Alat Serpih, Kjokkenmoddinger, dan Sarkofagus di Zaman Prasejarah

ALAT SERPIH – Zaman Prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan. Pada zaman ini belum ditemukan bukti-bukti adanya peninggalan yang berupa prasasti atau barang bertulisan lainnya. Di zaman prasejarah, hanya ditemukan benda untuk kehidupan sehari-hari seperti alat serpih, dan lainnya.

Peralihan dari zaman parasejarah ke zaman sejarah tidak terjadi serentak secara bersama-sama di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena perkembangan peradaban di masing-masing wilayah yang variatif. Zaman prasejarah sering disebut juga dengan zaman praaksara.

Ditinjau dari hasil penelitian hingga saat ini, peradaban pertama yang mengenal tulisan adalah di wilayah Sumeria di Mesopotamia dan Mesir kuno. Tempat ini selalu dikenang sebagai salah satu tempat dengan sejarah besar di masa lampau.

Bangsa Sumeria dan Mesir kuno sudah mengenal tulisan semenjak awal Zaman Perunggu. Padahal bangsa lainnya baru mengenal tulisan setelah datangnya Zaman Besi.

Alat Serpih

contoh alat serpih
sumber: wacana.co

Alat serpih adalah barang yang digunakan sebagai alat untuk mempermudah berbagai macam pekerjaan pada masa prasejarah.

Alat serpih di dalam bahasa Inggris disebut dengan flake tool. Di Indonesia dan beberapa wilayah lainnya di kawasan Asia Tenggara sendiri, alat serpih ditemukan bersama dengan kapak perimbas dan beberapa alat batu masif yang lain.

Para ilmuwan mengidentifikasi bahwa, alat serpih adalah alat yang digunakan mulai dari masa palaeolitikum atau zaman batu tua dan terus berlanjut hingga masa berikutnya.

Pada umumnya, alat serpih terbuat dari batu, walaupun terkadang benda atau barang legendaris ini juga terbuat dari bahan lainnya. Sebagai alat yang kuno, cara penggunaan alat serpih dilakukan dengan menggunakan tangan.

Pembuatan alat serpih dilakukan dengan cara membelah batu berukuran cukup besar yang kemudian dipecah dan dibentuk menjadi serpihan-serpihan tajam, namun mudah untuk dipegang.

Alat serpih merupakan salah satu alat yang paling banyak ditemukan di antara peninggalan-peninggalan prasejarah lainnya.

Ditemukan alat serpih di Gua Tabon yang masuk dalam Wilayah Kepulauan Palawan, Filipina dan di Gua Niah yang masuk dalam Taman Nasional Niah, Serawak, Malaysia.

Alat serpih tersebut diperkirakan telah digunakan di dalam kurun waktu sekitar 40.000 hingga 30.000 tahun yang lalu, yaitu pada tingkat Plestosen akhir.

Sementara itu penemuan alat serpih di beberapa wilayah di Kepulauan Indonesia bahkan menunjukan masa yang lebih tua, tepatnya pada tingkat Plestosen awal.

Diduga era alat serpih adalah sebuah zaman tersendiri dan era ini terjadi tidak dengan kebetulan. Alat-alat serpih yang ditemukan oleh para arkeolog biasanya memperlihatkan benda yang sudah diproses dan dibentuk, di mana alat ini mempunyai bentuk kerucut yang jelas.

 Alat Serpih di Indonesia

macam-macam alat serpih
sumber: pinterest.com

Di wilayah Kepulauan Indonesia sendiri, alat-alat serpih dari zaman prasejarah ini ditemukan di berbagai daerah, seperti di Sangiran dan Gombong Provinsi Jawa Tengah, Punung dan Ngandong Provinsi Jawa Timur.

Di luar Pualu Jawa, alat serpih ditemukan di Mengeruda di Pulau Flores, Budaya Toalian Pulau Sulawesi, di Sangadat, Wilayah Gasi Liu di Timor, di samping alat serpih juga ditemukan di pulau Sumatera, tepatnya di Lahat (Sumatra Selatan).

Alat serpih yang ditemukan di lembah kali Baksoko di daerah Punung (Jawa Timur) merupakan salah satu penemuan terpenting dalam Budaya Pacitan.

Penemuan barang prasejarah tersebut merupakan salah satu penemuan barang prasejarah terbesar yang pernah ada. Di samping alat serpih, di tempat ini diemukan pula kapak genggam, kapak perimbas, dan kapak penetak.

Penemuan-penemuan ini memiliki kemiripan dengan penemuan barang prasejarah di beberapa daerah lainnya. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kemungkinkan telah terjadi migrasi sejak zaman prasejarah ini.

Beberapa situs barang-barang prasejarah penting lainnya berada di Goa Tabon, Gua Niah terdapat pula di Fingnoian-Thailand, Anyathian di Burma, Tampanian di Semenanjung Malaysia, dan yang terakhir terdapat di Lembah Cagayan yang sering disebut dengan sebutan Cabalwanian-Filipina.

Selain di Asia Tenggara, terdapat pula di wilayah lain di Asia, seperti situs Soanian, Lembah Soan di Pakistan, Chouckoutenian di Cina Utara.

Situs peninggalan prasejarah juga ditemukan di benua yang lain seperti Eropa, Amerika, dan Afrika.

Bentuk Alat Serpih

alat serpih tombak
sumber: wacana.co

Bahan dasar batu biasa digunakan oleh manusia prasejarah untuk berbagai macam keperluan. Biasanya mereka akan membentuknya terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.

Beberapa peninggalan prasejarah yang dulunya pernah digunakan oleh manusia pra aksara ini seperti batu penetak, kapak genggam, perimbas, atau kapak lonjong, kapak persegi. Tetapi menariknya, alat serpih menunjukan karakteristik alat yang khusus sengaja dibentuk.

Maksudnya adalah bahwa, alat serpih ini dibuat bukan dari bekas serpihan hasil pembuatan alat-alat lainnya. Alat serpih ini sengaja dibentuk menggunakan batu tersendiri, bukan hasil pecahan dari barang yang lain.

Mungkin awalnya alat serpih memang tidak sengaja ditemukan dari hasil pecahan batu lainnya, tapi karakteristik selanjutnya menjunjukan alat serpih adalah bagian dari sebuah proses yang pasti dan memang sengaja diciptakan.

Ditinjau dari bentuknya, beberapa alat serpih terlihat jelas menggunakan teknik pembuatan yang sudah maju di mana desainnya tampak jelas dan sangat fungsional untuk keperluan tertentu. Di mana pembuatannya tersebut menggunakan teknik Pseudo Levallois.

Ditemukan juga pola pangkasan yang dilakukan pada masing-masing sisi dan bidangnya sehingga terciptalah bentuk ujung yang tajam dan berliku.

Fungsi Alat Serpih

manusia prasejarah dengan alat serpih
sumber: ancient-origins.net

Apa yang bisa kita lakukan dengan sepotong batu kecil dengan beberapa sisi-sisinya yang tajam?

Apabila kita fikir secara rasional, maka kita akan berfikir bahwa mungkin alat serpih digunakan sebagai pisau, penyayat, alat serut, pemotong, penghalus, gurdi, pengikis, pengeruk, , penggores, pengerik dan sebagainya.

Namun apabila pertanyaannya untuk kegiatan apa saja alat serpih itu digunakan, tentu saja akan muncul berbagai macam jawaban yang berbeda sesuai kondisional sang penjawab.

Alat serpih dapat digunakan untuk berburu, bertani, membela diri, atau bahkan untuk Dengan menggunakan alat serpih, kita dapat mengambil berbagai macam informasi mengenai kehidupan manusia di masa lampau.

Dengan analisa residu misalnya, kita dapat mendapatkan informasi mengenai apa saja yang dilakuakan manusia menggunakan benda serpih tersebut.

Di samping menggunakan teknik residu, kita juga dapat menganalisa alat serpih dengan teknik re-pas, di mana kita mencoba menempatkan atau menggabungkan kembali pecahan batu ke dalam bentuk aslinya sebelum terpisah atau dipisahkan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana benda ini diciptakan.

Dengan beberapa teknik analisa seperti di atas, maka kita dapat mengetahui bagaimana, mengapa, dan kapan nenek moyang bangsa manusia ini menciptakan alat serpih.

Semua Proses analisa tersebut dilakukan satu per satu oleh para ilmuwan di dalam bidangnya masing-masing untuk mendapatkan gambaran lengkap, tak hanya tentang apa yang mereka lakukan, namun juga apa saja yang ada di sekitar mereka kala itu.

Fungsi alat serpih mulai bergeser dan berkurang seiring ditemukannya alat-alat dengan bahan baku logam dengan perkiraan kemunculannya pada tahun 3.000 Sebelum Masehi.

Zaman Batu

zaman prasejarah di indonesia
sumber: sumber: Majalahbatu.com

Di Indonesia, zaman prasejarah diperkirakan mulai berakhir pada masa awal berdirinya Kerajaan Kutai Kertanegara pada abad ke-5 Masehi. Kerajaan Kutai dianggap sebagai kerajaan yang tak lagi termasuk dalam zaman batu dan sudah mengenal tulisan.

Hal ini dibuktikan dengan diketemukannnya prasasti yang berbentuk Yupa. Prasasti tersebut ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Provinsi Kalimantan Timur.

Zaman batu termasuk dalam cakupan negara prasejarah. Manusia di masa zaman batu ini lebih banyak menggunaqkan peralatannya dari batu. Hal ini terjadi karena manusia di masa itu belum mendapatkan petunjuk untuk dalam mengolah logam menjadi berbagai macam peralatan.

Karena belum adanya catatan tertulis di zaman prasejarah, maka beberapa keterangan mengenai zaman prasejarah diperoleh melalui bidang keilmuan lainnya seperti astronomi, paleontologi, geologi, biologi, antropologi, dan arkeologi.

Artinya, pengumpulan bukti tanda-tanda kehidupan di zaman ini diperoleh melalui artefak-artefak yang ditemukan di area penggalian situs prasejarah.

Zaman Batu dibagi lagi menjadi berbagai fase. Ada Paleolitikum, Mesolitikum, Megalitikum, dan Neolitikum. Mari kita bahas satu per satu fase di masa zaman batu tersebut.

Zaman Paleolitikum

sumber: kaskus.co.id

Paleolitikum disebut juga dengan zaman batu yang pertama makhluk yang hidup pada masa ini diperkirakan adalah Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Homo Soliensis.

Diperkirakan makhluk-makhluk tersebut adalah jenis kera yang hidup di masa lampau yang sudah punah. Makhluk-makhluk tersebut bukanlah nenek moyang dari manusia. Karena menurut agama Islam, manusia yang pertama adalah Nabi Adam.

Hal ini senada dengan apa yang diterangkan di agama Nasrani. Di mana Adam adalah manusia pertama yang diciptakan, dan sudah menjadi manusia yang seutuhnya yang ditempatkan di surga. Hingga tiba saat Adam bersama Hawa diusir dari surga karena memakan buah terlarang.

Fosil dari kera-kera tersebut ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo. Kebudayaan Paleolithikum dikelompokan menjadi kebudayaan pacitan dan kebudayaan ngandong.

Ciri-ciri kehidupan manusia di zaman Paleolithikum antara lain yaitu nomaden atau hidup berpindah-pindah dan tidak menetap, berburu, dan menangkap ikan.

Benda peninggalan di zaman paleolitikum yaitu Ka kapak genggang, kapak perimbas, alat-alat dari tulang atau tanduk binatang, dan flakes.

Zaman Mesolitikum

sumber: commons.wikimedia.org

Di zaman ini, ditemukan Kjokkenmoddinger dan kapak pendek atau Hachecourt. Di zaman mesolitikum juga ditemukan pipisan, yaitu batu-batu penggiling beserta landasannya. Mengenai Kjokkenmoddinger akan kami jelaskan di bawah secara khusus.

Zaman Megalitikum

sumber: sejarahbudayanusantara.weebly.com

Nama Megalitikum berasal dari kata mega yang dalam bahasa Yunani berarti besar, dan lithos yang berarti batu. Zaman Megalitikum biasa juga disebut dengan zaman batu besar. Karena pada zaman Megalitikum banyak benda-benda yang terbuat dari batu dengan ukurannya yang besar.

Peninggalan kebudayaan megalithikum ini masih ada hingga sekarang, di beberapa suku-suku bangsa di Indonesia masih memanfaatkan beberapa kebudayaan dari zaman megalithikum contohnya seperti di suku Nias.

Beberapa hasil kebudayaan dari zaman megalitikum adalah seperti:

  1. Punden berundak adalah benda yang terbuat dari batu untuk meletakan sesaji
  2. Dolmen adalah batu yang juga digunakan untuk meletakan sesaji
  3. Waruga adalah kubur batu yang mempunyai bentuk kubus
  4. kubur batu adalah tempat untuk menyimpan mayat
  5. Sarkofagus adalah kubur batu yang berbentuk lesung, nanti juga akan di bahas lebih lanjut mengenai sarkofagus
  6. Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu. Menhir dapat ditemukan di Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan.
  7. Waruga adalah peti kubur peninggalan dari budaya Minahasa semenjak zaman megalitikum.

Zaman Neolitikum

sumber: wacana.co

Zaman Neolitikum adalah zaman yang disebut juga dengan zaman revolusi. Para manusia pada zaman ini sudah mulai tinggal menetap di gua-gua dan bertahan hidup dengancara bercocok tanam. Beberapa alat yang digunakan pada zaman neolitikum ini diantaranya :

  1. Pahat Segi Panjang adalah jenis kapak yang banyak digunakan pada masa itu. Kapak ini dijumpai di dengan penyebaran yang cukup luas meliputi Tiongkok Tengah dan Selatan, wilayah India hingga ke sungai Gangga. Tersebar pula di sebagian besar dari Indonesia, kemudian memanjang ke negara kepualuan di bagian utara seperti kepulauan Philipina, Formosa, kepulauan Kuril hingga Jepang
  2. Kapak Persegi adalah kapak yang penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Kapak persegi mempunyai beberapa jenis. Terdapat jenis kapak persegi dengan ukuran yang besar yang disebut juga dengan beliung. Fungsi beliung hampir sama dengan cangkul untuk saat ini. Sedangkan untuk kapak persegi dengan ukuran yang lebih kecil adalah bernama tarah atau tatah. Alat ini biasanya digunakan sebagai pahat. Penyebarannya mencakup pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusatenggara, Sulawesi hingga Kalimantan Maluku
  3. Kapak Lonjong adalah kapak yang sebagaimana namanya berbentuk lonjong dan mempunyai berbagai macam kegunaan
  4. Kapak Bahu
  5. Perhiasan biasanya berbentuk kalung ataupun gelang
  6. Pakaian dari kulit kayu sudah menjadi pakaian keseharian bagi manusia di zaman ini
  7. Tembikar atau sering juga disebut dengan periuk belanga.

Zaman Prasejarah

peninggalan prasejarah gunung padang
sumber: pinterest.com

Ada berbagai macam peninggalan dari zaman prasejarah, namun peninggalan-peninggalan tersebut tidak ada satupun yang berbentuk tulisan.

Tentu saja, karena zaman prasejarah adalah zaman di mana orang-orang belum mengenal tulisan. Namun peninggalan-peninggalan tersebut harus digali terlebih dahulu karena letaknya yang berada di bawah tanah.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor, di mana perubahan secara geografis pada tempat tertimbunnya benda-benda purbakala tersebut biasanya disebabkan oleh gempa bumi, erosi, atau bencana alam lainnya.

Terkadang benda-benda prasejarah ini juga bercampur dengan beberapa jenis batu, entah itu batuan sedimen, batuan metamorf, ataupun batuan beku.

Di bawah ini akan saya jelaskan beberapa peninggalan dari zaman prasejarah yang telah di ketemukan oleh para ilmuwan:

Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger sampah dapur
sumber: kompasiana.com

Kjokkenmoddinger adalah sebuah tempat pembuangan untuk sampah dapur di zaman prasejarah. Kjokkenmoddinger disebut juga dengan midden.

Istilah kata “midden” berasal dari bahasa Skandinavia yang kemudian digunakan oleh para arkeolog untuk menamai benda yang digunakan sebagai alat penampung sampah.

Di wilayah lain, tidak ditemukan batu sejenis midden ini, sehingga para manusia prasejarah menggunakan alternatif lain yaitu dengan batu granit, quatrzites, batu pasir, batu vulkanik obsidian, batu kuarsa, maupun bahan yang lainnya.

Sarkofagus

sarkofagus

Sarkofagus adalah tempat untuk menyimpan jenazah yang umumnya terbuat dari batu. Sarkofagus ini merupakan peninggalan dari zaman prasejarah yang terlihat mistis dan sarat dengan tahayul.

Bagi manusia modern, mungkin Sarkofagus bisa dibilang sebagai peti jenazah.

Tak seperti perlakuan pada umumnya, manusia di zaman dahulu menyimpan jasad keluarganya yang telah mati di dalam Sarkofagus, terutama bagi pejabat penguasa seperti Fir’aun misalnya.

Terkadang Sarkofagus disimpan di atas tanah, dalam artian mayat dan benda ini tidaklah dikebumikan. Sarkofagus biasanya diukir, dihias dan dibuat secara teliti.

Sarkofagus di Mesir, biasanya akan disimpan di dalam ruang bawah tanah, atau disemayamkan di dalam Piramida. Di Mesir kuno, sarkofagus digunakan sebagai pelindung untuk orang yang telah mati dari kalangan keluarga kerajaan.

Zaman Logam

sumber: wiki.answer.com

Zaman logam adalah zaman di mana telah ditemukannya logam. Logam ini nantinya akan dibentuk menjadi berbagai macam alat yang digunakan untuk mempermudah melakukan kegiatan sehari-hari.

Disamping digunakan sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari, logam juga biasanya dibentuk, dan digunakan sebagai perhiasan hingga saat ini. Tetapi tentu saja logam yang digunakan untuk perhiasan bukanlah logam dari bahan dan bentuk yang sembarangan.

Yang paling banyak digunakan sebagai perhiasan di zaman manusia modern adalah emas, perak, intan, dan beberapa jenis logam mulia lainnya.

Zaman logam sendiri terbagi menjadi berbagai macam, ada zaman logam perunggu, zaman tembaga, dan ada zaman logam besi. Berikut ini pembahasan mengenai zaman logam:

Zaman Perunggu

benda yang terbuat dari perunggu
sumber: pixabay.com

Zaman Perunggu adalah zaman di mana di zaman ini banyak menggunakan alat-alat yang terbuat dari bahan dasar perunggu. Perunggu ini banyak dibentuk menjadi berbagai macam jenis barang. Di zaman ini, alat serpih tergantikan dengan berbagai macam senjata yang terbuat dari perunggu.

Tetapi di zaman perunggu ini para pembuat senjata dari perunggu harus melakukan berulang kali percobaan untuk menghasilkan senjata dengan bentuk, dan kekerasan yang terbaik, sehingga dapat digunakan untuk berburu, dan memotong dengan maksimal.

Bejana perunggu adalah salah satu peralatan yang terkenal di zaman perunggu ini. Bejana perunggu merupakan sebuah wadah yang dapat digunakan sebagai tempat air, atau benda lainnya sesuai keinginan pemiliknya.

Zaman Besi

sumber: inforall77.blogspot.com

Zaman besi ini sebenarnya memunyai masa yang tidak pasti. Maksudnya adalah, bahwa hingga sekarang besi dan baja masih menjadi salah satu logam yang paling banyak dimanfaatkan manusia untuk membatu mempermudah hajat hidup mereka di setiap harinya.

Bahkan jenis besi ini semakin berkembang, dan banyak digunakan untuk membuat benda-benda modern, seperti kendaraan bermotor, atau alat elektronik. Besi menjadi salah satu alat paling penting yang belum tergantikan dalam mempermudah dan membantu keperluan hidup manusia.

Besi tak hanya dapat digunakan sebagai senjata saja, tetapi nesi ini dapat dibentuk menjadi berbagai macam benda, seperti alat dapur dan lainnya. Logam jenis lainpun sebenarnya dapat digunakan sebagai alat untuk kehidupan sehari-hari.

Sebut saja alumunium, timah, dan tembaga. Bahkan di zaman logam, terdapat pula zaman tembaga. Hal ini berkaitan dengan bagaimana tembaga dibentuk dan digunakan menjadi berbagai macam alat untuk keperluan sehari-hari.

Tentu saja sangat berbeda dengan alat serpih di mana alat yang terbuat dari batu ini tidak bisa dibentuk sebagaimana logam.

Pada dasarnya, 3 jenis logam di zaman arkaekum tersebut merupakan unsur yang dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Benar saja, di zaman modern seperti sekarang ini, logam digunakan sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan sifat dari unsur logam tersebut.

Sebagai contoh, tembaga digunakan untuk menjadi logam konduktor atau penghantar listrik yang terdapat di dalam kabel. Tembaga ini digunakan sebagai isi kabel karena sifatnya yang paling baik dalam menghantarkan listrik dibandingkan jenis logam lainnya.

Nah demikinalah beberapa peninggalan dari zaman parasejarah yang dapat saya jelaskan.

Di mulai dari Alat Serpih, Kjokkenmoddinger, hingga Sarkofagus. Sebenarnya masih banyak lagi peninggalan dari zaman prasejarah yang belum sempat saya paparkan, Insya Allah nantinya akan saya jelaskan di lain waktu. Wassalam.

2 pemikiran pada “Alat Serpih, Kjokkenmoddinger, dan Sarkofagus di Zaman Prasejarah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: