Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis Rajab Syawal Ramadhan Lengkap

Puasa adalah suatu amalan ibadah hamba yang sangat disukai oleh Allah ﷻ. Puasa merupakan perisai bagi seorang muslim baik untuk dunia maupun untuk kehidupan akhiratnya kelak.

Di dunia ini, puasa dapat menjadi perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat, sedangkan di akhirat kelak, puasa akan menjadi perisai kita dari api neraka, Insya Allah.

Hal ini sangatlah penting bagi kita manusia yang seringkali terjerumus pada maksiat dan dosa. Oleh karena itu, maka dibawah ini akan kami paparkan mengenai berbagai hal mengenai puasa, mulai dari Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

sumber: detox.org

Niat Puasa

Setiap amalan itu tergantung pada niatnya sebagaimana hadits Rasulallah ﷺ.

Pada hakikatnya, niat terletak di dalam hati saja dan tak perlu diucapkan secara lisan. Namun sebagian ulama berpendapat untuk membaca lafadznya dengan tujuan agar niatnya bisa lebih dimantapkan. Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Nah di bawah ini akan saya paparkan dua pendapat para ulama yang masyhur di kalangan umat Islam di Indonesia terkait niat. Khususnya niat pada ibadah puasa yang sering menjadi perdebatan bagi sebagian orang. Akan saya kutip dari sumber yang mempunyai rujukan yang jelas.

Baca juga:

  1. Waktu-waktu Doa yang Diijabah
  2. Manajemen Waktu dalam Islam, Cara Mudah untuk Bahagia Dunia Akhirat
  3. Pengertian, Penjelasannya beserta Macam-macam Qiyas

Pendapat Niat Tak Perlu Dilafadzkan

Ulama dengan pendapat yang pertama ini menyatakan bahwa niat tidak perlu dilafadzkan karena sudah diniatkan di dalam hati.

Dikutip dari (rumaysho.com), Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya terkait niat yang dilakuakan pada awal berbagai macam ibadah seperti ketika mengawali sholat, puasa, ataupun ibadah yang lainnya.

Apakah ketika berniat seseorang harus mengucapkan secara lisan misalnya dengan ucapan “usholli” (saya berniat untuk shalat) ataupun“nawaitu ashumu” (saya berniat untuk puasa)? Apakah hal ini wajib untuk dilakukan?

Beliau rahimahullah menjawab, “Segala puji bagi Allah. Niat thoharoh (bersuci) seperti hendak berwudhu, tayamum, mandi, niat shalat, niat zakat, niat puasa, niat haji, niat menunaikan kafaroh, serta berbagai macam ibadah lainnya tidak perlu dilafadzkan secara lisan.

Ketika seseorang salah mengucapkan niat melalui lisannya, namun hatinya meniatkan hal yang lain, maka yang dijadikan sebagai patokan adalah apa yang diniatkan di dalam hatinya, bukan apa yang ia ucapkan atau lafadzkan.

Sebagian ulama syafiiyah juga berpendapat demikian.

Yahya bin Syarf An Nawawi rahimahullah atau yang masyhur sering disebut dengan Imam Nawawi pernah mengatakan dalam salah satu kitabnya:

bahagianya puasa senin kamis

Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan berniat. Letak niat itu adalah di dalam hati. Tidak disyaratkan untuk diucapkan tanpa perselisihan di antara para ulama.”

Ulama dari kalangan syafiiyah lainnya adalah Asy Syarbini rahimahullah, beliau berpendapat sebagai berikut:

Dianjurkankah puasa senin kamis?

“Niat itu letaknya di dalam hati dan tidak perlu sama sekali untuk dilafadzkan dengan mulut. Niat sama sekali tidak disyaratkan untuk dilafadzkan sebagaimana yang telah ditegaskan oleh An Nawawi dalam Ar Roudhoh.”

Sebagian ulama pengikut Imam Malik dan Imam Ahmad juga menyatakan bahwa tidak disunnahkan untuk melafadzkan niat. Alasannya, karena hal itu termasuk perkara yang tidak ada landasannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak pula dari para sahabat.

Pendapat Niat Dilafadzkan dengan Lisan

sumber: islamicsupremecouncil.com

Pendapat yang kedua yaitu pendapat ulama yang membolehkan atau bahkan mensunahkan pelafadzan niat.

Dikutip dari (Buyayahya.org) bahwa ketika kita hendak melaksanakan puasa, maka yang perlu dihadirkan ketika berniat ialah:

Melafadzkan Niat Puasa Ramadhan atau Puasa Fardhu

Untuk menguatkan niat tersebut, seseorang yang berniat untuk berpuasa fardhu setidaknya harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Bermaksud untuk berpuasa

b. Meyakini bahwa puasa yang hendak dikerjakan ialah fardhu

c. Menentukan jenis puasanya

Apabila hendak diucapkan secara lisan, maka contoh bacaannya seperti berikut ini:

“Aku berniat puasa Fadhu Ramadhan” (نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ فَرْضًا) atau ada versi panjang yang biasa digunakan dikalangan warga NU yaitu:

jangan terlalu mempermasalahkan niat puasa senin kamis

Melafadzkan Niat Puasa Sunnah

Puasa sunnah yang sudah ditentukan waktunya. Contohnya seperti puasa senin dan kamis. Untuk menguatkan niatnya, seseorang yang hendak berpuasa sunnah setidaknya harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a. Bermaksud untuk berpuasa

b. Menentukan jenis puasa sunnahnya

c. Menyebut puasa yang hendak di lakukan. Contoh lafadznya seperti niat puasa senin kamis di bawah ini.

manfaat puasa senin kamis

Ketika hendak melafadzkan niat, seseorang tidak harus menggunakan bahasa arab. Dengan bahasa apapun niatnya tetap sah. Selama hatinya memang menghendaki untuk melakukan ibadah tersebut.

Sekali lagi bacaan-bacaan diatas bukanlah hal yang diharuskan atau diwajibkan. Apabila tidak melafadzkannya maka cukup berniat di dalam hati, dengan keyakinan yang kuat hendak berpuasa dengan memenuhi 3 unsur di atas sehingga niat lebih kuat.

Waktu untuk Melakukan Niat di dalam Puasa

sumber: ramadhan.fm

1. Puasa Fardhu

sumber: nutraingredients.com

Seorang yang hendak melakukan puasa fardhu seperti puasa pada bulan Ramadhan, maka orang tersebut harus sudah berniat sebelum munculnya fajar sodik (fajar yang sesungguhnya) atau sebelum masuk waktu untuk sholat subuh.

2. Puasa Sunnah

Niat di dalam puasa sunnah berbeda dengan puasa fardhu. Niat puasa sunnah tidak harus dilakukan sejak malam hari sebelum terbit fajar. Niat puasa sunnah boleh dilakukan sekalipun matahari telah terbit. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap    

Hal ini merujuk dari sabda Rasulallah ﷺ. kepada Aisyah ra. yang pernah meniatkan untuk berpuasa di pagi hari ketika tidak didapatkan makanan di rumahnya. Padahal sebelumnya beliau berniat untuk melakukan sarapan.

Pembolehan niat ketika pagi hari ini mempunyai beberapa syarat yaitu:
1. Belum tergelincirnya matahari ke arah barat
2. Belum melakukan sesuatu hal yang termasuk sebagai pembatal puasa seperti makan atau minum.

Perbedaan Pendapat dari Kalangan Ulama Madzhab Mengenai Niat Puasa

Ulama Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa:

Satu kali niat untuk satu kali puasa, maksudnya adalah bahwa niat puasa harus dilakukan setiap hari sebelum tiba waktu shubuh.

Ulama Mazhab Maliki berpendapat bahwa:

Niat dilakukan hanya sekali, yaitu ketika di awal bulan Ramadhan. Namun dengan syarat selama waktu tersebut puasanya tidak ada yang batal atau terhenti.

Apabila sempat terhenti maka harus kembali memulai niat puasa. Biasanya hal ini terjadi pada wanita. Maksud dari puasa di sini adalah puasa pada bulan Ramadhan.

Ulama Mazhab Hanafi berpendapat bahwa:

Menurut madzhab Imam Abu Hanifah tidak mengkhususkan melakukan niat di waktu malam hari. Apabila melakukan niat setelah terbitnya matahari, maka puasa tersebut tetaplah dianggap sah asalkan matahari belum tergelincir (belum masuk waktu dzuhur).

Dan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Puasa Qadha dan Niatnya

Puasa Qadha merupakan puasa yang dilakukan ketika seseorang mempunyai hutang pada puasa ramadhan. Terjadinya hutang puasa tersebut dapat terjadi karena berbagai hal. Contohnya:

1. Ketika seseorang melakukan perjalanan jauh/ musafir

2. Ketika seorang wanita sedang haidh

3. Ketika seorang wanita sedang nifas

4. Ketika seseorang sedang sakit parah yang tidak memungkinkan untuk melakukan puasa

5. Ketika seseorang masih belum mendapatkan hidayah dari Allah swt, sehingga belum mau untuk berpuasa, baik dia seorang muslim sejak lahir maupun seorang mualaf

Meng-qadha puasa dapat dilakukan kapan saja selama tidak dilakukan pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa. Beberapa hari yang dilarang untuk berpuasa diantaranya:

1. 3 hari tasyrik  yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah

2. Hari raya Idul Fitri

3. Hari raya Idul Adha

Tidak ada lafadz khusus mengenai puasa qadha ini. Cukuplah diniatkan untuk puasa sebagai pengganti hutang puasa Ramadhan yang telah lalu.

Ketika melakukan puasa qadha bertepatan dengan hari puasa sunnah. Misalnya anda hendak melakukan puasa qadha, tetapi hari itu bertepatan dengan puasa senin kamis, maka niat yang diutamakan adalah niat puas yang fardhu, yaitu puasa qadha saja.

Menurut Buya Yahya, orang tersebut insya Allah akan mendapatkan pahala puasa wajib sekaligus pahala puasa sunnah walaupun tanpa diniatkan untuk melakukan puasa sunnah. Wallahu a’lam bisshowab.

*Dikutip dari: Risalah “Fiqih Praktis Puasa” (Oleh: Buya Yahya)

Menimbang dari dua pendapat yang berbeda di atas, maka saya menghimbau kepada pembaca untuk tidak saling menyalahkan antara pendapat satu dengan pendapat yang lainnya.

Kedua tata cara niat di atas merupakan perbedaan pendapat diantara para ulama. Ada yang menganjurkan hanya di dalam hati, tetapi ada pula yang menyarankan untuk melafadzkannya.

Hal yang terpenting adalah bahwa para ulama pada zaman dahulu tidak sampai berseteru di dalam menyikapi 2 versi metode pengaplikasian niat tersebut khususnya pada niat puasa.

Satu ulama menghormati pendapat yang dikemukakan oleh ulama lainnya sekalipun terdapat perbedaan pendapat. Mereka tidak membesar-besarkan hal yang bersifat furu’ atau cabang.

Mereka tidak saling membid’ahkan secara terang-terangan antara satu dengan yang lainnya. Apabila ada kekeliruan diantara mereka. Maka ulama yang satu akan mendatangi ulama yang dianggap mempunyai kekeliruan dengan santun dan kemudian menasehatinya secara diam-diam.

Tentu saja hal ini bukan tanpa alasan. Para ulama kita selalu berusaha untuk menjaga kerukunan antar umat Islam agar tidak saling berselisih, sekalipun telah Allah takdirkan akan terpecah menjadi 73 golongan.

Nah bagi yang berpendapat bahwa niat puasa ingin dilafadzkan secara lisan, maka sebenarnya hanya tinggal mengucapkannya saja tanpa ada bacaan yang dikhususkan.

Wallahu a’lam bisshowab.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

sumber: ilmuislami.com

Puasa senin kamis merupakan puasa yang dianjurkan oleh Rasulallah ﷺ. kepada umatnya.

Di dalam penelitian medis, pelaksanaan puasa senin kamis secara rutin mampu memberikan banyak manfaat bagi manusia, baik dari segi mental, kesehatan tubuh, ataupun dari segi spiritual.

Jadi secara tidak sadar, sebenarnya seseorang sedang melakukan proses perbaikan diri dari berbagai macam penyakit atau bahaya yang hendak menghampirinya.

Puasa merupakan sebuah anugerah dari Allah, di mana setiap orang diberikan sebuah cara untuk dapat memperbaiki dirinya dengan cara yang sederhana ini.

Bahkan penganut agama lain-pun melakukan puasa. Karena memang puasa merupakan sebuah ibadah yang disyariatkan pada umat tertentu sejak zaman dahulu sebelum tiba masa umat Islam.

Tetapi syariat agama tersebut sudah dihapuskan setelah diutusnya Rasulallah ﷺ sebagai pembawa risalah Islam. Dan diganti syariat Islam yang harus kita taati hingga hari kiamat.

Di Indonesia, khususnya pulau jawa, ada banyak versi puasa yang diajarkan oleh nenek moyang yang tuntunannya tidak sesuai dengan Rasulallah ﷺ.

Apabila kita menjumpai hal semacam ini, sepatutnya kita sebagai sesama saudara seiman harus mau mengingatkan agar saudaranya tidak melaksanakan hal yang tidak perlu dilakukan atau menyimpang.

Apabila setiap ibadah yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang Rasulallah ﷺ. ajarkan, maka bisa saja ibadah tersebut tidak diterima di sisi Allah ﷻ.

Oleh karena itu, kita harus selektif dan mampu menyaring yang mana ibadah yang mempunyai nilai pahala di sisi, dan yang mana ibadah yang tidak diterima di sisi-Nya karena menyelisihi syariat ajaran Islam.  Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Puasa Syawal

niat puasa senin kamis tak perlu dengan piringsumber: ukrevival.net

Puasa syawal merupakan puasa yang disunahkan untuk dikerjakan setelah hari raya Idul Fitri, terutama dimulai dari sehari setelah Idul Fitri, hingga hari setelahnya selama 6 hari secara berturut-turut.

Tetapi puasa syawal ini juga dapat dilaksanakan di hari apapun di dalam bulan Syawal, asalkan tidak melakukannya pada hari raya Idul Fitri.

Keutamaan Puasa Syawal

Puasa syawal memiliki banyak keutamaan. Salah satu dari keutamaan puasa syawal ialah siapa yang mengerjakannya maka orang tersebut akan mendapat pahala puasa selama satu tahun penuh.
Sebagaimana sabda Rasulallah Muhammad ﷺ dalam HR. Muslim nomor 1164 yang berbunyi :

rajab syawal dan senin kamis merupakan puasa sunah

Pahala tersebut dihitung dari puasa bulan Ramadhan pada satu bulan sebelumnya. Setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan, itu artinya puasa ramadhan kita selama satu bulan dilipatgandakan menjadi 10 bulan.

Kemudian ditambah dengan puasa syawal selama 6 hari. Puasa 6 hari tersebut dilipatgandakan 10 kali lipat menjadi 60 hari. Oleh karena itu, wajar apabila Rasulallah bersabda, bahwa apabila kita mengerjakan puasa syawal genap 6 hari, maka genap 360 hari pahala puasa yang didapatkan.

Dan 360 hari merupakan 1 tahun apabila dihitung sesuai dengan kalender Islam.

Puasa Rajab

Puasa Rajab merupakan puasa yang dilakukan di salah satu bulan yang haram yaitu bulan Rajab. Ada 4 bulan haram dalam Islam, yaitu bulan Muharam, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan bulan Rajab.

Dikutip dari konsultasisyariah.com bahwa:

Tidak Dijumpai Dalil Khusus yang Menyebutkan Keutamaan Bulan Rajab

puasa senin kamis harus benar benar

puasa yang dikehendaki senin kamis dan syawal

niat puasa rajab dan syawal

puasa senin kamis rajab dan syawal

Puasa di Bulan Haram

Hadis yang diriwayatkan oleh Mujibah Al-Bahiliyah menceritakan anjuran untuk berpuasa di semua bulan haram, tak hanya bulan Rajab secara khusus sebagaimana yang telah ditegaskan oleh Ibnu Rajab.

Anjuran puasa kepada Al-Bahily tersebut telah Rasulallah ﷺ jadikan sebagai pilihan terakhir ketika ia hendak memperbanyak puasa sunah . Oleh karena itu, hadits ini tidak bisa dijadikan sebagai dalil khusus dalam pelaksanaan puasa di bulan Rajab.

Sedangkan untuk bulan haram lainnya, kurang diperhatikan. Karena beberapa ulama berpuasa di seluruh bulan haram, tak hanya pada bulan rajab saja. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Rajab:

puasa sunah senin kamis

Beberapa ulama salaf melakukan puasa di semua bulan haram, di antaranya: Hasan Al-Bashri, Ibnu Umar,  dan Abu Ishaq As-Subai’i.

Imam Ats-Tsauri berkata:

“Bulan-bulan haram, lebih aku cintai untuk kujadikan sebagai waktu untuk berpuasa.” (Lathaiful Ma’arif, halaman 213).

Para Sahabat Melarang Mengkhususkan Hari pada Bulan Rajab untuk Puasa

Kebiasaan mengkhususkan puasa di bulan rajab sebenarnya sudah ada sejak zaman Umar radhiyallahu ‘anhu. Beberapa tabiin yang hidup di zaman Umar telah melakukan puasa ini.

Mari kita lihat bagaimana tanggapan para sahabat ketika melihat praktek para tabiin semacam ini.

Riwayat ini diambil dari buku Lathaiful Ma’arif, yaitu sebuah buku khusus karya Ibnu Rajab, yang membahas tentang wadzifah (amalan sunah) sepanjang zaman.

puasa senin kamis beserta syawal

 syawal niat puasa senin kamis

puasa senin kamis atau rajab

Kesimpulan

Manfaat Puasa

Nah di bawah ini akan saya jelaskan manfaat dan faedah dari puasa satu per satu:

1. Puasa Bermanfaat untuk Mengeluarkan Racun di Dalam Tubuh

Setiap harinya, manusia mengkonsumsi berbagai macam makanan dengan berbagai macam jenis. Ada daging, sayuran, nasi, ikan, buah-buahan, susu, dan banyak lagi yang lainnya.

Namun apakah kamu tahu, bahwa dari makanan-makanan tersebut terdapat berbagai macam racun zat-zat yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit?

Dimulai dari sayur-sayuran atau nasi yang pada proses penanamannya diberikan pupuk yang menggunakan bahan dengan unsur kimia.

Atau dalam pertumbuhannya, pestisida atau insektisida disemprotkan pada tanaman yang biasanya digunakan para petani untuk membasmi berbagai macam hama.

Ketika memasak, biasanya para ibu rumah tangga juga menggunakan berbagai macam bumbu yang salah satunya menggunakan bumbu dari bahan kimia seperti msg, saos, dan penyedap rasa lainnya.

Minyak goreng yang digunakan berulang-ulang secara terus menerus juga dapat memicu timbulnya beberapa penyakit, karena kandungan lemak transnya yang semakin meningkat.

Sedangkan untuk makanan yang di bakar, seperti ayam, jagung, atau semua jenis makanan yang dipanggang lainnya. Hal ini dapat menimbulkan berbagai macam penyakit karena kandungan karsinogen tinggi yang terdapat pada asap hasil pembakaran tersebut.

Sengaja atau tidak disengaja, kita pasti akan mengkonsumsi jenis makanan seperti yang saya jelaskan di atas. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Oleh karena itu, kita harus menerapkan pola hidup sehat untuk mengeluarkan semua toksin yang sudah mulai mengendap di dalam tubuh kita tersebut.

Namun semua itu tidak cukup hanya dengan berolahraga secara teratur. Anda harus mulai berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan untuk mencegah masuknya berbagai macam racun yang berbahaya tersebut.

Nah, dengan puasa khususnya senin kamis secara rutin, racun yang mengendap dan bercampur bersama lemak, darah, hati ataupun bagian tubuh yang lainnya dapat dikeluarkan secara maksimal melalui keringat, urin, ataupun feses.

Di bawah ini akan saya jelaskan secara rinci beberapa manfaat dari melakukan puasa khususnya

Puasa Senin Kamis Berguna untuk Mengistirahatkan Organ-organ Pencernaan

Sebagai manusia yang diamanahi dengan banyak sekali organ yang terdapat di dalam tubuh, maka sudah sepatutnya kita sebagai manusia harus mampu bertindak bijak dalam merawatnya dan menjaganya agar semua organ tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Begitu pula dengan pengistirahatan pada organ pencernaan sangat diperlukan. Organ pencernaan terutama lambung bekerja dengan begitu keras disetiap harinya.

Dengan berpuasa, kita sudah berusaha dalam menjaga amanah yang telah diberikan oleh Allah swt. Lambung akan mendapatkan waktu untuk beristirahat dan terjadilah pemulihan pada sel-sel yang rusak yang belum sempat diperbaiki ketika lambung sedang bekerja.

Racun-racun yang mengendap dan tertimbun di dalam lambung organ-organ pencernaan seperti usus, lambung dan yang lainnya dapat dikeluarkan secara optimal.

Dua hari dalam satu minggu merupakan jadwal yang ideal untuk melakukan pengistirahatan pada organ pencernaan. Maka dalam hal ini sunah puasa senin kamis sebenarnya telah Allah syariatkan melalui sunnah Rasulallah saw untuk kebaikan umatnya.

Puasa Senin Kamis dapat Menurunkan Kadar Lemak di dalam Tubuh

Lemak merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan sumber tenaga bagi tubuh. Tetapi apabila anda mempunyai lemak yang berlebihan, tentunya hal itu akan membuat penampilan menjadi kurang menarik dan dapat beresiko terkena obesitas.

Ketika terkena obesitas, seseorang dapat dengan mudah terkena berbagai macam penyakit yang berbahaya. Penyakit tersebut mulai dari penyakit jantung, penyakit stroke, kanker, dan yang lainnya.

Oleh karena itu, kelebihan lemak yang ada di dalam tubuh harus segara dihilangkan. Setidaknya ada tiga cara yang cukup efektif yang dapat digunakan untuk mengurangi lemak yang ada di dalam tubuh.

Dengan melakukan tiga hal seperti di atas, Insya Allah lemak yang tertimbun di bawah kulit akan terbakar menjadi energi, dan secara otomatis berat badan-pun akan turun.

Puasa Senin Kamis dapat Menambah Kecantikan pada Wanita

Sebagaimana dijelaskan dia atas, ketika seseorang sedang berpuasa, maka proses regenerasi sel-sel pada tubuh akan berjalan lebih baik.

Sehingga sel-sel yang lama akan diganti dengan sel yang baru. Alhasil, kecantikan pada perempuan akan lebih tampak karena sel-sel baru yang lebih segar dan muda. Jerawat dan kusampun akan berkurang karena proses rengenrasi yang berjalan secara maksimal.

Puasa Senin Kamis dapat Lebih Menenangkan Perasaan

Orang yang terbiasa untuk melakukan puasa khususnya puasa senin kamis, akan cenderung lebih mampu mengontrol perasaannya.

Orang semacam ini akan berusaha untuk menghindari kegiatan-kegiatan buruk dan lebih suka memperbanyak amal ibadah. Dengan banyaknya mengamalkan amalan-amalan ibadah, maka secara otomatis hatinya akan lebih tenang, dan diberikan Allah keberkahan di dalam waktunya.

Jadi apabila anda sedang dibuat stress atau pusing karena suatau masalah, maka cobalah untuk berpuasa. Dengan berpuasa, pikiran akan lebih jernih dan Insya Allah akan diberikan jalan keluar terbaik karena Allah amah pengasih lagi maha penyayang.

Puasa Senin Kamis dapat Membantu Seseorang dalam Melemahkan Hawa Nafsunya

Ketika seseorang mempunyai niat untuk berpuasa, kemudian ia melakukannya serti puasa senin kamis misalnya. Maka secara otomatis orang tersebut akan berusaha untuk menghindari berbagai macam hal yang dapat mengurangi atau menghilangkan pahala puasa.

Dengan begitu, ia akan lebih menjaga diri dari hal yang membangkitkan hawa nafsu. Hal ini sangat dianjurkan khususnya bagi para pemuda yang belum menikah, tetapi ingin tetap menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang melampaui batas.

Ketika berpuasa, seseorang akan cenderung menghemat tenaganya untuk kegiatan atau pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting. Dengan begitu, ruang untuk hawa nafsu atau syahwat akan semakin sempit sehingga peluang untuk berbuat maksiat dapat di tekan atau bahkan dihilangkan.

Puasa Senin Kamis dapat Meningkatakan Nilai Pahala dan Amal Saleh

Orang yang terbiasa dengan puasa, khususnya puasa senin dan kamis, maka ia akan banayak melakukan hal-hal kebaikan.

Dengan puasa, amalan-amalan kebaikan akan dilipatgandakan sedemikian rupa sehingga seseorang yang gemar berpuasa mempunyai pahala yang melimpah ruah.

Puasa Senin Kamis dapat Membuat Kita Lebih Peka Terhadap Lingkungan Sekitar

Ketika kita melakukan puasa senin kamis, maka sebagai manusia boiasa pastinya kita akan merasakan lapar atau haus.

Perasaan lapar dan haus semacam inilah yang bisa kita gunakan sebagai pengingat bahwa di luar sana, masih banyak orang yang kelaparan sebagaimana kita yang sedang berpuasa, sekalipun mereka tidak sedang menunaikan ibadah puasa.

Masih sangat banyak orang-orang fakir, miskin, hingga tunawisma yang sering kelaparan bahkan disetiap harinya. Semoga Allah ﷻ senantiasa melindungi mereka, dan menguatkan iman atas hati-hati mereka. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Nah oleh karena itu, kita harus mampu mengambil pelajaran dari hal ini. Kita harus memikirkan tetangga-tetangga kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, apakah mereka kelaparan atau tidak.

Karena memberi makan kepada tetangga merupakan ciri dari orang yang beriman, sebagaimana sabda Rasulallah ﷺ .

niat puasa senin kamis dan rajab

Jadi, ketika kita berpuasa, disamping kita mendapatkan pahala dan menjaga kesehatan, tetapi kita juga mendapatkan hikmah untuk mampu membantu orang lain yang sedang dalam kesusahan.

Puasa Senin Kamis dapat Membantu Peremajaan Sel Kulit

Sel-sel kulit manusia terus berganti seiring dengan berjalannya waktu secara terus menerus. Dengan melakukan puasa, regenerasi sel kulit pada manusia akan berlangsung lebih cepat.

Tetapi anda tidak perlu membeli atau menggunakan produk tertentu untuk tetap menjaga keremajaan kulit. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Ketika seseorang berpuasa, maka kinerja metabolisme dalam tubuh bekerja lebih ringan, sehingga tubuh akan lebih terfokus pada proses peremajaan pada sel-sel kulit yang sudah mulai menua. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap.

Hal inilah yang akhirnya membuat seseorang yang rajin berpuasa khususnya senin kamis mempunyai kulit yang lebih segar dan lebih sehat.

Puasa Senin Kamis dapat Mengencangkan Kulit

Puasa senin kamis yang dilakukan istiqomah secara terus menerus akan sangat baik untuk mengencangkan kulit.

Faktor penyebabnya tidak jauh berbeda, proses metabolisme yang cenderung ringan membuat regenerasi sel pada kulit bekerja lebih baik, sehingga regenerasi berjalan dengan lebih baik.

Manfaat jangka panjangnya sel kulit yang baru dengan tekstur yang lebih kencang menggantikan sel kulit lama yang sudah mulai mati dan keriput.

Nah demikianlah pemaparan panjang lebar mengenai Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis, Rajab, Syawal, dan Ramadhan Lengkap. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Dan apabila ada kesalahan mohon di maafkan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: