Lulus Langsung Kerja Part. 2

Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,

 

Halo, apa kabar teman-teman pembaca?

Semoga hari kalian selalu menyenangkan ya,

Mungkin ada beberapa masalah yang membuat kalian merasa berat dan tidak nyaman, tetapi percayalah pasti ada hikmah di setiap cobaan yang Allah datangkan kepada teman-teman semua.

Jadi kamu harus tetap semangat menghadapi masalah-masalah yang ada.

Baiklah, kali ini saya akan melanjutkan tulisan saya mengenai pengalaman pribadi yang kemarin sempat terputus. Untuk yang belum sempat membaca part pertamanya bisa baca di sini, ‘Lulus Langsung Kerja Part. 1

Maklum-lah ya, karena saya juga harus mengerjakan beberapa kegiatan lainnya yang sudah terjadwal sedemikian rupa.

Baik, mari kita lanjutkan kisah masa lalu perjalanan hidup saya yang berjudul ‘Lulus Langsung Kerja’ yang sudah memasuki part kedua ini.

Nyaris Bung…

Usai panitia mengabsen kami, maka rombongan kami-pun langsung diinstruksikan oleh panitia penyelenggara untuk segera berbaris membuat antrian.

Tahap seleksi pertama segera dilakukan. Tahap pertama adalah tahap pengukuran tinggi badan. Satu tahap yang paling saya khawatirkan, karena tinggi badan saya yang berbeda tipis dengan batas minimal tinggi badan yang disyaratkan.

Satu per-satu peserta mulai melepaskan sepatu mereka. Hal ini disyaratkan untuk menghindari kecurangan yang mungkin terjadi. Jadi, para pelamar kerja diukur tinggi badannya tanpa mengenakan sepatu.

Beberapa teman dari rombongan sekolah saya sudah mulai diukur tinggi badannya. Satu per-satu dari mereka langsung lolos begitu saja. Hingga tiba waktunya giliran saya. Suatu hal yang cukup mendebarkan bagi saya.

Si panitia meminta saya berdiri di tempat yang sudah disediakan. Saya berdiri dengan punggung dekat ke arah tembok. Kemudian panitia meminta saya untuk menegapkan badan.

Setelah itu, panitia menarik ke bawah stature meter yang menempel di tembok. Kemudian ditempelkan tepat di atas kepala saya untuk memastikan tinggi badan saya tidak kurang dari batas minimal yang sudah ditentukan.

What is Stature Meter?

sumber: aliexpress.com

Oh ya, apa kamu tahu apa itu Stature Meter? mungkin beberapa dari kamu ada yang merasa asing dengan istilah Stature Meter.

Baiklah kalau begitu akan saya jelaskan sedikit mengenai Stature Meter.

Stature Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian yang ditempelkan pada tembok atau benda tegap lainnya. Biasanya Stature Meter digunakan untuk mengukur ketinggian manusia, atau obyek dengan ketinggian antara 0-200 cm.

Stature Meter Menggunakan sistem roll, sehingga dapat menggulung dengan sendirinya ketika dilepaskan.

sumber: tribunnews.com

Baik, mari kita lanjutkan kembali cerita pengukuran tinggi badan yang dilakukan oleh panitia. Kasihan kan, kalau panitianya dibiarkan menunggu lama.

Saya benar-benar merasa tegang ketika itu.Dan benar saja, tinggi badan saya tercatat hanya 163 cm. Tepat pada tinggi badan minimal yang disyaratkan.

Tetapi Alhamdulillah, yang penting kan lolos. Kebanyakan peserta berhasil melewati tahap yang pertama ini.

Yah maklum-lah, sebelumnya kan mereka juga sudah diukur tinggi badannya di sekolah mereka masing-masing. Termasuk saya sendiri. Hehe.

Setelah semuanya diseleksi dan hampir semuanya dinyatakan lolos tahap pertama, maka kami-pun segera digiring masuk menuju aula utama kampus UPS. Kami mempersiapkan diri untuk mengikuti tahap selanjutnya.

Tahap selanjutnya ini dinamakan tahap psikotest. Ada berbagai macam jenis tes dengan berbagai macam soalnya yang berbeda. Pertama melihat lembar soalnya, saya menganggap tes ini cukup asing. Karena memang selama di sekolah, saya tidak pernah menjumpai tes semacam ini.

Tetapi Alhamdulillahnya, saya sudah mempelajari soal-soal tersebut beberapa hari sebelumnya dengan cara browsing bertanya kepada mbah Google.

Dan wow! Jenis soalnya memang mirip, bahkan ada beberapa yang sama persis.

Nah inilah dia beberapa tes yang harus saya hadapi ketika psikotest:

1. Tes Kraeplin

Saya diberikan selembar kertas dengan ukuran yang cukup lebar, di dalamnya berisi deretan angka dari atas hingga bawah.  Dalam satu deretan hanya ada satu digit angka antara angka 0 hingga angka 9 tetapi angka-angka tersebut terlihat acak dan tidak berurutan.

Kami harus menjumlahkan antara satu angka dengan satu angka yang ada di bawahnya. Kemudian menulis hasil jumlah kedua angka tersebut pada spasi yang ada di sebelah kanan diantara kedua angka tersebut. Apabila hasil penjumlahan antara dua angka tersebut lebih dari 10, maka cukup menulis satu digit huruf terakhirnya saja.

Sebagai contoh, angka yang di atas adalah 7, kemudian angka yang di bawahnya adalah 6. Maka hasil jumlah dari kedua angka tersebut adalah 13. Dengan begitu cukup menulis dengan angka 3 saja pada spasi yang ada di sebelah kanan diantara kedua angka tersebut

Supaya lebih jelas, seperti inilah kurang lebihnya bentuk lembar tes kraeplin yang sering dijumpai.

sumber: psikotes9.blogspot.co.id

Proses penjumlahan dilakukan dengan memperhatikan komando dari panitia penyelenggara. Panitia akan memberikan kode dengan mengetukkan jari pada mic. Setiap ketukan, maka penjumlahan angka harus berpindah ke angka di deretan sebelah kanannya.

Hal ini dilakukan secara terus menerus hingga deretan angka terakhir yang ada di bagian paling kiri lembar soal-pun telah berhasil dijumlahkan.

Sistem pengerjaan tes semacam ini memerlukan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi secara bersamaan. Jadi, kalau kamu natinya akan menghadapi tes semacam ini. Saya sarankan untuk banyak berlatih beberapa hari sebelumnya.

2. Tes Wartegg

Secara bahasa, tes ini adalah tes yang familiar ditelinga orang Indonesia. Tetapi jangan salah paham, penemu tes ini bukan orang Tegal ya. Tes ini merupakan tes yang dikembangkan oleh seorang psikolog Austro-Jerman, Ehrig Wartegg pada tahun 1920-an dan 1930-an.

Jadi Tes Wartegg itu seperti ini,

Saya dihadapkan dengan selembar kertas yang sudah ada 8 gambar kotak-kotak dengan ukuran yang sama besar. Di masing-masing kotak terdapat beberapa garis, di kotak lainnya ada titik-titik, dan di titik yang lainnya terdapat beberapa gambar lengkungan.

Kurang lebih seperti inilah lembar kertas Tes Wartegg.

sumber: boesta.wordpress.com

Masing-masing kotak mempunyai bentuk goresan dan titik yang berbeda-beda. Kami diinstruksikan untuk menggambar sesuatu pada masing-masing kotak dengan bentuk terserah sesuai imajinasi kami.

Setiap kotak di beri angka sesuai urutan keberapa kami mulai menggambar kotak tersebut. Kamu dituntut untuk mengembangkan kreatifitas  apabila ingin mengerjakannya.

Sekedar saran saja, apabila kamu menghadapi tes semacam ini, maka sesuaikan bentuk gambarmu dengan goresan awal yang sudah ada pada kotak.

Misalnya kamu ingin mengerjakan kotak dengan goresan awal garis-garis melintang. Maka cobalah untuk mengembangkannya dengan bentuk benda yang dominan garis-garis lurus pula. Seperti membuat bangunan-bangunan gedung atau benda-benda yang terbentuk dari garis-garis tegas.

Oh ya, untuk urutannya, usahakan jangan terlalu berurutan dari angka 1 sampai 8. Tetapi juga jangan terlalu acak. Buatlah beberapa kotak yang sedikit acak. Tetapi juga ada beberapa kotak yang pengerjannya berurutan.

3. Tes Logika Penalaran

keterangan: titianbakat.com

Tes yang satu ini menurut saya mirip-mirip dengan tes IQ. Ada beberapa lembar soal dengan beberapa gambar bangun dengan bentuk tertentu. Kami dituntut untuk menganalisa pola-pola perubahan yang terjadi.

Kemudian kami akan ditujukan pada pilihan ganda untuk memilih bentuk-bentuk yang paling tepat setelah kami menganalisa bentuk perubahannya.

Tak hanya bentuk suatu bangun saja, ada beberapa angka dengan deretan aritmetika yang harus dianalisa. Setelah mengetahui rumusnya, maka kami harus memilih pilihan ganda yang paling tepat dari kelanjutan urutan angka yang ada pada soal.

4.Tes Menggambar Orang dan Tes Menggambar Pohon

Kami diberikan selembar kertas gambar kosong, kemudian kami diinstruksikan untuk menggambar bentuk manusia. Sebenarnya ini tes yang sedikit Kontroversial bagi saya karena sesuatu hal.

Juga harus di terangkan mengenai nama, apa yang sedang dikerjakan, usia, sifat baik, dan sifat buruk orang pada gambar tersebut.

Ketika itu saya memilih untuk menggambar manusia yang mengenakan wearpack, mengenakan topi, bersepatu, dan kedua tangannya memegang knalpot.

Saya sengaja memilih tema tersebut karena memang perusahaan yang saya lamar adalah sebuah perusahaan otomotif. Saya yakin mereka pasti sudah sangat paham dan familiar dengan apa yang saya gambarkan.

Berikut ini contoh gambar manusia:

sumber: utakatikotak.com

Kemudian kami kembali diinstruksikan untuk menggambar pada kertas di bagian yang masih kosong yang berada di balik gambar manusia tersebut.

Kali ini kami harus menggambar pohon. Pohon yang digambar haruslah pohon yang berkambium. Tidak diperbolehkan untuk menggambar pohon pepaya, pohon pisang, ataupun pohon bambu.

Ketika itu saya memilih menggambar pohon nangka, lengkap detail dari akar, batang, dahan, ranting, daun, bahkan hingga buahnya.

3. Tes Terakhir Yaitu Tes EPPS (Edward Personal Preference Schedule)

Tes ini adalah tes yang akan membuat orang yang suka ragu menjadi galau. Kenapa saya bilang seperti itu, karena memang sekilas tes yang satu ini terlihat membingungkan.

Kamu harus memilih salah satu kalimat pernyataan diantara dua kalimat pernyataan yang disediakan. Terkadang antara pernyataan A dan pernyataan B semuanya sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Berikut ini salah satu lembar soal pada Tes EPPS:

sumber: slideshare.net

Apabila kamu menghadapi tes semacam ini, maka jawablah dengan cara memilih salah satu kalimat pernyataan yang kamu rasa paling penting atau paling kamu prioritaskan.

 

 

 

Loading…

 

Nah itulah dia beberapa psikotest yang pernah saya hadapi, ketika melamar kerja. Sebenarnya kelanjutan dari cerita tersebut masih panjang. Tetapi lagi-lagi karena keterbatasan waktu, jadi saya belum bisa menceritakannya secara lengkap.

Untuk kisah pribadi saya yang berjudul ‘Lulus Langsung Kerja’ di part yang kedua ini saya cukupkan dulu ya. Tidak baik juga kalau terlalu panjang.

Capek ngetiknya. Hehe.

Nantikan untuk part ke. 3-nya Insya Allah akan saya kerjakan dalam waktu dekat ini.

 

Wassalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

 

Baca Juga:

2 pemikiran pada “Lulus Langsung Kerja Part. 2

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: