Pengertian, Ciri-ciri, dan Macam-macam Variabel Penelitian

PENGERTIAN VARIABEL PENELITIAN – Menurut Sudjarwo dan Basrowi (2009:169), variabel penelitian adalah sebuah konsep yang bisa diukur dan memiliki variasi nilai. Sedangkan menurut Kerlingger (1973), variabel bisa dikatakan sebagai sebuah sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda.

Pengertian Variabel

variabel
sumber: slideplayer.com

Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel penelitian adalah sesuatu yang bervariasi. Disebut variabel karena terdapat variasinya. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat kita tarik kesimpulan kesimpulan bahwa variabel adalah sebuah konsep yang mempunyai variasi nilai.

Konsep apapun yang mempunyai nilai bisa disebut sebagai variabel, dan sebaliknya apabila tidak terdapat variasi nilai di dalam sebuah konsep, maka bukan termasuk pada kategori variabel.

Sebagai gambarannya, konsep siswa bukan termasuk ke dalam variabel, karena bersifat umum dan tidak menunjukkan adanya variasi  nilai. Sedangkan untuk prestasi siswa dan status siswa, maka hal ini termasuk ke dalam variabel karena tentu saja terdapaqt perbedaan nilai di dalamnya.

Demikian pula dengan pendidikan, kata ini bukan tergolong ke dalam variabel. Namun apabila sudah masuk secara khusus seperti jenis pendidikan atau jenjang pendidikan, maka sudah dikatakan sebagai variabel karena mengandung adanya variasi nilai.

Umur, Status sosial, berat badan, tinggi badan, status perkawinan, motivasi belajar, kinerja guru semuanya termasuk kedalam konsep variabel penelitian.

Konsep–konsep yang tidak mengandung variasi nilai di dalamnya, bisa saja untuk diubah menjadi variabel. Yaitu dengan menitikberatkan pada aspek yang lebih khusus atau dengan menambahkan atribut tambahan tertentu ke dalam konsep tersebut.

Sebagai contoh: konsep kata “belajar” bisa diubah menjadi variabel dengan mengubahnya menjadi  “cara belajar”, “teori berlajar”, “hasil belajar”, “prestasi belajar”, dan lain sebagainya.

Ciri – ciri Variabel Penelitian

variabel penelitian sumber: eurekapendidikan.com

Di dalam sebuah penelitian, variabel memiliki 3 ciri khusus, yaitu:

  1. memiliki variasi nilai
  2. membedakan satu objek dengan objek yang lainnya dalam satu populasi,
  3. dan bisa diukur.

Karena variabel penelitian membedakan satu objek dengan objek lain di dalam satu populasi, maka variabel tersebut haruslah memiliki nilai yang beraneka ragam.

Contohnya sebagai berikut: dari suatu kelompok yang terdiri dari 40 orang mahasiswa, indeks prestasi atau IP hanya akan menjadi variabel apabila terdapat perbedaan IP antara siswa satu dengan siswa yang lainnya.

Sebaliknya, apabila dari 40 orang mahasiswa tersebut tidak terdapat perbedaan-tidak termasuk dalam konsep variabel penelitian dari kelompok tersebut.

Sebagai satu lagi contoh, apabila suatu populasi masyarakat yang tinggal di dalam daerah tertentu, tetapi pekerjaan atau profesi mereka sama semua, maka di dalam hal ini mereka bukanlah variabel.

Variabel Membedakan antara Satu Objek dari Objek yang Lainnya

sumber: beyondthehedgecreative.com

Objek–objek bisa menjadi anggota populasi karena adanya persamaan karakteristik. Kendati demikian, objek–objek dalam populasi tersebut masih bisa dibedakan satu sama lainnya dalam sebuah variabel penelitian.

Contohnya, populasi para mahasiswa terdiri dari anggota yang mempunyai kesamaan yaitu dio dalam tingkat perguruan tinggi, yaitu mahasiswa.

Di antara persamaan mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, antar mahasiswa pasti memiiliki perbedaan-perbedaan seperti dalam hal agama, kecerdasan, usia, jenis kelamin, cara belajar, motivasi belajar, prestasi, tempat tinggal, pekerjaan orang tua, bakat, dan sebagainya.

Nah, perbedaan–perbedaan tersebutlah yang dinamakan variabel karena memiliki perbedaan antara mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya di dalam populasi mahasiswa tersebut.

Variabel Harus Bisa Diukur

variabel di ukur
sumber: pixabay.com

Penelitian kuantitatif menyebabkan harus adanya hasil penelitian yang lebih terukur, objektif, dan terbuka untuk diuji. Variabel penelitian tak sama dengan konsep.

Perbedaannya terletak di mana konsep belum tentu dapat diukur, namun beda halnya dengan variabel yang harus bisa diukur.

Variabel merupakan bagian dari realisasi konsep (Bouma, 1993:38). Sebagai contoh sebagai berikut:

  1. Belajar adalah konsep dan hasil belajar adalah variabelnya
  2. Mahasiswa adalah konsep dan jumlah mahasiswa merupakan variabelnya

Dengan demikian maka data dari variabel penelitian harus stampak di dalam perilaku yang bisa diukur dan diobservasi. Misalnya prestasi belajar adalah hasil dari jumlah jawaban yang benar yang telah dikerjakan oleh mahasiswa.

Macam – macam Variabel Penelitian

jenis variabel penelitian
sumber: ventiindiani.blogspot.co.id

Suatu penelitian selalu terdapat variabel di dalamnya, baik variabel yang berupa tunggal, ataupun variabel yang berbentuk jamak yang mana harus dinyatakan secara eksplisit oleh seorang peneliti.

Variabel tersebut juga selalu mengandung beberapa gejala di dalamnya sehingga dapat membedakannya satu dengan yang lainnya. Setelah itu di dalam setiap gejala bisa juga ditemui berbagai aspek unsur atau faktor yang perlu diidentifikasi secara cermat.

Di dalam sebuah penelitian, dikenal berbagai macam istilah untuk penamaan variabel. Setidaknya dapat diklasifikasikan menjadi 5 aspek sebagai berikut ini:

1. Sifat Variabel

Sifat dari Variabel
sumber: datamining4u.nl

Berdasarkan sifatnya, variabel penelitian ini dapat dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu variabel statis dan variabel dinamis.

a. Variabel Statis

sifat Variabel Statis
sumber: statistic.com

Variabel statis merupakan variabel yang memiliki sifat yang tetap, sehingga tidak memungkinkan untuk diubah karakteristiknya ataupun keberadaan. Di dalam kondisi yang normal dan wajar, sifat-sifat tersebut sulit untuk diubah.

Contoh variabel statis seperti jenis kelamin, jenis pekerjaan, tempat tinggal,  jenis status sosial ekonomi dan sebagainya. Variabel statis disebut juga dengan variabel atributif (Sudjarwo dan Basrowi, 2009:198).

Sifat yang terdapat padanya tetap, sehingga penelitian hanya mampu menyeleksi atau memilih. Karena hal inilah variabel jenis ini dikenal juga dengan nama variabel selektif.

Di samping menggunakan istilah variabel statis,digunakan pula istilah variabel tidak berdaya untuk maksud yang sama, karena peneliti tidak akan mampu mengubah ataupun mengusulkan untuk memnuat perubahan variabel ini menurut Suharsimi (2006:124).

b. Variabel Dinamis

jenis Variabel dinamissumber: theitformula.com

Berbanding terbalik dengan Variabel Statis, Variabel Dinamis merupakan suatu variabel yang dapat diubah keberadaan maupun karakteristiknya. Variabel ini memungkinkan terjadinya manipulasi, atau diubah sesuai dengan tujuan yang dikehendaki oleh si peneliti.

Pengubahan ini bisa berupa penurunan ataupun peningkatan. Contoh variabel dinamis seperti motivasi belajar, prestasi belajar, kinerja pegawai dan sebagainya.

Di samping menggunakan istilah variabel dinamis, Suharsimi (2006:124), juga memakai istilah variabel berubah untuk maksud yang sama. Sedangkan Sudjarwo dan Basrowi (2009:197) menggunakan istilah variabel aktif, untuk menyebut variabel dinamis ini.

2. Hubungan antar Variabel

Hubungan diantara Variabel
sumber: movemoretoday.com

Berdasarkan hubungan antar variabelnya, maka variabel di dalam sebuah penelitian bisa dikelompokan menjadi:

a. Variabel Bebas (Independent Variable)

independent variable
sumber: youtube.com

Variabel bebas adalah variabel yang berpengaruh atau menjadi penyebab terjadinya perubahan pada variabel lainnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa perubahan yang terjadi pada variabel ini akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada variabel lainnya.

Variabel ini dinamakan sebagai variabel bebas karena keberadaan variabel ini tak bergantung pada variabel lainnya. Sehingga bebas dari ada atau tidaknya variabel lainnya.

Contoh variabel bebas di bawah ini akan lebih memudahkan anda untuk memahami variabel bebas di dalam sebuat penelitian.

-Apabila di dalam sebuah penelitian dinyatakan akan berusaha mengungkap “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa”.

Maka dari kalimat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa variabel bebasnya adalah “motivasi belajar”. Variabel tersebut dinamakan sebagai variabel bebas karena adanya variabel tersebut tidak bergantung pada variabel yang lain.

Sedangkan variabel “prestasi belajar” masih bergantung dan dapat dipengaruhi oleh variabel “motivasi belajar”.

Variabel bebas sering jugadisebut sebagai variabel stimulus, prediktor dan pengaruh. Di dalam Structural Equation Modelling (SEM)  atau permodelan persamaan struktural, variabel bebas ini sering disebut juga sebagai variabel eksogen.

b. Variabel Terikat (Dependent Variable)

variabel penelitian bebassumber: ayo-nambah-ilmu.blogspot.co.id

Variabel terikat merupakan variabel yang keberadaannya terpengaruh oleh variabel yang lain atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Dinamakan sebagai variabel terikat karena kondisi atau variasi dari variabel ini terikat atau dipengaruhi oleh variasi variabel lainnya, yaitu dipengaruhi oleh variabel bebas.

Variabel terikat disebut juga dengan variabel tergantung, dikarenakan variasinya tergantung terhadap variasi variabel lainnya. Di samping itu, ada juga yang menyebutnya sebagai variabel kriteria, output atau respon.

Di dalam Structural Equation Modelling (SEM)  atau permodelan persamaan struktural, variabel bebas disebut juga sebagai variabel indogen.

Contoh variabel terikat sebagai berikut:

Peneliti hendak mengungkap  “pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa”.

Di dalam kalimat tersebut, yang menjadi variabel terikat adalah “prestasi belajar siswa”.  Variabel ini disebut sebagai variabel terikat karena dapat berubah-ubah, di mana tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa tergantung pada pengaruh dari  variabel motivasi belajar.

c. Variabel Kontrol (Controle Variable)

variabel penelitian kontrolsumber: ayo-nambah-ilmu.blogspot.co.id

Varibel Kontrol merupakan variabel yang dibatasi atau dikendalikan pengaruhnya di dalam hal tertentu. Hal ini mengakibatkanvariabel kontrol tidak berpengaruh atau berefek terhadap gejala yang sedang diteliti.

Dengan kata lain, pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

Di dalam beberapa penelitian, variabel ini tidak secara eksplisit dinyatakan, namun pada penelitian tertentu yang lebih bersifat eksperimental, pengendalian variabel ini merupakan hal yang cukup krusial.

Hal ini biasanya dilakukan untuk mengurangi kerumitan atau kompleksitas permasalahan yang tengah diteliti.

Selain dipakai dalam penelitian eksperimental, variabel kontrol juga sering digunakan oleh para peneliti ketika melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

Contoh variabel kontrol sebagai berikut:

“Pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa”.

Padsa kalimat di atas, dapat kita ketahui bahwa varibel bebasnya adalah “metode mengajar”.

Sedangkan variabel terikatnya adalah “prestasi belajar siswa”.  Variabel kontrol yang ditetapkan sama adalah mata pelajaran yang sama, sebagai contoh pada pelajaran kimia.

Dengan adanya penetapan variabel kontrol di atas, maka besarnya pengaruh metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa dapat kita ketahui lebih pasti.

d. Variabel Moderator (Moderator Variabel)

jenis variabel moderatorsumber: ayo-nambah-ilmu.blogspot.co.id

Variabel moderator adalah variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel moderator ini disebut pula dengan istilah variabel independen ke dua menurut Sugiyono (2010:39).

Secara definisi variabel yang satu ini hampir sama dengan variabel kontrol, namun perbedaannya adalah bahwa pengaruh variabel itu tidak dihilangkan atau dinetralisir akan tetapi bahkan malah diperhitungkan atau dianalisis .

Contoh variabel Moderator: hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar akan semakin kuat apabila didukunf dengan IQ yang tinggi, dan hubungan semakin rendah jika IQ kurang.

e. Variabel Antara (Intervening Variabel)

jenis variabel antarasumber: ayo-nambah-ilmu.blogspot.co.id

Variabel Intervening atau sering juga disebut sebagai variabel antara merupakan variabel yang secara teoritis berpengaruh pada hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat menjadi hubungan yang tak langsung dan tidak dapat untuk diukur dan diamati.

Variabel ini adalah variabel penyela ditengah-tengah varibel bebas dan terikat, sehingga varibel bebas tak langsung akan mempengaruhi berubahya atau timbulnya variabel terikat.

Contohnya dari variabel antara: Tinggi rendahnya pendapatan seseorang secara tidak langsung dapat mempengaruhi usia harapan hidup, namun jelas hal ini atas kehendak Allah.

Dikatakan tidak langsung karena tingkat pendapatan seseorang biasanya akan berpengaruh langsung kepada gaya hidupnya, sedangkan gaya hidup biasanya akan berpengaruh secara langsung terhadap usia harapan hidup seseorang.

Dengan demikian, maka diantara variabel pengaruh tingkat pendapatan terhadap usia harapan hidup ada variabel antaranya. Variabel antara tersebut yaitu variabel gaya hidup.

Sedangkan antara variabel gaya hidup dengan  variabel tingkat pendapatan terdapat variabel moderator, yaitu budaya lingkungan tempat tinggal (sugiyono, 2010:40).

Agar kita dapat menentukan kedudukan antara variabel bebas, kontrol, terikat, moderator, variabel antara atau variabel yang lainnya, amak kita harus mampu melihat konteksnya dengan dilandasi konsep teoritis yang mendasari ataupun dari hasil pengamatan empiris.

Oleh sebab itu, sebelum peneliti memilih variabel penelitian apa yang hendak diteliti, maka perlu bagi peneliti untuk melakukan kajian teoritis, dan melakukan studi terlebih dahulu pada objek yang hendak diteliti.

Jangan sampai terjadi penyusunan rancangan penelitian dibelakang meja, dan tanpa tahu permasalahan yang ada di objek penelitian. sering dijumpai rumusan masalah tersebut dibuat tanpa melalui studi pendahuluan ke objek penelitian.

Alhasil, setelah dirumuskan, ternyata masalah itu tidak menjadi masalah pada objek penelitian. Setelah masalah berhasil untuk dipahami dengan jelas dan dilakukan pengkajian secara teoritis, maka penelitian dapat menentukan variabel-variabel penelitiannya.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai variabel penelitian, mulai dari pengertian, macam, dan ciri-cirinya. Semoga dapat menambah wawasan kita.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: