Cara Menanam Tanaman dalam Pot dan Media Tanam Tanaman dalam Pot

Menanam tanaman favorit selalu menjadi kegiatan yang mengasyikkan, khususnya untuk kamu yang mempunyai hobi menanam. Ada banyak jenis tanaman dalam pot yang bisa kamu budidayakan, mulai dari tanaman bunga, tanaman sayur, buah-buahan, hingga tanaman hias yang unik dan indah.

Nah untuk kesempatan kali ini saya jelaskan cara menanam tanaman dalam pot sekaligus media-media tanam yang bisa kamu gunakan sebagai alternatif  sebagai pengganti tanah.

contoh tanaman pot dengan berbagai media tanam

sumber: iotagarden.com.au

Cara Menanam Tanaman di dalam Pot

Mempersiapkan Media Tanam

macam-macam media tanam pada tananaman potsumber: epagma.com

Poin pertama yang perlu kamu lakukan adalah memersiapkan media tanam. Berikut ini beberapa bahan yang perlu kamu persiapkan untuk digunakan sebagai media tanam pada tanaman dalam pot:

1. Media Tanam Tanah dan Manfaatnya

Tanah merupakan media tanam yang umum digunakan oleh masyarakat luas. Tanah termasuk dalam media tanam alami bagi semua tumbuhan. Namun perlu diperhatikan juga, bahwa tidak semua jenis tanah dapat digunakan sebagai media tanam.

Ada banyak jenis tanah yang tersebar di muka bumi ini. Jadi, ketika ingin menggunakannya sebagai media tanam pada tanaman pot, maka pastikan kamu sudah memilih jenis terbaik. Berikut ini macam dan jenis tanah yang perlu kamu perhatikan:

a. Tanah Humus

humus sebagai salah satu media tanam untuk tanaman pot

suimber: enfordis.com

Tanah humus merupakan jenis tanah yang banyak dijumpai di wilayah daratan dengan iklim tropis, termasuk Indonesia. Di wilayah tropis banyak dijumpai hutan dengan pepohonan yang lebat.

Tanah humus biasanya terbentuk dari dedaunan yang sudah berguguran. Daun yang jatuh ke tanah akan membusuk dan diuraikan oleh organisme pengurai, kemudian terbentuklah tanah humus. Tanah jenis ini sangat baik apabila digunakan untuk media tanam untuk tanaman pot.

b. Tanah Organosol atau tanah Gambut

tanah gambut bisa digunakan sebagai media tanam untuk tanaman pot

sumber: pixabay.com

Tanah organosol atau tanah gambut merupakan jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang bekum membususk secara sempurna. Biasanya tanah ini terbentuk dari bekas rawa-rawa.

Tanah jenis ini memiliki tekstur yang basah dan lunak. Tanah gambut bersifat asam. Inilah salah satu penyebab sisa-sisa tumbuhan sulit untuk diurai oleh organisme pengurai. Bisa digunakan sebagai media tanam bagi tanaman pot, tetapi harus diatur terlebih dahulu keasamannya dengan kapur dolomit.

c. Tanah Liat

tanah liat kurang bagus untuk media tanam bagi tanaman pot

sumber: clay3xmipa333.blogspot.co.id

Tanah liat atau sering juga disebut dengan tanah lempung, merupakan jenis tanah yang sulit untuk diresapi oleh air. Teksturnya yang terlalu lembut, menjadikan tanah liat lebih banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kerajinan gerabah daripada digunakan sebagai media tanam pada tanaman pot.

d. Tanah Vulkanik

tanah vulkanik, salah satu media yang baik bagi tanaman pot

sumber: infograph.venngage.com

Tanah Vulkanik merupakan jenis tanah yang tersusun dari materi-materi hasil letusan gunung berapi. Tanah jenis ini mengandung unsur hara yang cukup tinggi.

Oleh karena itu, tanah jenis ini biasanya dimanfaatkan oleh para petani di kaki-kaki gunung untuk menanam berbagai macam tanaman seperti sayuran dan buah-buahan. Dan tanah ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam pada tanaman pot.

e. Tanah Padas

tanah padas kurang tepat apabila digunakan sebagai media tanam pada tanaman pot

sumber: gambarwallpaper.fondecranhd.net

Tanah Padas merupakan jenis tanah yang paling keras. Tanah ini terbentuk dari kerikil dan bebatuan yang mulai melapuk. Tanah jenis ini sedikit sekali mengandung humus sehingga tidak cocok sebagai media tanam pada tanaman pot.

f. Tanah Endapan atau Tanah Aluvial

tanah aluvial bisa digunakan sebagai media tanam pada tanaman pot

sumber: kumpulanartikelasik.blogspot.co.id

Tanah endapan atau sering juga disebut dengan tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk dari lumpur sungai, danau, ataupun cekungan yang kemudian mengendap di dataran yang lebih rendah.

Tanah aluvial berwarna gelap, dengan tekstur yang halus. Tanah jenis ini juga bisa digunakan sebagai salah satu media tanam bagi tanaman pot.

2. Media Tanam Arang Sekam dan Manfaatnya

sekam bisa dimanfaatkan sebagai media tanam pada tanaman pot

sumber: adieprayitno.blogspot.co.id

Sekam merupakan kulit sisa dari hasil penggilingan padi. Kamu dapat menjumpai sekam di tempat penggilingan padi terdekat. Biasanya sekam dibuang begitu saja oleh tukang penggiling padi.

Terkadang ada pula orang di tempat penggilingan padi yang membakar sekam tersebut untuk menyusutkan volume sekam yang biasanya memang menumpuk tak berguna.

Tetapi biasanya arang sekam akan di bakar hingga menjadi abu, sehingga tidak tersisa arang sekam.

Kamu bisa meminta sekam kepada orang yang bersangkutan, kemudian kamu bakar sendiri sekam tersebut. Apabila kamu memintanya dengan baik-baik, maka Insya Allah kamu akan mendapatkannya secara cuma-cuma.

Durasi pembakaran sekam jangan terlalu lama, karena pembakaran terlalu lama justru akan menyebabkan sekam terlewat menjadi abu.

Arang sekam biasa digunakan untuk media tanam yang berbahan dasar tanah, tanaman hidroponik, ataupun media tanam pada tanaman pot.

Arang sekam mengandung unsur C 31% dan SiO 52% dengan beberapa unsur lainnya seperti MnO, MgO, K2O,  Fe203, Cu, dan CaO dengan prosentasi yang sangat sedikit.

Dengan kandungan unsur hara seperti Kalium (K) 0,31%, Nitrogen (N) 0,32%, Fosfat (P) 0,15%, Besi (Fe) 180 ppm, Mangan (Mn) 80,4 ppm, Seng (Zn) 14,10 ppm.

Sekam mempunyai kemampuan menahan air yang tinggi. Dengan berat jenis yang hanya o,2 kg/l, arang sekam sangat bermanfaat dalam mempermudah sirkulasi udara pada tanaman.

Arang sekam berwarna hitam yang artinya arang sekam mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam mengabsorbsi sinar matahari.

Di samping itu arang sekam juga mempunyai pH yang cukup tinggi antara 8,5 hingga 9,0, sehingga arang sekam dapat berfungsi untuk meningkatkan pH pada tanah asam. Sekam juga bersifat porositas, di mana kemampuan menyerap airnya rendah.

Masih ada lagi loh kandungan arang sekam yang baik khususnya bagi tanaman pot, namanya adalah Silika (Si). Silika yang terkandung pada arang sekam mencapai 16, 98%.

Silika bukanlah unsur hara, namun silika mempunyai peran penting dalam memperbaiki bentuk fisik tanaman, dan berpengaruh pula dalam tingkat pelarutan P dalam tanah.

Silika terdapat pada lapisan luar pada sekam, dengan permukaannya yang keras. Hal inilah yang menyebabkan arang sekam sulit untuk menyerap air, tidak mudah rusak, dan mempunyai kemampuan untuk menjaga kelembaban.

Tanaman yang kandungan Silika pada tanahnya rendah yaitu kurang dari 5% maka akan mudah roboh.

Manfaat dan Kegunaan Arang Sekam Sebagai Media Tanam

  • Arang sekam berfungsi sebagai media tanam pada tanaman hidroponik.
  • Arang sekam berfungsi sebagai absorban dalam menekan jumlah mikroba patogen.
  •  Arang sekam berfungsi sebagai penyubur tanah dan juga tanaman
  • Arang sekam berfungsi untuk mempertahankan kelembaban
  • Arang sekam dapat menjaga kondisi tanah tetap gembur, dengan porositasnya yang tinggi dan ringan.
  • Arang sekam dapat menambah tingkat produktivitas pada tanaman.
  • Arang sekam dapat merangsang pertumbuhan mikroorganisme yang berguna bagi tanaman.
  •  Arang sekam dapat meningkatkan daya serap dan daya ikat tanah terhadap air.
  • Arang sekam dapat mengatur pH tanah di kondisi tertentu.

3. Media Tanam Serbuk Kayu dan Manfaatnya

serbuk kayu dapat dimanfaatkan untuk media tanam pada tanaman pot

sumber: doityourself.com

Serbuk kayu merupakan serbuk sisa dari hasil penggergajian kayu atau bambu. Kamu dapat menjumpai serbuk kayu di tempat-tempat penjualan log kayu, atau di tempat pembuatan kerajian kayu.

Serbuk kayu berwarna coklat, kuning, putih, hingga jingga, tergantung jenis dan warna kayu yang dipotong.

Serbuk kayu biasanya di buang begitu saja oleh tukang potong kayu. Padahal ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari serbuk kayu tersebut. Salah satunya sebagai media tanam pada tanaman pot.

Manfaat dan Kegunaan Serbuk Kayu Sebagai Media Tanam

  • Serbuk kayu mempunyai kemampuan menyerap air secara optimal
  • Serbuk kayu mempunyai berat jenis yang cukup ringan, sehingga serbuk kayu bermanfaat untuk mempercepat proses pertumbuhan akar pada tanaman.
  • Serbuk kayu mempunyai tekstur yang lebih halus, hal ini memungkinkan serbuk kayu bermanfaat untuk digunakan sebagai media tanam dengan wadah berbentuk apapun.
  • Serbuk kayu dapat dijadikan sebagai media alternatif pengganti tanah, karena kemampuan menyimpan airnya yang sangat baik.
  • Serbuk kayu mempunyai kadar porositas yang cukup tinggi, tetapi masih tetap dapat diatur tingkat kepadatannya. Dengan demikian, kita dapat mengatur tingkat porositas sesuai yang kita inginkan dengan cara mengatur kepadatan pada serbuk kayu, serta rasio air yang hendak dicampurkan.

4. Media Tanam Pupuk Kompos dan Manfaatnya

menggunakan pupuk kompos sebagai media tanam dapat menyuburkan tanaman pot

sumber: youtube.com

Pupuk kompos merupakan salah satu pupuk yang terbentuk secara alami tanpa campuran bahan-bahan kimia di dalamnya. Pupuk kompos ini terbentuk dari tumbuhan atau hewan yang telah mati yang kemudian diurai oleh organisme pengurai.

Pupuk kompos mempunyai banyak manfaat bagi tanaman, baik itu tanaman pot, ataupun tanaman yang di tanam di media tanah. Berikut ini beberapa manfaat pupuk kompos pada tanaman:

  • Pupuk kompos dapat menekan pertumbuhan dan perkembangan penyakit pada tanaman.
  • Pupuk kompos dapat meningkatkan kualitas tanaman yang berhasil di panen. Baik dari segi nilai gizi, rasa, hingga kuantitasnya yang meningkat.
  • Pupuk kompos mempunyai kemampuan yang baik dalam menyerap dan menyimpan kandungan air.
  • Pupuk kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah dan juga tanaman.
  • Pupuk kompos menyediakan berbagai macam nutrisi dan hormon yang dibutuhkan oleh tanaman.
  • Pupuk kompos dapat memperbaiki karakteristik dan struktur tanah
  • Pupuk kompos dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara yang terdapat di dalam tanah.
  • Pupuk kompos dapat meningkatkan aktivitas mikroba yang terdapat di dalam tanah

5. Media Tanam Pupuk Kandang dan Manfaatnya

memanfaatkan pupuk kandang sebagai media tanam dapat mempersubur tanaman pot

sumber: bibitbunga.com

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang terbuat dari kotoran hewan ternak. Kamu dapat mendapatkannya dengan menyambangi kandang-kandang ternak milik peternak terdekat yang kamu mau.

Biasanya ketika para peternak terlalu sibuk dalam mengurusi hewan ternaknya. Mereka tidak punya waktu untuk mengolah kotoran hewan ternaknya untuk dijadikan sebagai pupuk kandang.

Nah disinilah kamu dapat memanfaatkannya untuk kemudian diolah menjadi media tanam. Hewan ternak yang kotorannya biasa digunakan sebagai pupuk kandang ialah sapi, kerbau, kambing, domba, ayam, bebek, itik, angsa, hingga burung puyuh.

Berikut ini manfaat dari penggunaan pupuk kandang baik tanaman di dalam pot, maupun tanaman dengan media tanam yang lainnya:

  • Pupuk kandang dapat meningkatkan kapasitas pertukaran kation yang terdapat di dalam tanah. Hal ini sangatlah penting, dengan meningkatnya kapasitas pertukaran kation, maka unsur hara yang terdapat pada tanaman tidak akan mudah tercuci dan hilang. Sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih maksimal.
  • Meningkatkan kepadatan struktur tanah dalam menyangga berdirinya tanaman. Tanaman akan berdiri lebih kokoh dan kuat dan tanahpun tak mudah longsor.
  • Pupuk kandang mempunyai kemampuan yang baik dalam menyimpan air. Dengan begitu cadangan air yang tersedia pada tanah akan lebih banyak, sehingga suplai air untuk tanaman-pun menjadi lebih maksimal.
  • Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap baik yang mikro maupun makro, sehingga membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan subur.

6. Media Tanam Pasir dan Manfaatnya

pasir bisa digunakan sebagai salah satu media tanam pada tanaman pot

sumber: greenfingers.uk.com

Pasir biasanya digunakan sebagai salah satu bahan dalam membuat bangunan dan gedung. Biasanya pasir dicampur dengan semen sehingga menghasilkan adonan yang kuat dengan daya rekat yang cukup tinggi.

Tetapi ternyata ada manfaat lain dari pasir, disamping digunakan sebagai bahan bangunan, pasir juga bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pengganti tanah sebagai media tanam khususnya tanaman pot.

Berikut ini beberapa manfaat dari pasir yang dapat digunakan sebagai media tanam:

  • Pasir bisa digunakan sebagai media penyemaian benih tanaman. Penumbuhan bibit tanaman pada pasir untuk sementara waktu. Kemudian dengan memanfaatkan sifat pasir yang mudah kering, maka proses pengangkatan bibit tanaman yang hendak dipindahkan ke media tanam yang lain akan lebih mudah.
  • Pasir bisa digunakan untuk pengakaran pada batang tanaman yang di stek. Pasir mempunyai massa jenis yang cukup tinggi, hal inilah yang biasanya dimanfaatkan untuk mempermudah tanaman berdiri tegak pada stek batang.
  • Pasir memiliki pori-pori makro yang berukuran besar. Hal ini memungkinkan pasir mudah basah, tetapi cepat pula kering oleh proses penguapan. Oleh karena itu pasir biasa dimanfaatkan sebagai media campuran dengan media tanam lainnya.

7. Media Tanam Cocopeat 

memanfaatkan cocopeat sebagai media tanam dapat mempersubur tanaman pot

sumber: 123rf.com

Cocopeat berasa dari kata coconut yang berarti kelapa dan peat yang berarti sabut. Jadi media tanam cocopeat merupakan media tanam yang terbuat dari sabut kelapa.

Cocopeat sering juga disebut dengan coco fiber (serat kelapa) atau coco coir (serbuk kelapa). Kalau media tanam yang satu ini biasanya terbuat dari kulit ari, atau sekam buah kelapa. Biasanya diperoleh dari hasil limbah dari industri dengan produk yang menggunakan bahan baku kelapa.

Cocopeat alami mempunyai kadar pH antara 5,8 hingga 6, itu artinya keasamannya cukup ideal, dimana pH yang ideal untuk tanaman berkisar antara 5,5 hingga 6,5. Cocopeat merupakan media tanam yang cukup baik untuk tanaman pot.

8. Kapur Dolomit

menyuburkan tanaman dengan cara mencampurkan media tanam dengan kapur dolomit pada tanaman pot

sumber: alibaba.com

Kapur Dolomit adalah jenis mineral yang mengandung unsur hara seperti Kalsium (CaO), dan Magnesium (MgO) dengan kadar hara yang cukup tinggi.

Dengan kadar hara yang tinggi, Kapur dolomit dapat menetralisir pH tanah, dan pertumbuhan tanaman bisa lebih subur dan maksimal. Media tanam pada tanaman pot dapat ditaburi dengan kapur dolomit apabila kadar pH pada media tanamnya masih terlalu tinggi.

Langkah-langkah Menanam Tanaman di Dalam Pot

Masukkan media-media tanam di atas ke alas plastik atau alas lainnya dengan perbandingan sebagai berikut ini:

-Pupuk kompos atau pupuk kandang                           : 1

-Arang sekam atau serbuk kayu                                     : 1

Cocopeat atau sabut kelapa yang telah dihaluskan  : 1

-Tanah                                                                               : 2

-Pasir                                                                                   : 1

Setelah semua media tanam tercampur secara merata, maka masukkanlah campuran media tanam tersebut ke pot-pot yang sudah disiapkan.

Saya mengambil contoh dengan menggunakan pot dengan diameter 50 cm. Untuk pot ukuran 50 cm, maka takaran untuk kapur dolomit adalah 2 sendok makan.

Takaran dalam pemberian kapur dolomit disesuaikan dengan ukuran pot yang digunakan.

Demikianlah cara menanam tanaman di dalam pot yang cukup mudah dan bisa langsung kamu praktekkan. Semoga artikel ini dapat membantu kamu yang mempunyai keinginan untuk menanam tanaman di dalam pot.

Supaya tanaman pot yang kamu tanam dapat tumbuh subur, dengan perkembangan yang maksimal. Karena pemilihan dan pencampuran komposisi media tanam yang tepat. Silahkan tinggalkan komentar kamu apabila artikel ini membantu atau apabila ada pertanyaan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: