Macam-macam Erosi Tanah Longsor dan Penjelasannya

Belakangan ini, seringkali kita mendengarkan kabar terjadinya musibah tanah longsor atau erosi yang terjadi di berbagai daerah di negeri ini. Musibah tanah longsor ini mengundang keprihatinan kita, mengingat musibah ini acapkali memakan korban jiwa, dan menyebabkan kerugian materil yang tidak sedikit.

Apabila tanah longsor semacam ini bisa kita antisipasi sebelumnya, maka kerugian yang ditimbulkan tidak akan terlalu parah.

Di artikel kali ini saya akan membahas secara mendalam mengenai berbagai macam hal yang berkaitan dengan tanah longsor atau erosi. Mulai dari pengertian erosi,  faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya erosi, macam-macam erosi, proses terjadinya erosi, dampak dari erosi, hingga cara pencegahan erosi.

gambar dampak dari erosi

sumber: Kingofwallpapers.com

Pengertian Erosi dan Tanah Longsor

Erosi adalah fenomena terjadinya pengikisan padatan seperti tanah, sedimen, batuan,  dan lain sebagainya yang terjadi karena pergerakan air, angin, es pada tanah atau material lain disebabkan pengaruh gravitasi ataupun aktivitas makhluk hidup.

Erosi tanah merupakan sebuah proses atau peristiwa hilangnya lapisan bagian permukaan tanah, yang biasanya disebabkan oleh pergerakan air maupun pergerakan angin. Erosi tidak hanya terjadi pada tanah, tetapi erosi dapat pula terjadi pada pasir, bebatuan, hingga gletser.

Erosi juga dapat terjadi akibat dari bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, hingga gunung meletus.

Baca juga:

  1. Jenis dan Manfaat Lebah Madu

  2. Jenis dan Harga Ikan Aligator atau Ikan Gar / Ikan Buaya Lengkap dengan Video

  3. Jenis-jenis Iguana Harga Iguana dan Cara Merawat Iguana

Tanah Longsor adalah peristiwa berpindah atau bergesernya tanah dari tempat satu ke tempat yang lainnya. Di negara tropis seperti Indonesia, erosi atau tanah longsor biasa disebabkan oleh pergerakan air yang merembas pada rongga-rongga di dalam tanah.

Hal ini mengakibatkan struktur penyusun tanah menjadi labil, sehingga mudah terjadi tanah longsor mengingat intensitas hujan yang semakin bertambah seiring bergulirnya musim penghujan.

Aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk juga menjadi salah satu penyumbang terjadinya tanah longsor.

Penggundulan hutan, pembukaan lahan perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi pembangunan gedung, kegiatan pertambangan, hingga pembangunan jalan yang tidak tertata dengan baik dapat menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Erosi dan Tanah Longsor

Faktor-faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya erosi di antaranya:

1. Iklim dan Cuaca

penyebab erosi dan macamnya

sumber: cra.iaea.org

Iklim dan cuaca mempunyai pengaruh besar dalam proses terjadinya erosi. Apabila musim penghujan tiba, maka konsentrasi air yang berada di dalam tanah akan semakin tinggi. Hal ini berpengaruh pada

kejenuhan tanah yang semakin meningkat pula.
Kejenuhan tanah yang terlalu tinggi mengakibatkan elemen penyusun tanah menjadi lebih berongga. Rongga-rongga ini yang nantinya akan menyebabkan tanah lebih mudah bergeser, dan meningkatkan potensi terjadinya tanah longsor.

2. Vegetasi

penyebab erosi dan vegetasi

sumber: ecotec.co.nz

Jenis-jenis vegetasi yang tumbuh di atas permukaan tanah-pun ikut andil dalam proses terjadinya tanah longsor. Ketika vegetasi didominasi oleh pepohonan rimbun yang besar dengan akar yang mencengkeram kuat pada tanah, potensi terjadinya erosi dapat diminimalisir.

Tetapi apabila vegetasi pepohonan di area tersebut tak banyak dijumpai, maka potensi terjadinya erosi akan semakin besar.

3. Topografi

polusi dapat disebabkan karena topografinya

sumber: plantsandrocks.blogspot.com

Topografi atau keadaan dan bentuk permukaan tanah merupakan salah satu hal yang paling berpengaruh terjadinya tanah longsor. Hal ini pulalah yang menjadi jawaban kenapa tanah longsor biasanya terjadi di wilayah dengan topografi tebing dan bukit-bukit.

Permukaan tanah yang curam dan bukit dengan kemiringan yang ekstrim menyebabkan tekanan tanah ke arah samping dan ke arah bawah semakin besar. Hal ini menyebabkan tanah menjadi lebih labil, sehingga tanah mudah untuk bergeser.

Apabila terus dibiarkan, maka tanah akan bergeser ke tempat yang lebih rendah. Tanah akan melaju secara cepat dan menggusur apapun yang ada di jalur longsoran, bahkan hingga ke area pemukiman sekalipun.

4. Jenis Tanah

jenis-jenis tanah yang rawan terjadi erosi

sumber: projects.inweh.unu.edu

Jenis tanah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tanah longsor. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor di Banjarnegara beberapa waktu yang lalu.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Iskandar Zulkarnain, beliau mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya longsor di Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah adalah dari jenis tanahnya.

Tanah di daerah tersebut mempunyai kerenggangan yang lebih besar dibandingkan dengan komposisi padat yang berada di bawahnya. Ketika terjadi curah hujan tinggi, maka komposisi padat yang ada di bawah tanah tersebut dengan mudah menghantarkan aliran air yang ada di dalam tanah, dan terjadilah longsor.

5. Manusia

Manusia adalah makhluk yang paling bertanggungjawab dalam menjaga dan merusak bumi ini. Ketika

ulah manusia merupakan salah satu penyebab terjadinya erosi

sumber: education.seattlepi.com

manusia mau menjaga dan merawat alam yang diamanahkan kepadanya, maka bencana-bencana  yang akan terjadi dapat diantisipasi dan diminimalisir.

Tetapi sebaliknya, apabila manusia mulai membuat kerusakan-kerusakan, maka manusia pulalah yang akan merasakan dampaknya. Tak terkecuali dengan terjadinya tanah longsor.

Ketika manusia menebang pohon secara sembarangan tanpa mempertimbangkan akibatnya, maka kemungkinan terjadinya erosi atau tanah longsor akan semakin besar.

Gaya gravitasi disertai intensitas air yang tinggi ketika musim hujan tiba akan mempermudah pergeseran tanah. Hal ini terjadi karena pohon yang dapat memperpadat susunan tanah, dan akar pohon yang mencengkeram kuat pada tanah tak lagi dijumpai di area itu.

Macam-macam Erosi

a. Erosi Air

air dapat menyebabkan terjadinya erosi

sumber: Reference.com

Erosi air terjadi akibat terjadinya aliran air pada permukaan tanah yang biasanya berasal dari air hujan. Air hujan tersebut akan menyeret dan menghanyutkan partikel-partikel tanah dan bebatuan disepanjang jalur aliran air. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kekuatan erosi air adalah:

  1. volume air yang bergerak (semakin besar volume air yang bergerak, maka semakin kuat  pula erosi yang ditimbulkan)
  2. keadaan vegetasi (semakin lebat vegetasinya, maka potensi erosi-pun akan semakin kecil)
  3. kemiringan areal lereng (semakin curam lerengnya, maka potensi terjadinya erosi akan semakin besar)

Ada beberapa bentuk dari erosi air, di antaranya erosi tebing sungai, erosi air terjun, dan erosi gelombang air laut.

b. Erosi Gletser

gletser atau runtuhan es dapat menyebabkan polusi

sumber: wmdramble.blogspot.com

Gletser merupakan salju atau es yang meluncur melewati lereng-lereng bukit. Eksarasi merupakan istilah dari proses erosi yang disebabkan oleh gletser. Di wilayah yang bersalju, ketika musim dingin tiba biasanya salju akan turun kemudian bercampur dengan tanah dan meresap masuk ke dalam pori-pori tanah.

Ketika musim panas tiba, salju yang tadinya meresap pada tanah mencair dan mengalir dengan membawa material-material erosi.

c. Erosi Angin

terjadinya erosi yang diakibatkan oleh angin

sumber: themediaexpress.com

Pernahkah kamu melihat badai pasir ketika menonton televisi? Nah, badai pasir semacam itu merupakan salah satu penyebab dari erosi angin. Erosi angin biasanya terjadi di wilayah yang lapang, dengan sedikit vegetasi, dan kering.

Contohnya seperti gurun pasir dan dataran di wilayah Afrika. Deflasi adalah istilah yang digunakan untuk proses erosi yang disebabkan oleh angin. Angin yang mempunyai kecepatan tinggi akan mengikis bebatuan dan menerbangkan kikisan-kikisannya ke tempat lain.

Proses Terjadinya Erosi dan Tanah Longsor

Erosi terjadi dalam beberapa tahap, berikut ini tahapan-tahapan terjadinya erosi:

1. Tahap Pengelupasan (Detachment)

air menyebabkan erosi dan tanah longsor

sumber: passel.unl.ed

Proses pertama terjadinya erosi diawali dengan proses pengelupasan permukaan tanah oleh air hujan. Tetesan air hujan yang terjadi secara trus menerus merupakan elemen utama dalam proses pengelupasan partikel yang terdapat di permukaan tanah.

Ketika tetesan-tetesan air hujan mengenai permukaan tanah, maka partikel-partikel tanah-pun akan terlepas dan terlempar ke udara. Proses ini akan berlanjut ke pengangkutan tanah oleh aliran air.

2. Tahap Penangkutan (Transportation)

tanah longsor dan erosi terjadi karena pengangkutan tanah oleh air

sumber: sciencing.com

Proses setelah terjadinya pengelupasan tanah oleh air hujan adalah proses pengangkutan. Ketika partikel tanah sudah terkelupas oleh tetesan-tetesan air hujan, maka tanah-pun akan segera diangkut oleh aliran air ke segala arah dengan ketinggian yang lebih rendah.

3. Tahap Pengendapan (Sedimentation)

sedimentasi atau pengendapan pada tanah akibat erosi dan tanah longsor

sumber: youtube.com

Proses pengendapan akan terjadi ketika aliran air tak lagi mampu melaju dengan deras karena permukaan jalur air yang semakin landai. Partikel-partikel tanah yang telah diangkut akan berhenti dan mengendap di cekungan-cekungan, dan lembah-lembah.

Di sana akan terjadi pengendapan selama beberapa waktu, hingga hujan kembali datang. Ketika hujan kembali turun, maka beberapa endapan akan kembali terangkut oleh air hujan menuju ke tempat yang lebih rendah lagi.

Proses pengangkutan partikel-partikel tanah tersebut akan terjadi berulang-ulang sehingga sampailah partikel tanah tersebut bermuara di kaki bukit, sungai, waduk, hingga ke laut.

Tumpukan partikel tanah yang semakin banyak pada muara yang terakhir dapat menyebabkan pendangkalan sungai, waduk, hingga laut. Besar dan kecilnya erosi tergantung pada kuantitas material yang terlepas dan intensitas media pengangkutnya.

Ketika media pengangkutnya memiliki volume dan intensitas yang lebih besar dari jumlah material yang terlepas, maka proses erosi terbatas oleh pelepasan (detachment limited).

Dan sebaliknya, ketika volume material yang dilepaskan melebihi volume dan intensitas dari media pengangkut, maka proses erosi terbatas oleh pengangkutan (transportation limited).

Proses terjadinya erosi oleh air hujan merupakan gabungan dari 2 sub proses. Dua sub proses tersebut yaitu proses penghancuran struktur tanah menjadi butiran primer oleh tetesan-tetesan air hujan secara terus-menerus.

Kemudian terjadi proses pemindahan partikel tanah yang telah terkikis oleh air hujan yang mengalir dari tempat yang lebih tinggi, ke tempat yang lebih rendah.

Bentuk-Bentuk Erosi

1.  Erosi Alur / Riil Erosion.

erosi atau tanah lingsoralur yang terjadi pada rerumputan

sumber: imaggeo.egu.eu

Merupakan erosi yang terjadi karena terkonsentrasinya air pada tempat terperciknya partikel-partikel tanah. Hal itu kemudian akan mengakibatkan partikel tanah mengalir ke arah bawah.

Tetesan air yang kencang mengakibatkan loncatan kikisan tanah yang lebih keras, sehingga kikisan tanah berpindah dari tempat asalnya.

2. Erosi Parit (Gulley Erosion)

erosi partial, harus dicegah untuk meminimalisir terjadinya tanah longsor

sumber: geo.uu.nl

Proses terjadinya sama dengan erosi alur tetapi saluran-saluran air yang terbentuk akibat erosi ini lebih dalam. Erosi parit yang baru terbentuk, biasanya mempunyai lebar 40 cm, dan kedalamannya mencapai 25 cm. Erosi parit yang telah sudah lama dapat mencapai kedalaman hingga 30 meter.

3. Longsor (Landslide)

tanah longsor land slide

sumber: weatherwizkids.com

Longsor merupakan suatu bentuk erosi dengan daya angkut, dan perpindahannya yang cepat dimana volume tanah yang bergerak dapat menimbun apapun yang berada di jalur longsorannya.

4. Erosi Lembar/Erosi permukaan (Sheet Erosion)

adanya erosi pada permukaan tanah tidak berpotensi tanah longsor

sumber: passel.unl.edu

Erosi lembar/sheet erosion atau erosi permukaan merupakan pengangkutan lapisan tanah yang mempunyai ketebalan merata dari suatu permukaan bidang tanah. Kekuatan tetesan hujan dan aliran air pada permukaan tanah merupakan penyebab utama dari erosi ini.

5. Erosi Internal

erosi internal seperti tanah longsor

sumber: floodprobe.eu

Erosi internal adalah erosi yang terjadi akibat terangkutnya butir-butir primer ke dalam celah-celah atau pori-pori yang ada pada tanah.  Hal ini menyebabkan tanah menjadi kedap air dan udara.

Erosi ini dapat mengakibatkan menurunnya kapasitas infiltrasi tanah secara cepat sehingga aliran permukaan meningkat yang kemudian terjadilah erosi alur dan erosi lembar.

6. Erosi Tebing Sungai

erosi atau tanah longsor dapat terjadi di pinggir sungai

sumber: gambarwallpaper.fondecranhd.net

Erosi tebing sungai terjadi karena pengikisan tebing oleh air yang mengalir dari arah atas atau oleh terjangan arus air yang kuat menghantam kelokan sungai. Erosi tebing akan terjadi lebih hebat lagi ketika vegetasi penutup tebing telah habis.

Dampak Akibat Erosi

Erosi mempunyai berbagai macam dampak yang dapat merugikan bagi manusia.

  1. Dampak dari erosi ialah menipisnya lapisan tanah yang ada di bagian atas, yang kemudian dapat menyebabkan turunnya kemampuan lahan (degradasi lahan).

    kekeringan dan erosi tanah longsor

    sumber: techgape.com

  2. Menurunnya kemampuan tanah dalam menyerap air(infiltrasi). Penurunan kemampuan tanah dalam penyerapan air ini mengakibatkan sungai yang dialiri oleh air hujan akan lebih rawan terjadinya luapan sungai.
  3. Terjadinya pendangkalan pada sungai akibat sedimentasi oleh tanah yang terbawa oleh aliran air hujan. Hal ini akan mengganggu kelancaran pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas.potensi eroai yang mencemari sungai merekasumber: jawapes.com
  4. Rusaknya vegetasi yang terdapat pada bukit-bukit, akibat terlalu banyaknya partikel tanah yang terseret oleh arus erosi.
  5. Terjadinya tanah longsor merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh erosi. Hal ini sangat berbahaya, mengingat longsoran tanah dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat berat.

Cara Pencegahan Erosi

Meninjau dari dampak-dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh erosi, maka kita harus berusaha untuk mencegah terjadinya erosi. Adapun langkah-langkah yang dimaksud adalah konservasi tanah yang mencakup:

1. Reboisasi

merupakan penanaman kembali lahan-lahan yang gundul. Dengan langkah reboisasi ini, maka erosi dapat ditekan seminimal mungkin. Reboisasi menjadi investasi yang sangat bernilai bagi generasi selanjutnya.

dengan reboisasi, maka erosi akan bisa ditangani secara perlahan

sumber: goingtojannah.wordpress.com

2. Countur Farming

adalah penanaman tanaman yang disesuaikan dengan kontur tanah. Penanaman dengan cara ini mampu menahan tanah ketika hendak terjadi erosi.

3. Terrasering

adalah sistem penanaman dengan lahan yang berundak-undak. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya erosi akibat permukaan tanah yang terlalu rata. Pertanian dengan sistem seperti ini banyak dijumpai di sawah-sawah di Pulau Bali.

terrasering sebagai cara meminimalisir erosi

sumber: hasanah02.blogspot.com

4. Pembuatan tanggul

Pembuatan tanggul pasangan merupakan salah satu langkah untuk menahan terjadinya erosi.

5. Contour Plowing

merupakan pembajakan tanah dengan pola searah garis kontur. Dengan peneraman pola semacam ini, maka akan terbentuk sebuah alur tanam yang horizontal.

6. Contour Strip Cropping

merupakan kegiatan bercocok tanam dan pembagian bidang-bidang pada tanah tersebut dengan bentuk yang sempit serta memanjang. Pemetaan semacam ini harus ikut pada garis kontur, sehingga akan menghasilkan bentuk yang berbelok-belok.

7. Crop Rotation

merupakan usaha yang digunakan untuk mencegah terjadinya erosi dengan cara mengganti jenis tanaman yang menjadi komoditas pertanian supaya tanah yang terdapat pada lahan pertanian tidak terkuras unsur haranya. Hal itu dapat terjadi karena dihisap secara terus menerus oleh satu jenis tanaman saja.

8. Drainase

merupakan salah satu langkah dalam pencegahan erosi dengan cara mengatur sirkulasi air untuk memaksimalkan tingkat kesuburan tanah. Karena pada dasarnya, tanah yang subur lebih solid dan tidak mudah untuk terkikis.

drainase sebagai penanggulang erosi dan tanah longsor

sumber: lgam.wikidot.com

9. Pemupukan

Pencegahan erosi yang satu ini bertujuan untuk mengembalikan vitalitas tanah sehingga tanah tidak akan mudah tergerus oleh angin air, maupun es.

10. Pelarangan dan pengawasan Penebangan Pohon

Harus ada pelarangan dan pengawasan dalam menebang pohon secara sembarangan terutama di daerah yang rawan terjadi erosi.

11. Membuat Tembok atau Pondasi Batu

Yang terakhir adalah dengan membangun atau memasang tembok atau pondasi batu dengan kerangka besi di pinggiran sungai. Langkah semacam ini sangat efektif dalam mengurangi resiko terjadinya bencana alam erosi sungai.

Nah, demikianlah berbagai macam penjelasan terkait erosi dan tanah longsor, semoga dapat menjadikan pembelajaran bagi kita semua. Dan dapat memberikan kita panduan dalam penanggulangan bencana khususnya Erosi dan Tanah Longsor.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: