Lulus Langsung Kerja Part. 3

Assalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,

Apa kabar teman-teman pembaca?

Semoga hari ini kita  senatiasa dikaruniai oleh Allah dengan iman, syukur dan sabar ya.

Kemarin, saya sudah menceritakan beberapa hal yang saya hadapi ketika mengikuti tes tahap pertama, dalam proses seleksi penerimaan karyawan baru dari suatu perusahaan Otomotif.

Ada berbagai macam tes yang telah saya lalui. Dimulai dari pengukuran tinggi badan, kemudian disusul dengan psikotest. Ketika psikotest kami menghadapi berbagai jenis soal yang cukup menantang dan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

Dimulai dari Tes Kraeplin, kemudian Tes Wartegg, ada Tes Logika Penalaran, menggambar orang dan pohon, dan yang terakhir Tes EPPS.

Apabila kamu masih merasa asing dengan nama-nama tes di atas, kamu bisa mencari tahu di “Lulus Langsung Kerja Part. 2

Sedikit Tips

Semua tes tersebut dilakukan dalam waktu satu hari saja. Berbeda ya, dengan Ujian Nasional yang satu hari hanya mengerjakan satu mata pelajaran.

Jadi, ketika misalnya kamu melamar kerja kemudian masuk pada tahap seleksi seperti di atas, maka berusahalah untuk berlatih pada hari-hari sebelumnya. Dan jangan lupa untuk istirahat yang cukup di malam hari sebelum pelaksanaan tes dilangsungkan.

Baiklah mari kita lanjutkan cerita tes tahap pertama ini.

Setelah saya selesai mengerjakan psikotest yang mempunyai 5 macam, dengan pengerjaan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, maka saya-pun keluar dari aula tempat pengerjaan tes.

Para panitia mengoreksi 1 per 1 lembar jawab yang sudah dikumpulkan. Jumlah panitia pengoreksi tidak lebih dari 10, padahal yang berpartisipasi dalam seleksi mencapai 1000 peserta lebih.

Bisa dibayangkan, betapa sibuknya panitia pengoreksi lembar jawaban tersebut.

Para peserta seleksi menunggu di luar aula. Sembari menunggu, kami berkeliling melihat-lihat aktivitas kampus. Tetapi anehnya, tidak ada satu-pun mahasiswa yang terlihat di lingkungan kampus.

Padahal ketika itu adalah hari kerja seperti biasanya. Mungkin kuliah di liburkan beberapa hari untuk kelancaran proses perekrutan tenaga kerja secara massive ini.

Pengumuman Tahap Pertama

Selang beberapa waktu, setelah kami mengerjakan sholat, tiba saatnya pengumuman lolos tidaknya seleksi tahap pertama.

Para calon karyawan terlihat sangat antusias dan harap-harap cemas ketika mendengarkan pengumuman yang sudah mulai dibacakan oleh salah satu panitia.

Mereka semua berharap nama mereka disebut dalam daftar pelamar yang lolos ke tahap selanjutnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00. Tidak terasa senja hari mulai tiba. Panitia membacakan nama-nama pelamar yang lolos ke tahap berikutnya.

Alhamdulillah nama saya termasuk dalam peserta yang disebutkan namanya, pertanda saya lolos ke tahap selanjutnya.

Tetapi banyak teman-teman lain yang gagal pada tahap seleksi kali ini. Kendati demikian, semua harus diterima dengan lapang dada. Karena takdir Allah adalah yang terbaik bagi masing-masing dari kita.

Para teman yang dinyatakan tidak lolos dipersilahkan pulang terlebih dahulu, sedangkan kami yang dinyatakan lolos ke tahap berikutnya menanti pengumuman berikutnya.

Kami di-instruksikan untuk kembali lagi keesokan harinya untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu tahap seleksi wawancara.

Kami juga diberikan beberapa lembar kertas. Pada lembar kertas tersebut kami harus mengisikan biodata dan daftar riwayat hidup apabila nantinya kami sudah tiba di rumah.

Setelah itu kami-pun diizinkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Pulang hingga Larut Malam

sumber: megapolitan.kompas.com

Di dalam perjalanan pulang, kami mampir di tempat fotokopi. Ya, karena diesok harinya kami harus mencantumkan fotokopi kartu pelajar dan pas foto berukuran 3×4 sebanyak 2 lembar.Setelah semua persyaratan dirasa sudah terpenuhi, maka rombongan kami bergerak menuju halte, kami menunggu kedatangan bus yang menuju ke arah kota kami.

Ketika itu hari sudah mulai gelap. Ketika itu hujan tengah turun. Tak berselang lama bus-pun datang. Beberapa dari kami ada yang tertidur di dalam bus karena kelelahan.

Alhamdulillah, akhirnya kami-pun sampai di rumah masing-masing untuk beristirahat dan bersiap menyongsong hari esok yang masih penuh tantangan.

Hari Kedua

Keesokan paginya, kami-pun sudah harus bergegas untuk perjalanan kembali ke Tegal. Seleksi masih dilaksanakan di UPS Tegal. Jadi, lagi-lagi kami kembali harus menaiki bus. Tetapi bus untuk yang kali ini sedikit berbeda.

sumber: karoserimageda.blogspot.co.id

Kami memutuskan untuk menyewa bus lokal. Kalau di daerahku disebut dengan Bus Prona. Bus yang satu ini relatif lebih kecil. Pintu utamanya hanya satu, dan daya angkutnya berkapasitas belasan orang saja.

Kami memutuskan untuk memilih Bus Prona bukannya tanpa alasan. Kami berusaha mengejar waktu, agar kami tidak telat ketika proses wawancara, mengingat di hari sebelumnya kami sempat dibuat kesal oleh bus antar kota yang berkali-kali berhenti dalam waktu yang lama.

Benar saja, hanya dalam waktu 1 jam kami sudah sampai di UPS. Kami-pun langsung masuk, dan bersiap untuk menghadapi seleksi wawancara.

Tampak teman-teman dari kota lain banyak yang sudah sampai. Kami-pun mempersiapkan kata-kata yang tepat untuk menjawab setiap pertanyaan yang akan dilontarkan oleh pewawancara.

Prosesi Wawancara

sumber: forbes.com

Singkat cerita, tibalah waktu bagi saya untuk diwawancarai. Seorang perempuan paruh baya yang sedang duduk di dalam ruang wawancara terdengar menyebut nama saya.

Tanpa pikir panjang, sayapun segera mendatanginya dan berdiri tepat di depan mejanya.

Dia mempersilahkan saya untuk duduk, kemudian saya-pun segera duduk. Dia mulai mencermati kertas profil biodata yang telah saya isi di hari sebelumnya.

Pertama dia menanyakan mengenai latar belakang keluarga, saya menjawab dengan jujur tanpa tergesa-gesa. Kemudian dia menanyakan mengenai keahlian saya.

sumber: job-like.com

Saya menjelaskan beberapa hal kepadanya. Anehnya yang saya jelaskan bukan fokus pada bagian otomofif, tetapi saya malah menjelaskan mengenai perbaikan radio, dan perbaikan ponsel yang pernah saya lakukan.

Jawaban tersebut keluar begitu saja dari mulut saya. Setelah jawaban saya dirasa sudah memuaskan atas pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan, maka ibu pewawancara tersebut menulis sesuatu pada sebuah kertas.

Entahlah apa yang sebenarnya dia tulis, saya tetap ber-positive thinking atas segala sesuatu yang akan terjadi.

Setelah itu saya-pun dipersilahkan meninggalkan ruangan wawancara untuk menunggu hasil pengumuman selanjutnya.

Setelah semua peserta selesai diwawancarai, maka tak berselang lama daftar nama peserta yang lolos ke tahap berikutnya-pun mulai diumumkan.

Alhamdulillah namaku masuk dalam peserta yang lolos tahap wawancara ini. Tetapi, tidak sedikit teman-teman lain yang gagal pada tahap yang satu ini.

Ya, saya hanya bisa menghibur mereka yang tidak lolos, bahwasanya setiap usaha itu ada yang gagal dan ada yang berhasil. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Itulah kalimat yang dulu saya sering katakan kepada mereka yang gagal ketika melakukan suatu hal.

Setelah pengumuman tersebut, kami-pun memutuskan untuk langsung pulang.

Ujian Masih Berlanjut

Dari sekolah kami, ada sekitar 10 orang yang berhasil melewati tahap wawancara. Kami bersepuluh kemudian diberi pengumuman bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan diadakan seleksi selanjutnya.

Apa? Masih ada seleksi lagi?

Ya. benar sekali, kami harus melewati tahap selanjutnya. Yaitu tahap yang dinamakan dengan tahap bimbek dari kepanjangan Bimbingan Bekerja, dan kemudian nantinya disusul dengan tahap terakhir yaitu medical check up atau tes kesehatan.

Banyak bukan seleksinya? Hehe.

Tetapi memang begitulah tahap-tahap yang harus dilewati apabila ingin bekerja di PT. AHM pada waktu itu.

Sebelum tahap bimbek, kami kembali mengikuti pelajaran seperti biasanya sebagai siswa kelas 12 yang segera mengakhiri masa SLTA-nya.

Bimbek

sumber: wn.com

Selang beberapa hari waktu tahap bimbek-pun tiba. Saya dengan kawan-kawan lain yang lolos ke tahap ini diminta untuk datang ke Jakarta dengan membawa perbekalan sendiri untuk 4 hari ke depan.

Pakaian yang disarankan ialah kemeja putih, celana bahan berwarna hitam, dan sepatu pantofel.

Kami langsung bergerak cepat untuk melakukan persiapan berbagai macam perbekalan yang akan di bawa ke Jakarta. Keesokan harinya kami berkumpul terlebih dahulu di SMK untuk mendapatkan briefing dari pihak BKK SMK.

Setelah itu, kami-pun bergegas menuju Jakarta menggunakan Bus antar provinsi. Sesampainya di Jakarta, kami diarahkan untuk tinggal di Wisma PHI di Cempaka Putih.

Di sanalah nantinya kami akan mendapatkan berbagai macam tes dan uji kedisiplinan selama 4 hari ke depan.

Penggemblengan Dimulai

Pagi-pagi sekali setelah sholat shubuh, kami langsung dikumpulkan di halaman depan wisma. Kami berbaris dengan rapi kemudian di absen satu per satu. Setelah itu kami diarahkan menuju ke suatu bangunan yang berjarak sekitar 500 m dari wisma.

Di sana kami melakukan senam, kemudian dikumpulkan di dalam gedung di lantai 3. Di sanalah dimulai tes kedisiplinan. Kami harus berbaris dengan rapi sembari berdiri dari pagi hingga sore.

Ada beberapa pembicara yang datang. Mereka berbicara mengenai berbagai macam dasar kedisiplinan. Selama mereka berbicara, kami di tuntut untuk selalu memperhatikan, dan tidak boleh lengah, melakukan gerakan yang tidak perlu, dan bahkan tidak diperbolehkan untuk menguap.

sumber: youtube.com

Apabila ada yang ketahuan menguap, maka akan diberi hukuman untuk push up sebanyak 10 kali.

Kami harus menjalani situasi semacam itu selama 3 hari berturut-turut. Di hari pertama ada beberapa peserta yang dipulangkan karena mereka dianggap susah diatur dan attitude yang di anggap buruk.

Setelah kami bersusah payah dan bersabar atas beberapa ujian yang telah diberikan. Akhirnya tibalah pengumuman hasil tes bimbek selama 3 hari. Ketika itu hari keempat di pagi hari, kami kembali dikumpulkan di lapangan yang berada d tengah asrama.

Semua peserta dinyatakan berhasil melewati seleksi tahap kali ini, kecuali yang sudah dipulangkan di hari-hari sebelumnya.

Medical Check Up (MCU)

sumber: blog.konsula.com

Proses selanjutnya adalah tes medical check up atau tes kesehatan. Kami direkomendasikan untuk mendatangi sebuah klinik yang berada kompleks apartemen di Cempaka Mas. Berjarak sekitar 2 km dari wisma tempat kami tinggal.

Kami semua sepakat untuk memilih berjalan kaki menuju klinik yang dimaksud. Setelah sampai di sana, kami mengumpulkan KTP, dan kemudian menunggu antrian.

medical check up yang dilakukan diantaranya:

pengecekan tekanan darah, tes laboratorium pada sampel darah dan urine, tes wawancara berkenaan dengan riwayat penyakit, tes rontgen, kemudian pengecekan fisik, mulai dari tinggi badan, berat badan, tes penglihatan, hingga pengecekan oleh dokter di dalam ruangan secara personal.

Mungkin saya akan mengulas mengenai medical check up secara lebih mendetail dikesempatan yang lain.

Singkat cerita, setelah melewati proses yang panjang hingga sore hari. Akhirnya dikeesokan paginya, pengumuman terakhir-pun dibacakan.

Alhamdulillah saya dinyatakan lolos pada seleksi tahap terakhir ini, tetapi sangat disayangkan, ada beberapa teman yang tidak lolos tahap medical check up.

Pastinya mereka merasa sangat terpukul dengan hasil yang ada, karena perjuangan mereka sudah teramat jauh melewati berbagai macam seleksi.

Ya, tetapi begitulah takdir Allah, semoga mereka dapat bersabar atas keputusan pahit tersebut.

Masa Penantian

Setelah pengumuman itu, kami-pun kembali pulang menuju kampung halaman masing-masing.

Panggilan kerja akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, padahal ketika itu belum masuk bulan Ramadhan. Itu artinya waktu panggilan untuk bekerja masih harus menunggu cukup lama.

Oleh karena itu, setelah dinyatakan lulus Ujian Nasional, saya memutuskan untuk bekerja di daerah sendiri terlebih dahulu, sembari menunggu panggilan kerja dari PT. AHM.

Saya bekerja di tempat percetakan sekitar 2 atau 3 bulan, hingga akhirnya datang panggilan kerja dari PT. Astra Honda Motor melalui BKK SMK pada bulan Agustus 2012, yaitu beberapa hari setelah Lebaran.

Di sanalah saya mulai bekerja secara professional selama beberapa tahun ke depannya.

 

Wassalaamu’alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: