower atau static pressure fan.

Dalam Air Handling Unit, blower yang dipakai memiliki gerakan radial. Blower memiliki motor tersendiri  yang mampu melakukan konversi dari listrik menjadi gerak. Energi gerak yang dihasilkan oleh motor berguna untuk membuat kisi-kisinya bergerak dan memindahkan udara.

Jenis fan atau blower yang digunakan dalam sistem AHU adalah blower bertekanan tetap atau statis. Artinya, debit udara yang keluar dari blower selalu sama sepanjang waktu. Debit udara yang selalu sama menciptakan tekanan udara yang sama pula, sehingga lebih mudah untuk disesuaikan.

  1. Filter

Komponen ketiga dari AHU yaitu filter atau penyaring. Filter berfungsi untuk mengatur banyaknya partikel udara serta mikroorganisme yang terkandung dalam udara yang akan masuk ke ruangan. Filter sangat dibutuhkan untuk memastikan udara yang akan diembuskan dalam kondisi yang bersih.

Filter dalam sistem AHU memiliki “rumah” atau housing tersendiri. Posisi dari filter ini sengaja dibuat untuk mudah dilepas dan dipasang. Tujuannya adalah untuk memudahkan ketika akan mengganti parts. Mengingat filter harus sering-sering diganti karena mudah kotor.

Selain itu, posisi filter juga harus diperhatikan. Jangan sampai udara yang masuk dan keluar dari sistem pendingin tidak melewatinya. Filter diletakkan pada jalan keluar dan masuknya udara agar seluruhnya dapat tersaring oleh filter.

Efisiensi filter pada sistem AHU berbeda-beda nahttps://id.sharp/news/3-filter-keren-pada-air-purifier-sharpmun ada 3 jenis yang paling sering digunakan, antara lain:

  • Pre-filter (efisiensi penyaringan: 35%)
  • Medium filter (efisiensi penyaringan: 95%)
  • High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter (efisiensi penyaringan: 99,997%)

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemasangan filter ini adalah posisi penempatan filter harus diatur berdasarkan jenis dan efisiensi penyaringan filter yang akan menentukan kualitas udara yang dihasilkan.

  1. Ducting

Ducting atau pipa udara menjadi komponen dalam sistem AHU yang keempat. Layaknya pipa udara pada umumnya, ducting berguna sebagai jalur atau jalan untuk mengalirkan udara. Ducting menghubungkan antara blower dengan ruangan tempat udara sejuk dihembuskan.

Ducting terbagi menjadi dua jenis yaitu ducting supply dan ducting return. Ducting supply merupakan pipa yang berguna untuk menyalurkan udara dari dalam AHU menuju ruangan. Sedangkan ducting return menyalurkan udara dari ruangan kembali ke sistem pendingin.

Ducting harus memiliki efisiensi yang tinggi untuk menyalurkan udara dari dan menuju sistem AHU tanpa adanya hambatan udara. Misalnya ada hambatan pun harus dibuat sekecil mungkin.

Jika ada kesalahan dalam desain ducting, kemungkinan sistem AHU dapat mengalami inefisiensi energi. Energi yang dikeluarkan lebih besar, namun tak sebanding dengan udara yang didistribusikan.

Permukaan ducting juga harus dibuat dari bahan yang tidak dapat menghantarkan panas. Tujuannya adalah menahan pengaruh udara panas dari luar saluran.

  1. Dumper

Dumper bisa dikatakan sebagai keran dalam sistem AHU. Mengapa demikian? Sebab dumper berguna untuk mengatur debut udara yang diembuskan ke dalam ruangan. Dumper sendiri masih menjadi salah satu bagian dari ducting.

Semakin besar debit udara yang dikeluarkan dari dumper, tekanan udara di dalam ruangan pun akan lebih tinggi.

Cara Menghitung Ruang AHU

Cara Menghitung Ruang AHU
sumber: Fxhorizonintl.wordpress.com

Setelah memahami pengertian serta komponen dari sistem AHU, sebaiknya Anda juga memahami bagaimana cara untuk menghitung besaran ruang AHUyang tepat serta sesuai dengan kebutuhan ruangan.

Ukuran ruang AHUtak bisa dikira-kira tapi harus diperhitungkan dengan matang. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap efisiensi daya serta efektivitas pendinginan sebuah ruangan. Besaran ideal untuk AHU adalah 2% hingga 3% dari luas ruangan yang akan didinginkan.

Misalnya ada sebuah ruangan yang memiliki panjang 25 meter dan panjangnya 15 meter. Luas ruangan tersebut adalah 375 m². Berarti dimensi AHU yang ideal untuk mengakomodasi pengaturan udara ruangan tersebut adalah 7,5 hingga 11,25 m².

Lalu di mana letak ruang AHUdalam sebuah gedung?Letak ruang AHU dapat disesuaikan dengan kebutuhan di setiap lantai gedung. Setidaknya ada 3 skenario peletakan ruangan AHU, yaitu:

  • Ruangan AHU diletakan pada setiap lantai.
  • Satu lantai memiliki beberapa ruang karena ukurannya sangat luas.
  • Satu buah AHU dapat dipakai untuk beberapa lantai.

Kebutuhan ruang AHUberbeda-beda pada setiap gedung.Jadi, Anda memerlukan jasa seseorang yang memahami cara menghitung kapasitas ruang AHU agar tidak terjadi kesalahan dalam membuat instalasi.

Sistem Kerja Ruang AHU

sistem kerja ruang AHU
sumber: csemag.com

AHU memiliki kepanjangan Air Handling Unit, artinya sistem ini memiliki cara kerja yang terstruktur untuk dapat mengatur udara. Lalu, bagaimana sistem kerja AHU?

  1. Pertama, AHU akan menyerap udara dari luar yang terdiri dari 20% udara bebas dan 80% udara dari dalam ruangan yang dihisap kembali. Udara yang masuk ke sistem AHU selanjutnya disebut sebagai supply.
  2. Supply masuk ke dalam sistem AHU dan melewati proses penyaringan. Umumnya, penyaringan udara terjadi dua kali yaitu menggunakan pre-filter yang dilanjutkan dengan medium filter. Masing-masing penyaring mempunyai tingkat efisiensi 35 dan 95 persen.
  3. Supply yang telah disaring dialirkan menuju evaporator untuk didinginkan temperaturnya serta dikurangi kelembapannya.
  4. Udara yang telah memiliki suhu dan kelembapan yang rendah dialirkan menuju ke ducting.
  5. Udara dikeluarkan kembali melalui saluran di ujung ducting, dumper, dengan debit yang telah disesuaikan.

Langkah ini diulang secara terus-menerus oleh sistem AHU. Prinsip AHU sama seperti AC, hanya saja cakupannya jauh lebih luas.

Desain Standar Ruang AHU

Desain Standar Ruang AHU
sumber: clarkjohnsonco.com

Salah satu tujuan dari sistem AHU adalah untuk memenuhi kebutuhan akan perlindungan terhadap bahan dan peralatan yang dipakai untuk produksi.

Terdapat beberapa masalah yang terkait dengan sistem tata udara atau AHU yang biasanya ada di pabrik, antara lain:

  1. Pola alur personel, alat, dan bahan baku
  2. Proses produksi menggunakan sistem tertutup atau terbuka
  3. Perbedaan aktivitas produksi yang berlangsung di masing-masing ruangan
  4. Posisi ruangan
  5. Teknik finishing konstruksi ruang
  6. Letak pintu
  7. Strategi pembuatan penyangga untuk ruang udara
  8. Kebutuhan ruang kosong untuk menaruh instalasi sistem tata udara
  9. Kebutuhan ruang untuk sirkulasi udara yang masuk dan keluar.

Sistem AHU atau tata udara tidak bisa sembarangan dipasang karena akan membawa pengaruh untuk produk. Beberapa parameter dari sistem tata udara yang dapat membawa pengaruh untuk produk yaitu:

  1. Temperatur
  2. Humiditas
  3. Partikel yang terbawa di udara
  4. Tekanan udara dan pola alirannya
  5. Sirkulasi udara
  6. Sistem penyaringan

Sebelum pemasangan sistem AHU dilakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diperhitungkan:

  1. Klasifikasi ruangan
  2. Produk dan material yang dipakai
  3. Jenis proses apakah padat, cair, atau steril
  4. Produksi terjadi secara terbuka atau tertutup
  5. Proses terbuka atau tertutup

Sistem tata udara atau AHU setidaknya terbagi menjadi 3 jenis yang memiliki standar masing-masing.

  1. Sistem udara segar 100% atau full fresh air

Sistem tata udara yang pertama menggunakan udara segar dari atmosfer secara keseluruhan. Tak ada proses penggunaan kembali udara dari dalam ruangan. Seluruh udara di dalam ruangan dibuang kembali ke alam bebas.

Umumnya sistem ini dipakai di pabrik yang memproduksi atau menggunakan material beracun. Udara dari dalam ruangan telah terkontaminasi oleh bahan berbahaya sehingga tak bisa digunakan kembali.

  1. Sistem resirkulasi

Sistem resirkulasi menggunakan satu supply udara yang bersumber dari ruangan. Udara tersebut terus menerus berputar dan disaring kembali sehingga tetap bersih dan bebas dari kontaminasi. Ciri khas dari sistem ini adalah adanya filter untuk menyaring udara.

  1. Sistem ekstraksi atau exhaust

Apabila keadaan memungkinkan, debu dan kotoran dapat dibersihkan dari sumbernya. Titik untuk ekstraksi sebaiknya diletakkan di dekat sumber debu. Caranya adalah menggunakan kipas exhaust atau ventilasi.

Pengkajian Risiko

Dalam sebuah sistem apa pun diperlukan evaluasi untuk mengkaji risiko yang mungkin terjadi. Hal ini juga berlaku untuk sistem AHU. Cara untuk mengkaji risiko adalah memecah sistem menjadi bagian yang lebih kecil dan melakukan evaluasi terhadap Critical Process Parameters (CPPs).

CPPs merupakan turunan dari Critical Quality Atributes (CQAs). Setiap komponen penyusun sistem dapat memengaruhi kemampuan untuk menjaga agar CPPs tetap dalam ambang normal. Oleh sebab itu dibuatlah pembatasan pada sistem untuk meningkatkan keberhasilan dalam mengkaji risiko.

Ada beberapa kegagalan yang mungkin terjadi dalam sistem tata udara, antara lain:

  1. Udara tak dapat mengalir
  2. Udara tidak tersaring dengan baik
  3. Kelembapan udara tak dapat dikendalikan
  4. Kegagalan fungsi salah satu atau beberapa komponen sekaligus

Mengingat sistem tata udara cukup rumit dan butuh perhitungan yang teliti, sebaiknya Anda tak tergesa melakukan pemasangan. Untuk melakukan pembelian komponen serta instalasi, Anda bisa menghubungi Service AC Cilacap yang telahbanyakdipercaya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: