Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, Deskriptif, hingga Eksposisi Adalah

Di bawah ini akan saya jelaskan mengenai Contoh Paragraf Deduktif, Induktif, dan Campuran di dalam Bahasa Indonesia.

Paragraf adalah rangkaian dari beberapa kalimat yang saling terjalin dan saling berhubungan, di mana di dalamnya terdapat sebuah gagasan pokok atau topik utama yang sedang dibahas.

Pembagian Paragraf Berdasar Letak Gagasan Pokoknya

macam-macam paragrafsumber: pixabay.com

Ada berbagai macam jenis paragraf di dalam tata bahasa Indonesia. Di antara berbagai macam paragraf. Ditinjau dari letak gagasan utamanya, paragraf dibagi menjadi 3.

3 Jenis paragraf tersebut yaitu Paragraf Deduktif, Paragraf Induktif, dan Paragraf Campuran.

1. Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah
sumber: hijapedia.com

Paragraf Deduktif adalah sebuah paragraf di mana kalimat utamanya terletak di awal Paragraf. Pada umumnya, Paragraf Deduktif diawali dengan pernyataan yang bersifat umum yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan-penjelasan yang lebih khusus pada kalimat selanjutnya.

Karena Paragraf deduktif ini dikembangkan dari suatu pernyataan yang umum, maka pola kalimatnya pada Paragraf Deduktif mempunyai alur dari umum ke khusus.

Ciri dan Contoh Kalimat Paragraf Deduktif

Contoh Kalimat Paragraf Deduktif
sumber: graduate650.gq

a. Letak kalimat utama berada di awal paragraf
b. Susunan kalimat diawali dari pernyataan secara umum yang kemudian disusul dengan penjelasan-penjelasan yang lebih detail di paragraf selanjutnya.

Contoh dari Paragraf deduktif sebagai berikut:

Kemacetan merupakan hal yang dianggap biasa di Jakarta. Kemacetan tersebut disebabkan oleh berbagai macam faktor di antaranya.

Pertama, semakin bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta yang tidak diimbangi dengan perluasan jalan. Kedua, kurangnya kesadaran para pengendara untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang sudah dicanangkan oleh pemkot.

Ketiga, Banyaknya tempat-tempat yang dapat menganggu lalu lintas dengan berbagai macam faktor, seperti rel kereta api, pasar, pedagang kaki lima, halte yang tidak difungsikan, hingga banjir yang tak pernah absen menyambangi kota Jakarta di setiap tahunnya.

Yang terakhir, Kurang tegasnya aparat yang berwenang dalam menindak para pelanggar lalu lintas

2. Paragraf Induktif

contoh paragraf induktif
sumber: ikon.mn

Paragraf Induktif adalah paragraf ayang kalimat utamanya terletak di bagian akhir Paragraf. Paragraf Induktif ini diawali dengan kalimat-kalimat penjelas.

Kalimat penjelas ini yang membahas mengenai contoh-contoh, fakta, rincian khusus, hingga bukti-bukti yang kemudian akan disimpulkan atau digeneralisasikan ke dalam sebuah kalimat yang terletak pada akhir Paragraf.

Jadi, pola kalimat pada paragraf Induktif ini dikembangkan dari pola khusus ke umum.

A. Ciri-ciri Kalimat Paragraf Induktif

Kalimat Paragraf Induktif
sumber: pengertianilmu.com

a. Dimulai dengan penjelasan-penjelasan khusus.
b. Dilanjutkan dengan digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan berdasarkan penjelasan-penjelasan khusus yang telah diterangkan pada kalimat-kalimat sebelumnya.
c. Kesimpulan yang merupakan kalimat utama diletakkan pada akhir Paragraf.

B. Jenis dan Contoh Paragraf Induktif

Jenis dan Contoh dari Paragraf Induktif
sumber: Bankrate.com

Paragraf Induktif terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:

a. Analogi

paragraf Analogisumber: alriyadh.com

Berikut ini paragraf induktif yang menggunakan topik analogi:

Belajar di masa tua membutuhkan usaha yang lebih keras karena daya tangkap yang dimiliki oleh otak pada masa ini sudah sangat menurun.

Bahkan motivasi yang dimiliki oleh orang-orang di usia inipun sudah melemah karena banyaknya hal yang dipikirkan. Itulah salah satu alasan mengapa dikatakan belajar di waktu tua bagaikan menulis di atas air.

b. Perbandingan
Perbandingan paragraf
sumber: theodysseyonline.com

Berikut ini paragraf induktif yang menggunakan topik perbandingan:

Andi suka menolong semua orang. Dia ramah kepada siapa saja. Berbeda halnya dengan adiknya Anto yang usil dan suka menjahili orang.

Anto terkenal dengan kenakalannya dibandingkan dengan prestasinya. Itulah salah satu penyebab mengapa kedua saudara ini mendapat perlakuan beda dari teman-temanya.

c. Generalisasi

Generalisasisumber: pixabay

Usai ujian anak-anak di koreksi oleh sang guru, ternyata nilai mereka berbeda-beda. Sebanyak 20 siswa berhasil mencapai nilai yang melebihi standar kelulusan.

10 siswa sisanya mendapat nilai tepat sesuai dengan standar kelulusan, dan tak seorangpun yang mendapat nilai dibawah standar. Bisa dikatakan kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut cukup berhasil.

d. Sebab-akibat
Sebab dan akibat
sumber: energyin.gr

Sekarang sudah masuk musim penghujan. Banyak sampah yang menumpuk karena seringnya kita membuang sampah secara sembarangan.

Terlebih lagi dasar sungai-pun semakin dangkal karena tumpukan sampah yang telah mengendap. Oleh karena itu, tidak heran apabila banjir selalu datang di setiap hari.

3. Paragraf Campuran

sumber: casinodelille.com

Paragraf Campuran adalah Paragraf yang diawali dengan kalimat utama, kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat penjelas yang kemudian diakhiri dengan kesimpulan di bagian akhir paragraf.

Jadi, paragraf campuran memiliki 2 kalimat utama.

Ciri-ciri Paragraf Campuran

Ciri dari Paragraf Campuran
sumber: lbdz.tk
  1. Paragraf campuran memiliki kalimat utama di awal paragraf yang kemudian ditegaskan kembali di akhir paragraf
  2.  Adanya variasi atau pengulangan pada beberapa kata kunci atau keyword di awal dan akhir paragraf.

Contoh Paragraf Campuran

Contoh dari Paragraf Campuransumber: pixabay.com

Di bawah ini akan saya terangkan contoh dari paragraf campuran:

Manusia merupakan makhluk sosial. Setiap pekerjaan di setiap harinya, kita membutuhkan bantuan dari manusia lainnya.

Sebagai contoh, ketika kita hendak makan kita membutuhkan kerja petani yang telah menanam padi yang nantinya masih diproses lagi oleh orang lain untuk menjadi nasi.

Untuk lauk ikan misalnya, kita membutuhkan nelayan yang berlayar di laut dan menangkapnya. Segala aspek di dalam kehidupan kita tidak akan pernah luput dari bantuan orang lain.

Bahkan ketika kita sudah mati-pun kita masih membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mengkafani dan menguburkan. Oleh karena itu, kita tidak ditakdirkan untuk hidup sendiri tanpa orang lain.

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman demi keberlangsungan hidupnya. Binatang bertahan hidup dengan cara mencari rumput, tumbuhan, atau berburu makanan yang bisa mereka jumpai di alam liar.

Begitu juga dengan tumbuhan dan manusia yang memerlukan makan dan minum demi pertumbuhan keberlangsungan hidupnya.

Seluruh makhluk hidup akan mati tidak akan mampu bertahan hidup apabila tidak terpenuhi kebutuhan secara biologisnya. Jadi, tumbuhan, binatang hingga manusia memerlukan makanan dan minuman untuk tetap bertahan hidup.

Pembagian Jenis Paragraf Berdasarkan Jenis Kalimatnya

Pembagian Jenis Paragraf Berdasarkan Jenis Kalimat
sumber: Jesserific.com

Setelah kita membahas pembagian paragraf  berdasarkan letak gagasan pokoknya, selanjutnya saya akan membahas secara singkat mengenai kalimat dan paragraf berdasarkan jenis kalimatnya.

Berdasarkan jenis kalimatnya, paragraf ini di bagi menjadi 5, yaitu sebagai berikut:

1. Paragraf Argumentasi

argumentasi
sumber: linkedin.com

Paragraf argumentasi adalah sebuah paragraf yang berisi banyak argumentasi atau pendapat. Biasanya paragraf argumentasi ini akan diselipi dengan bukti untuk lebih menguatkan argumen yang diutarakan.

Biasanya paragraf ini berisi pendapat pribadi secara subyektif sesuai sudut pandang penyampai gagasan.

Ciri-ciri Paragraf Argumentasi

Ciri dari Paragraf Argumentasi
sumber: newslab.org

Ada beberapa ciri-ciri dari Paragraf Argumentasi, diantaranya sebagai berikut:

  1. bersifat nonfiksi atau ilmiah
  2. Bertujuan untuk meyakinkan pembaca agar teori dan pernyataan yang disampaikan di dalam paragraf dapat diterima para pembaca
  3. Untuk lebih meyakinkan pembaca, biasanya akan dilampirkan pula bukti seperti gambar, tabel, data dan lainnya
  4. Biasanya ditutup dengan kesimpulan

Paragraf Argumentasi sendiri terbagi menjadi 2 macam pola, yaitu pola sebab-akibat dan sebaliknya, yaitu pola akibat-sebab.

Pola sebab-akibat tersusun dari sebuah peristiwa atau permasalahan yang dianggap sebagai sebab, kemudian mengalir menuju pada kesimpulan yang dianggap sebagai akibat.

Sedangkan pola akibat-sebab mempunyai alur yang berbanding terbalik. Struktur paragrafnya diawali dari pembahasan yang dianggap sebagai akibat yang kemudian dilakukan pembedahan lebih mendalam mengenai sebab-sebabnya.

2. Paragraf Deskriptif

contoh Paragraf Deskriptif
sumber: businessinsider.com

Paragraf deskriptif adalah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan suatu hal secara mendetail.

Para pembacanya dapat membayangkannya dengan jelas, di mana si pembaca seolah-olah melihat, mendengar atau bahkan merasakan apa yang telah disampaikan di dalam paragraf tersebut.

Ciri-ciri Paragraf Deskriptif

contoh Paragraf Deskriptif
sumber: Futuready.com
  1. Menggambarkan sebuah objek secara detail, baik berupa tempat, sifat, atau benda
  2. Berusaha menerangkan sejelas mungkin kepada para pembaca apa yang dimaksud.

Paragraf deskriptif sendiri dapat dibagi menjadi 3 macam pola, yaitu paragraf deskriptif objektif, paragraf deskriptif subjektif dan paragraf deskriptif spasial.

Berikut ini kami cantumkan pula cara menulis paragraf deskriptif versi video, agar lebih mudah untuk dimengerti:

3. Paragraf Eksposisi

contoh Paragraf Eksposisi
sumber: materi4belajar.blogspot.co.id

Berbeda halnya dengan dua jenis paragraf sebelumnya yang hanya menjelaskan tentang pembahasan tanpa konflik. Paragraf eksposisi justru lebih sering digunakan untuk menjelaskan konflik atau permasalahan-permasalahan.

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berisi tentang penjelasan sebuah masalah, di mana sang penulis berusaha untuk menjelaskan detail dan runtutan masalahnya sehingga pembaca dapat memahami dengan baik akan masalah yang tengah disampaikan oleh penulis.

4. Paragraf Persuasif

contoh Paragraf Persuasif
sumber: Irfansyahputra.com

Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan untuk membujuk, mempengaruhi dan meyakinkan pembaca agar melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan apa yang dituliskan di dalam paragraf tersebut.

Biiasanya isi paragraf ini dilengkapi dengan bukti untuk meyakinkan pembaca. Biasanya paragraf jenis ini digunakan untuk iklan atau promosi barang maupun suatu objek tertentu.

5. Paragraf Naratif

contoh Paragraf Naratif
sumber: medium.com

Paragraf Naratif adalah paragraf yang disusun sesuai dengan runtutan waktu suatu kejadian atau peristiwa. Hal yang biasanya diceritakan oleh paragraf jenis ini merupakan cerita nyata atau karangan yang mengisahkan kehidupan.

Banyak paragraf naratif yang disusun menjadi cerpen atau cerita lain dengan berbagai macam alur yang meanarik.

Nah demikianlah jenis-jenis paragraf dengan penjelasan dan contoh-contohnya. Mulai dari Paragraf Deduktif, Paragraf Induktif, dan paragraf campuran. Semoga dapat menjadi referensi dan inspirasi dalam mengerjakan tugas.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: