Hari Sumpah Pemuda | Antara Sejarah, Perjuangan, & Kids Jaman Now

Hari Sumpah Pemuda –¬†Sebagaimana kita ketahui, hari sumpah pemuda adalah peristiwa yang sangat bermakna bagi siapapun pemuda yang peduli dengan sejarah perjuangan nenek moyangnya. Perjuangan oleh para ksatria yang heroik sangat pantas dijadikan sebagai teladan setiap pemuda di Nusantara.

Video Sejarah Sumpah Pemuda

Jiwa muda itu senantiasa berkobar…

Selalu bersemangat untuk menjunjung tinggi martabat bangsa…

Jiwa muda itu tak pernah kenal lelah menghalau segala rintangan yang menghadang…

Kala itu, para pemuda tak hanya basah dengan tetesan keringat…

Tetapi cucuran darah yang mengalir deras tanda pengorbanan tulus para pahlawan bangsa.

Ada Apa dengan Kids Jaman Now ?

sumber: tekno.tempo.co

Hari ini…

Detik ini…

Saat sekarang ini…

Keadaan tak lagi sama bak siang dan malam…

Tidak ada pertempuran,

tidak ada peperangan,

dan tak ada lagi teriakan pembangkit semangat untuk merongrong serdadu musuh.

Senada dengan semakin berkembangnya ilmu teknologi dan komunikasi, para pemuda di era digital ini lebih fokus dalam membangun modernitas untuk menghadapi globalisasi. Tentu saja hal ini mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat secara umum.

Namun, bak pisau yang bermata dua. Di mana ada sumur di sanalah akan ada comberan. Senada dengan semakin berkembangnya teknologi dan modernitas yang ada, hal yang mengkhawatirkan-pun mulai tampak.

Hal itu adalah kemerosotan moral, dan semakin redahnya adab yang diperlihatkan oleh para generasi milenial. Busana yang dikenakan seolah mengikuti trend. Namun pada kenyataannya, tanpa sadar mereka kian membenamkan budaya bangsa yang terkenal dengan kesopanan dan adab luhurnya.

Caci maki sangat mudah dijumpai di media sosial. Tidak peduli siapa yang berucap. Tua, muda, kaya, miskin, pejabat, terlebih rakyat biasa. Semua orang tidak aman dari celotehan pedas. Bak pisau yang merobek hati. Seolah tak lagi tersisa kebaikan yang dahulu pernah dijumpai.

Tak ada lagi ruang untuk seseorang selamat dari ucapan yang menyulut emosi. Sungguh kemerosotan moral yang dapat memicu pertikaian yang frontal. Anarkisme sangat mudah terjadi karena kebencian yang terakumulasi tanpa pernah dikurangi.

Nasihat dari Pemuda untuk Pemuda

sumber: merahputih.com

Wahai generasi muda. Ingatlah dengan jasa-jasa para pendahulumu. Mereka berjuang mengusir penjajah. Mengusir bangsa kolonial yang tak berperikemanusiaan.

Demi kalianlah mereka menumpahkan darah!

Lantas, siapa yang sebenarnya hendak kalian tiru?

Apakah para penjajah itu?

Orang-orang tidak tahu diri yang menguras kering keringat kakek buyutmu?

Apakah para penjajah itu?

Yang merampas harta leluhurmu tanpa tahu permisi dahulu?

Apakah para penjajah itu?

Pelaku kejahatan yang menembaki rakyat jelata yang tak berdosa?

Kembalilah wahai pemuda…

Kembalilah kepada pangkuan ibu pertiwi…

Kembalilah pada budaya sopan santun yang penuh dengan akhlak surgawi…

Kembalilah untuk saling menopang dan kerja keras saling bersinergi…

Kembalilah… dan tunjukkan bahwa Kita bisa melakukan kerja mandiri…

Berdiri di atas kaki sendiri…

Mungkin semua itu tak mudah…

Tetapi, sebagaimana para leluhur yang tak pantang menyerah…

Mereka berjuang demi kemerdekaan bahkan hingga 10 generasi…

Mungkin mereka telah tiada…

Tapi darah itu…

Darah pejuang itu…

Masih terus mengalir di dalam nadi setiap dari kita…

Berjuanglah wahai pemuda…

Buatlah perjuanganmu sendiri…

Tumpaslah hawa nafsumu…

Lakukanlah yang terbaik untuk bangsa ini…

Lakukanlah perubahan untuk Indonesia…

Indonesia yang lebih bermoral…

Indonesia yang bermartabat…

Dan Indonesia yang mandiri.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: