Perundingan Roem Royen dan Konferensi Meja Bundar Lengkap

PERUNDINGAN ROEM ROYEN – adalah perundingan yang dilakukan dari pihak Indonesia dengan piha Belanda, di mana hal ini terjadi karena beberapa faktor yang akan dijelaskan di bawah ini:

Perundingan Roem Royen

proses terjadinya perundingan roem royen
sumber: haikar-sa.blogspot.com

Foto proses berjalannya perundingan Roem Royen, waktu di mana diadakannya Konferensi Meja Bundar.

Latar Belakang Perundingan Roem Royen

agresi militer Belanda di Indonesiasumber: dw.com

Perundingan Roem Royen dilatarbelakangi berbagai hal. Diawali dengan terjadinya agresi Militer yang dilakukan oleh Belanda yang membuat geram Amerika Serikat, Inggris, bahkan PBB. Yang antinya juga akan digelar Konferensi Meja Bundar (KMB).

Hal ini tidak terlepas dari kemampuan para diplomat Indonesia dalam memperjuangkan dan menjelaskan situasi yang ada kepada PBB. Salah satu wakil diplomat Indonesia yang getol menyuarakan hal ini adalah L.N. Palar.

Dilakukannya serangan tentara Belanda ke Yogyakarta dan dilakukannya penahanan terhadap beberapa pemimpin yang dianggap tidak sejalan dengan visi mereka.

Baca Juga: Negara-negara Komunis yang tersebar di Dunia hingga Saat Ini

Di dalam Agresi Militernya yang kedua, Belanda bahkan mempropaganda bahwa TNI telah hancur, hal ini akhirnya menuai kecaman dari dunia Internasional. Akhirnya PBB menyikapi Agresi Militer yang dilakukan oleh Belanda dengan memperluas kewenangan KTN.

PBB mengubah Komisi Tiga Negara menjadi komisi yang lebih khusus, yaitu diubah menjadi UNCI. UNCI merupakan singkatan dari United Nations Commission for Indonesia. Komisi ini dipimpin oleh Merle Cochran dari Amerika Serikat yang dibantu oleh Critchley dari Australia dan Harremans dari Belgia.

Bentuk terobosan yang dilakukan oleh UNCI di antaranya mengadakan perundingan Roem Royen antara Indonesia Belanda. Perjanjian Roem Royen ini diselenggarakan mulai dari tanggal 14 April hingga 7 mei 1948 di Hotel Des Indes, Jakarta.

Komisi Tiga Negara

rapat komisi tiga negarasumber: 9fpgsajadeh.wordpress.com

Dalam perundingan ini, PBB diwakili oleh pimpinan UNCI, yaitu Merle Cochran dari Amerika Serikat. Delegasi dari Republik Indonesia diwakili oleh Moh. Roem, dengan anggota lainnya seperti Ali Sastro Amijoyo, Ir. Juanda, Dr. Leimena, Prof. Supomo, dan Latuharhary.

Sedangkan delegasi dari Belanda sendiri diwakili oleh Dr. J. Herman van Royen dan anggotanya seperti Jacob, dr.Van, dr. Gede, Blom, Dr. P. J. Koets, Dr. Gieben, dan Van Hoogstratendan.

Isi Perjanjian Roem Royen

proses perundingan roem royensumber: gopena.com

Di dalam perundingan Roem Royen, masing–masing delegasi mengajukan statement untuk keuntungan dan perdamaian bagi kedua negara. Beberapa hal yang diutarakan dari Delegasi Indonesia diantaranya:

  1. Menghentikan perang gerilya yang pernah dilakukan
  2. Siap untuk bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan baik di dalam negeri maupun secara Internasional
  3. Akan ikut serta di dalam Konferensi Meja Bundar yang hendak dilaksanakan di Den Haag untuk mempercepat negara-negara lain di forum PBB dalam mengakui kedaulatan Negara Indonesia Serikat dengan tanpa syarat.

Sedangkan dari Delegasi Belanda sendiri menyatakan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Menyetujui kembalinya pusat pemerintah RI ke kota Yogyakarta
  2. Menjamin penghentian gerakan militer dan bersedia untuk membebaskan semua tahanan politik
  3. Tidak akan mendirikan atau mengakui adanya negara–negara yang ada di dalam wilayah kekuasaan RI sebelum 19 Desember 1948
  4. Menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS)
  5. Mengusahakan agar KMB secepatnya untuk diadakan setelah pusat pemerintahan RI kembali ke Yogyakarta.

Berjalannya Perundingan Roem Royen

perundingan roem royensumber: dw.com

Di dalam perundingan di hari berikutnya, perundingan berjalan cukup alot, sehingga didatangkanlah Drs. Moh Hatta dari pengasingan di Bangka, serta Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang datang dari Yogyakarta.

Kedatangan Sri Sultan Hamengkubuwono ke IX bertujuan untuk mempertegas dan memastikan kesiapan Yogyakarta dalam pengembaliannya sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Dari  usulan-usulan yang disampaikan oleh masing-masing delegasi kedua negara, akhirnya diperolehlah beberapa kesepakatan yang ditanda tangani oleh kedua pihak pada tanggal 7 Mei 1949.

Nama dari Perundingan Roem Royen sendiri diambil dari nama pemimpin delegasi masing-masing negara, yaitu Mohammad Roem dan Herman van Royen.

Kesepakatan tersebut diantaranya:

  1. Pemerintah RI dan Belanda sepakat untuk melakukan gencatan senjata dan bekerja sama dalam menciptakan keamanan
  2. Pemerintah Belanda akan segera mengembalikan Pusat Pemerintah negara Indonesia ke Yogyakarta
  3. Kedua belah pihak sepakat untuk segera menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag -Belanda.

Keberhasilan dalam penyelesaian permasalahan antara pihak Indonesia dan pihak Belanda ke meja perundingan tak lepas dari inisiatif komisi PBB sebagai penengahnya.

Pasca perundingan Roem Royen, Sukarno dan Hatta akhirnya dipindahkan ke Yogyakarta setelah menjalani masa pengasingan selama beberapa waktu.

Pengembalian Yogyakarta sebagai ibukota sementara dari Republik Indonesia, disusul dengan penyerahan mandat dari Sjafruddin Prawiranegara sebagai presiden PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) kepada Ir Soekarno.

Konferensi Meja Bundar

proses konferensi meja bundar
sumber: maritimnews.com

Konferensi Meja Bundar adalah konferensi yang diadakan untuk menindaklanjuti keputusan dari perundingan Roemroyen yang sebelumnya telah disepakati.

Latar Belakang Konferensi Meja Bundar

Latar Belakang terjadinya Konferensi Meja Bundar
sumber: yotube.com

Konferensi Meja Bundar atau sering juga disebut dengan Perjanjian KMB adalah sebuah pertemuan atau konferensi yang dilakukan di Den Haag- Belanda, dimulai dari tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949.

Konferensi Meja bundar ini adalah pertemuan antara perwakilan dari pemerintah Indonesia, perwakilan pemerintah Belanda, dan juga BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) guna menindaklanjuti perundingan Roem Royen yang diadakan di pertemuan sebelumnya.

BFO merupakan wakil dari beberapa negara yang diciptakan oleh Belanda di dalam kepulauan Indonesia.

Sebelum diadakannya konferensi meja bundar, Indonesia dan pihak Belanda telah melakukan tiga perjanjian besar. Diantaranya Perjanjian Linggarjati pada tahun 1947, Perjanjian Renville pada tahun 1948, dan Perundingan Roem-Royen pada tahun 1949.

Konferensi ini berakhir dengan setujunya Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat. Pada tanggal 11 Agustus 1949, dibentuk perwakilan Republik Indonesia untuk menghadapi Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Tujuan Konferensi Meja Bundar

tujuan dari konferensi meja bundar
sumber: pendidikan60detik.blogspot.co.id

Perjanjian Meja Bundar  dilakukan dengan tujuan untuk mengakhiri perselisihan-perselisihan yang ada antara Indonesia dan Belanda dengan cara melaksanakan mengadakan kesepakatan-kesepakatan yang disetujui oleh kedua belah pihak.

Sekaligus melakukan pengkajian lebih mendalam untuk pembentukan Negara Indonesia Serikat.

Konferensi Meja Bundar yang diadakan di Denhaag pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949. Indonesia sendiri diwakili oleh:

1. Drs. Moh. Hatta sebagai ketua

2. Nir. Moh. Roem

3. Prof Dr. Mr. Supomo

4. Ir. Djuanda

5. Dr. J. Leitnena

6. Kolonel T.B. Simatupang

7. Dr. Sukiman

8. Suyono Hadinoto

9. Dr. Sumitro Djojohadikusumo

10. Abdul Karim Pringgodigdo

11. Ali Sastroamicijojo

12. Muwardi

Turut diundang pula perwakilan dari BFO yang dipimpin oleh Sultan Hamid II dari Pontianak. Sedangkan perwakilan dari Belanda dipimpin oleh Van Maarseveen dan dari UNCI sendiri diwakili oleh Chritchley.

Isi Konferensi Meja Bundar

isi dari konferensi meja bundar
sumber: indonesia-zaman-doeloe.blogspot.com

1. Belanda memutuskan untuk mengakui akan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai sebuah negara yang merdeka.

2. Status Provinsi Irian Barat akan segera diselesaikan dengan tenggat waktu paling lama adalah setahun, dihitung sejak pengakuan kedaulatan.

3. Dibentuknya sebuah badan kerjasama dengan nama Uni Indonesia-Belanda di mana status kedua negara setarta dan sifatnya sukarela dan sederajat.

4. Republik Indonesia Serikat akan mengembalikan hak-hak milik Belanda dan memberikan hak-hak konsesi beserta dengan izin baru untuk beberapa perusahaan-perusahaan Belanda.

5. Republik indonesia Serikat harus membayar semua utang Belanda semenjak tahun 1942.

Republik Indonesia Serikat

sumber: wikipesia.org

Sementara itu, pada tanggal 29 Oktober 1949 dilakukanlah pengesahan dan tanda tangan bersama piagam persetujuan Konstitusi Republik Indonesia Serikat antara Republik Indonesia dengan BFO.

Setelah diperoleh beberapa kesepakatan tersebut, maka kemudian hasil keputusan Konferensi Meja Bundar langsung disampaikan kepada Komite Nasional indonesia Pusat (KNIP).

KNIP kemudian nenindaklanjutinya dengan melakukan sidang dari tanggal 6 hingga 14 Desember 1949 untuk membahas hasil dari KMB. Hasil keputusan KMB tersebut kemudian di bahas dan diambillah pemungutan suara untuk mendapatkan keputusan apakah KNIP setuju dengan hasil KMB atau tidak.

Dengan pemungutan suara tersebut, tercatat ada 226 suara setuju, 62 suara menolak, dan 31 suara sisanya memilih untuk meninggalkan ruang sidang. Dengan hasil ini, maka diputuskan bahwa KNIP Republik Indonesia Serikat resmi menerima hasil butir-butir perundingan Konferensi Meja Bundar.

Tak berselang lama, tepatnya pada tanggal 15 Desember 1949 diadakanlah pemilihan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan calon tunggal yaitu Ir. Soekarno yangdianggap pantas sebagai presiden kala itu.

Pelantikan Presiden Soekarno dilakukan pada tanggal 17 Desember 1949. Sedangkan untuk pimpinan kabinet Republik Indonesia Serikat sendiri diserahkan kepada Drs. Moh. Hatta di mana beliau diangkat langsung oleh Presiden Soekarno sebagai perdana menteri pada tanggal 20 Desember 1949.

Kemudian pada tanggal 23 Desember 1949 diutuslah perwakilan dari RIS untuk pergi ke negeri Belanda, mereka diutus untuk menandatangani akta penyerahan kedaulatan. Pada tanggal 27 Desember 1949 dilaksanakanlah upacara penandatanganan akta penyerahan kedaulatan oleh kedua negara.

Hasil Konferensi Meja Bundar

hasil dari konferensi meja bundar
sumber: slideshare.net

Kepiawaian para delegasi Indonesia untuk bernegosiasi di dalam Konferensi Meja Bundar berhasil sangat berjasa bagi Indonesia. Di dalam negosiasi, mereka berhasil menekan pihak Belanda untuk mengakui kedaulatan Indonesia.

Hal ini memaksa penjajah Belanda untuk mengakui  kedaulatan negara yang telah terjajah dan tak diakui selama kurang lebih 350 tahun ini.

Penyerahan Kedaulatan Indonesia

proses penyerahan kedaulatan kepada Indonesiasumber: dw.com

Penyerahan kedaulatan Negara Indonesia yang dilakukan di negeri Belanda tepatnya di ruangan takhta Amsterdam.

Drs. Moh. Hatta, Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees dan Menteri Seberang Lautan A.M.J.A. Sasseu merupakan tokoh-tokoh yang berperan dalam melakukan penandatanganan akta penyerahan kedaulatan.

Di waktu yang sama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota Belanda, A.H.S. Lovink menandatangani naskah penyerahan kedaualatan di Istana Merdeka Jakarta.

Dengan penyerahan kedaulatan ini, maka Belanda telah resmi mengakui berdirinya kemerdekaan Republik Indonesia Serikat serta mengakui kekuasaan Indonesia di seluruh wilayah bekas jajahan Hindia–Belanda kecuali Irian Barat.

Karena penyerahan Irian Barat akan dilakukan oleh Belanda setahun sesudahnya.

Setelah sebulan berlalu, tepatnya pada tanggal 29 Januari 1950, Jenderal Besar Sudirman yang telah banyak berjuang terutama dalam penyusunan strategi perang gerilya untuk melawan Agresi Militer Belanda akhirnya wafat diusianya yang ke 34 tahun.

Demikianlah beberapa tahap dan proses terjadinya perundingan Roem Royen dan Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berpengaruh besar pada merdekanya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga bermanfaat. Merdeka!

Baca juga: Alat serpih di masa prasejarah

Satu pemikiran pada “Perundingan Roem Royen dan Konferensi Meja Bundar Lengkap

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: