Pahala Mengejutkan Di dalam Puasa Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Di bulan ini terdapat banyak sekali keutamaan yang tidak bisa didapatkan di bulan yang lainnya. Nah di bawah ini akan saya jelaskan beberapa pahala mengejutkan di bulan Ramadhan.

sumber: qygjxz.com

Bulan Ramadhan adalah bulan Ibadah, bulan berbuat baik, bulan kebaikan, bulan simpati, bulan pembebasan dari neraka, bulan kemenangan atas nafsu, dan kemenangan.

Pada bulan tersebut, Allah melimpahkan banyak karunia kepada hamba-hamba-Nya.  Allah melipatgandakan pahala dan diberi jaminan ampunan dosa bagi siapa yang bisa memanfaatkannya dengan semestinya. Berikut ini kami terangkan beberapa amalan-amalan yang sangat ditekankan pada bulan Ramadhan oleh Rasulallah ﷺ .

Pahala Puasa Ramadhan Lebih Dari 700 kali Lipat

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap amalan anak Adam akan dilipat gandakan pahalanya. Setiap satu kebaikan akan dilipatkan menjadi 10 kali kebaikan hingga 700 kali lipat kebaikan.

Allah ﷻ  berfirman, “Kecuali puasa, sungguh dia(puasa) merupakan bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena dia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwatnya dan makannya karena Aku”.

Untuk orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan, yaitu gembira ketika berbuka puasa dan gembira ketika berjumpa dengan Tuhannya.

Dan sesungguhnya aroma tidak sedap pada mulutnya (orang yang berpuasa) lebih wangi di sisi Allah dibandingkan dengan aroma minyak misik.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan berdasarkan keimanan dan mengharap pahala, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun yang perlu diperhatikan ketika berpuasa ialah, tak hanya pada meninggalkan makan dan minum semata. Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah tidak butuh dengan makan dan minum yang ia tinggalkan” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa seseorang yang tidak mau meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak mau menerima amalan puasa seorang hamba tersebut.

Di dalam riwayat yang lain, “Jika suatu hari salah seorang kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan kata-kata yang kotor, membuat kegaduhan, dan jangan pula melakukan perbuatan orang-orang bodoh.

Dan apabila ada orang memaki atau mengajaknya untuk bertikai, maka hendaklah ia berkata (kepada orang yang memaki)  “Sesungguhnya aku sedang berpuasa” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka Ketika kita sedang berpuasa, berusahalah untuk mempuasakan pula lisan, penglihatan, pendengaran dan seluruh anggota tubuh lainnya.

Baca Juga:

1. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis Rajab Syawal Ramadhan Lengkap

2. Manajemen Waktu dalam Islam, Cara Mudah untuk Bahagia Dunia Akhirat

3. Pengertian, Penjelasannya beserta Macam-macam Qiyas

2.Qiyamul Lail /Sholat Malam/Sholat Tarawih

Allah Ta’ala berfirman:

Dan hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan merendahkan hati dan apabila ada orang-orang jahil(bodoh) menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri kepada Rabb mereka. (QS. Al-Furqan: 63-64)

Rasulallah Muhammad ﷺ bersabda:

“Barangsiapa menunaikan sholat pada waktu malam hari pada bulan Ramadhan disertai keimanan dan mengharapkan pahala, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lampau” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qiyamul lail merupakan rutinitas yang biasa dikerjakan oleh Rasulallah ﷺ dan para sahabatnya.

A’isyah Radhiyallahu anha berkata: “Janganlah meninggalkan sholat malam, karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau dalam kondisi lemah, maka beliau menunaikan sholat malam dengan duduk” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘Anhu biasa melaksanakan shalat malam sebanyak yang Allah kehendaki sehingga apabila sudah masuk pertengahan malam, beliau bangunkan keluarganya untuk shalat, kemudian berkata kepada mereka, “ash-Sholah, ash-Sholah.” Lalu beliau membaca ayat:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, tetapi Kami-lah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu diperuntukkan bagi orang yang bertakwa(QS. Thoohaa: 132)

Umar bin Khatthab pun biasa membaca ayat berikut ini:

Apakah kamu (hai orang musyrik) yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat dari  Tuhannya?(QS. Al-Zumar: 9)

Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma berkata: “Luar biasa Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu“.

Ibnu Abi Hatim berkata: “Sesungguhnya Ibnu Umar berkata seperti demikian karena banyaknya sholat malam yang ditunaikan dan banayaknya bacaan Al-Qur’an yang dikerjakan amirul Mukminin Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu bahakan beliau membaca Al-Qur’an dalam satu raka’at.

Dan bagi siapa yang hendak menunaikan sholat Tarawih hendaknya mengerjakannya secara berjama’ah sehingga akan dicatat dalam golongan qaimin, karena Rasulallah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan sholat bersama imamnya hingga selesai, maka dicatat baginya sholat sepanjang malam” (HR. Ahlus Sunan)

Bershodaqoh

Rasulullah Muhammad ﷺ adalah manusia yang paling dermawan. Tetapi beliau lebih demawan lagi ketika di bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Shodaqoh yang paling utama adalah Shodaqoh di bulan Ramadhan” (HR. al-Tirmidzi dari Anas)pahala mengejutkan di dalam bulan Ramadhan

Sesungguhnya Shodaqoh di bulan Ramadhan memiliki kelebihan dan keistimewaan di banding shodaqoh di bulan-bulan lainnya, maka bersemangatlah dan bersegeralah dalam menunaikan shodaqoh sesuai dengan kadar kemampuannya. Dan di antara bentuk-bentuk shodaqoh di bulan Ramadhan adalah:

a. Memberikan Hidangan Berbuka Bagi Orang yang Tadinya Berpuasa

Rasulullah ﷺbersabda:

“Barangsiapa memberikan hidangan berbuka bagi orang puasa, maka baginya pahala sebagaimana pahala orang berpuasa tersebut tanpa mengurangi dari pahalanya sedikit-pun” (HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan al-Albani)

Allah menerangkan di dalam Al-Qur’an mengenai keutamaan memberikan makan kepada orang-orang miskin dan kurang mampu yang membutuhkan beserta imbalannya sebagai berikut:

Dan mereka memberikan makanan kesukaan mereka kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu agar kamu mengharapkan keridaan Allah.

Kami tidaklah mengharap balasan dari kamu dan tidak pula mengharapkan (ucapan) terima kasih.

Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang di mana (pada hari itu) orang-orang bermuka masam penuh dengan kesulitan.

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesukaran pada hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (pada wajah) dan kegembiraan pada hati mereka. Dan Dia memberikan balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan juga (pakaian) sutera.” (QS. Al-Insan: 8-12)

Para ulama dari zaman salaf sangat memperhatikan amalan untuk memberikan makan dan mendahulukannya di atas beberapa ibadah yang lain.

Hal itu dapat dilakukan baik dengan mengeyangkan orang tengah kelaparan, ataupun memberi makan saudara muslim yang shalih. Dan tidak ada persyaratan khusus dalam memberi makan hanya kepada orang yang fakir saja.

Keumuman dalam memberi makan terdapat di dalam salah satu hadits berikut:

Rasullullah ﷺbersabda, “Wahai manusia, tebarkan salam(Assalamu’alaikum), berilakanlah makan, sambunglah silaturahmi, dan tunaikanlah sholat malam ketika manusia tidur, maka niscahya engkau akan masuk ke dalam surga dengan selamat” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Sebagian ulama salaf ada yang mengatakan, “Aku mengundang sepuluh sahabatku lalu aku memberi mereka makan dengan makanan yang mereka sukai itu lebih aku suka dibandingkan dengan membebaskan sepuluh budak dari Bani Ismail.”

Bahkan ada beberapa ulama yang memberi makan orang lain padahal para ulama tersebut sedang dalam keadaan berpuasa. Misalnya seperti Abdullan bin Umar, Malik bin Dinar, Dawud al-Tha’i, dan Ahmad bin Hambal Radhiyallahu ‘Anhum.

Dan Ibnu Umar, tidaklah melakukan buka puasa kecuali dengan anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

Ada juga beberapa ulama salaf lain yang memberi makan saudara-saudara muslimnya sementara ia sedang berpuasa, namun ia tetap membantu melayani kepada saudara-saudaranya yang tengah tidak berpuasa tersebut. Di antara mereka ialah Abdullah bin Mubarak dan Al-Hasan al-Bashri dan

Abu Al-Saur al-Adawi berkata: Beberapa orang dari Bani Adi shalat di dalam masjid ini.

Tidaklah salah seorang dari mereka memakan satu makanan-pun secara sendirian. Apabila ia dapatkan orang yang makan, makan ia akan makan bersamanya dan apabila ia tidak dapatkan, maka ia akan mengeluarkan makanan miliknya ke masjid dan kemudian ia akan mengajak orang-orang untuk memakannya bersama-sama.

Nah demikianlah amalan-amalan yang istimewa, dan pahala mengejutkan di dalam bulan Ramadhan, semoga dapat menjadi motivasi bagi kita untuk lebih semangat dalam beribadah.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: