14 Macam Ideologi mulai dari Pancasila Komunis hingga Khilafah Disertai Penjelasannya

Bicara mengenai Ideologi, tentu saja tak akan lepas dengan cara berfikir dan cara pandang seseorang. Terdapat banyak Ideologi yang terdapat di seluruh dunia. Sedikitnya ada 14 ideologi yang pernah dijumpai di seluruh dunia.

sumber: suaradewata.com

Secara sederhana ideologi merupakan gagasan atau ide dari pemikiran manusia yang dapat digunakan sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan.

Sedangkan dalam arti yang lebih luas, ideologi merupakan sebuah visi atau cara pandang dan misi atau tujuan yang telah diatur sedemikian rupa secara komprehensif dimana faktor-faktor pendukung dalam penerapan ideologi tersebut sudah dipersiapkan secara matang, sehingga ideologi tersebut dapat diterapkan secara langsung.

sumber: maps-and-tables.blogspot.co.id

Ide semacam ini biasanya dikemukakan oleh kaum mayoritas di dalam suatu komunitas atau bahkan negara. Masing-masing orang atau kelompok berusaha mengemukakan gagasan mereka dalam memecahkan suatu masalah atau memberikan inovasi untuk kehidupan yang lebih baik bagi semua orang yang terdapat di dalam suatu komunitas atau negara tersebut.

Ide-ide ini akan didiskusikan dengan berbagai pihak terkait di mana hal ini bertujuan untuk mendapatkan dukungan dan kesepakatan bersama agar penerapan ideologi dapat berjalan lancar dan maksimal.

Berikut ini akan saya terangkan beberapa macam ideologi yang tersebar di seluruh dunia yang perlu anda ketahui:

1. Ideologi Komunisme

sumber: Waktuku.com

Komunis merupakan salah satu ideologi yang digunakan di beberapa negara di dunia. Ideologi komunis ini digagas oleh Karl Marx dan Friederich Engels. Maksud didirikannya ideologi komunis ini adalah untuk memperjuangkan hak-hak yang sama untuk semua kalangan sekalipun dengan kelas sosial yang berbeda.

Ideologi Komunisme sering juga disebut dengan marxisme atau leninisme yang diadopsi dari nama para pencetus ideologi ini. Ideologi komunis muncul akibat semakin menjamurnya ideologi kapitalisme, dimana para buruh dan petani tidak mendapatkan hak yang sama, bahkan cenderung ditindas dan dieksploitasi.

Ketika ideologi kapitalisme tersebut mulai merajalela, maka terjadilah ketimpangan yang sangat terlihat di antara para pengusaha dengan para buruh. Maka muncullah partai komunis yang digadang-gadang sebagai partai yang mempunyai tujuan dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.

Awal Terciptanya Partai Komunis

Partai komunis diciptakan dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi, di mana mereka berusaha memperoleh dukungan melalui jalur parlemen. Beberapa anggota dari partai komunis ini akan menjadi bagian dari parlemen.

Dari sana, para anggota parlemen dari kader-kader partai komunis akan menerapkan program-program yang dianggap searah dengan prinsip-prinsip komunisme.

Dengan mengendalikan pemerintahan, maka pemerintahan komunis ini tak hanya mengakumulasi modal yang terdapat pada kaum ekspatriat saja. Ideologi ini berusaha mendorong agar pemerintahan mengendalikan faktor-faktor produksi yang diperuntukkan sebagai media kesejahteraan seluruh rakyatnya.

Tetapi yang menjadi masalah ialah komunisme tidak membenarkan adanya agama karena agama dianggap sebagai penghambat di dalam sistem kepatuhan bagi warga negara, dan perbedaan prinsip yang mendasar. Komunisme juga tidak mempercayai adanya alam gaib, di mana mereka hanya terfokus pada kehidupan duniawi dan materi saja.

Pergerakan paham komunis cukup luas dengan pengaruhnya yang sangat cepat menyebar di seluruh dunia. Hal ini diawali dengan meletusnya revolusi Bolshevik Rusia pada tanggal 7 November tahun 1917. Paham komunis ini kemudian menginspirasi para aktifis di wilayah lain, sehingga menyebar dengan luas ke negara-negara di belahan bumi yang lainnya.

Bahkan Indonesia-pun tak luput dari pengaruh paham ini hingga masa awal-awal kemerdekaan. Bahkan sempat terjadi pemberontakan yang terorganisir yang menyebabkan munculnya gerakan 30 September yang menewaskan para Jenderal Senior. Namun para tentara dan pejuang bekerjasama untuk menghapuskan paham ini dari bumi pertiwi.

Sampai pada tahun 2005, negara yang menggunakan paham komunisme sebagai ideologi negara mereka ialah korea Utara, Tiongkok, Kuba, Vietnam, Laos, dan Rusia.

2. Ideologi Kapitalisme

sumber: newsbtc.com

Ideologi atau paham kapitalisme masih banyak digunakan oleh banyak negara di dunia hingga kini. Inti dari Ideologi Kapitalisme ialah adanya kapital atau modal yang dikuasai oleh pihak swasta yang bahkan negara tidak mempunyai kekuasaan dalam pengaturan sistem ekonomi yang ada.

Negara cenderung hanya berperan sebagai pengawas saja. Hal ini sangat rentan dengan terjadinya tindak kecurangan, di mana para pengusaha swasta ini mempunyai kekuasaan dan keuangan yang sangat kuat sehingga sangat mungkin bagi mereka untuk mempengaruhi kebijakan suatu negara sekalipun.

Ketika perusahaan ini telah mampu menguasai pasar, maka mereka akan melancarkan beberapa strategi mereka dalam mengambil keuntungan secara besar-besaran dengan cara memonopoli pasar.

Kapitalisme akan sangat merugikan bagi rakyat, di mana mereka harus memberi barang dengan harga yang sudah diatur oleh perusahaan kapital dan apabila tidak sanggup membayarnya, maka dia tidak akan mendapatkan barang tersebut di tempat lain.

Strategi ini merupakan strategi yang sering digunakan oleh kalangan kapital, di mana mereka membuat barang dengan modal sekecil mungkin, tetapi berusaha mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Salah satu tokoh yang paling terkenal yang mempopulerkan ideologi kapitalis adalah Adam smith. Awalnya paham ini  merupakan sebuah cara yang digunakan untuk menentang paham merkantilisme, dimana menurut paham merkantilisme menganggap tanah sebagai sumber modal utama dan mengesampingkan bentuk sumber modal lainnya.

Adam Smith memperkenalkan istilah Invisible Hand atau tangan tak tampak. Maksudnya adalah, pasar yang bekerja akan diarahkan oleh tangan tak tampak atau orang-orang berpengaruh tertentu yang jarang dikenal oleh banyak orang, sehingga pemerintah tidak dapat mengatur dan mengintervensinya.

Dampak dari Ideologi Kapitalis

Ideologi Kapitalis ini mendapat banyak penolakan dari berbagai pihak, karena dianggap sebagai biang terjadinyakebangkrutan pada usaha kecil, dan penyebab meningkatnya kesenjangan ekonomi di tengah-tengah masayarakat.

Para pegusaha besar akan semakin kaya, sedangkan orang-orang dengan pekerjaan buruh dan usaha kecil tak mampu untuk bersaing dan berkembang. Pemerintah juga seolah menutup mata dengan fenomena ini.

Akan lebih parah lagi apabila pihak-pihak kapital ini mulai menduduki sitem pemerintahan. Rakyat kecil akan semakin tertindas dengan kebijakan pemerintahan yang hanya menguntungkan satu pihak saja yaitu pihak mereka sendiri. Ideologi atau faham kapitalis ini banyak diterapkan di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

3. Ideologi Liberalisme

Ideologi Liberalisme merupakan ideologi yang mulai didengung-dengungkan di Indonesia belakangan ini. Tetapi tentu saja banyak sekali penentangan dengan dicanangkannya ideologi kebebasan ini. Di dalam Ideologi Liberalisme, kebebasan dijadikan sebagai landasan utama untuk memutuskan berbagai macam hal.

Di dalam paham ini terdapat tiga nilai pokok yang dianggap sangat penting yaitu life, liberty dan property. Berikut ini penjelasan dari nilai-nilai tersebut:

Kesempatan yang Sama

Ideologi Liberalisme meyakini bahwa setiap mausia berhak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih suatu hal. Namun karena kerja keras dan kualitas antara satu manusia dengan lainnya itu berbeda, jadi hasil yang dirsaihpu akan menjadi berbeda pula. Diserahkan pada tingkat kerja keras dan kemampuan yang dimilikimasing-masing.

Hak yang Sama

Persamaan hak merupakan hal yang dianggap sangat penting bagi penganut ideologi ini. Liberalisme memberikankebebasan kepada setiap individu untuk memilih jalan mereka sendiri, baik dalam hal kehidupan sehari-hari bahkan dalam pilihan politik sekalipun.

Pemerintah dituntut untuk melakukan tindakan dengan mengambil pertimbangan dari rakyat terlebih dahulu, karena keputusan tertinggi berada di tangan rakyat. Tetapi sebenarnya kebijakan semacam ini dapat menjadi bumerang bagi rakyat sendiri, mengingat keingian rakyat sudah pasti berbeda-beda sesuai keinginan mereka sendiri-sendiri.

Hal ini akan membuat kehidupan bermasyarakat rentan dengan konflik, karena dengan pola fikir liberalisme, mereka akan berfikir secara liar sesuka hati mereka, dan melakukan tindakan sesuai yang mereka inginkan.

Fungsi Pemerintah dan Negara

Pemerintah dan dan Negara memiliki berfungsi sebagai pengawas, pemberi nasehat dan menetapkan berbagai macam aturan dan hukum yang sudah disepakati bersama warganya.

Di dalam ideologi ini, kekuasaan diserahkan kepada masing-masing individu. Sekilas hal ini akan tampak menyenangkan dan memberikan kemudahan bagi rakyat untuk mengambil cara hidup mereka sendiri.

Tetapi di sisi lain, mereka akan mulai melupakan norma-norma kearifan budaya, mereka akan dengan mudah terpengaruh dengan budaya-budaya luar yang secara kasat mata terlihat sangat menggiurkan.

Para generasi muda akan mudah terjerumus pada penyimpangan-penyimpangan tak terkendali. Seorang anak dapat melaporkan orangtuanya yang telah menasehatinya ke kepolisian sekalipun maksudnya untuk kebaikan diri mereka sendiri.

Semua orang bebas melakukan apa saja di mana akibat buruknya mereka dapatkan di kemudian hari. Akhirnya hal ini akan mengantarkan mereka kepada masa depan yang gelap dan suram.

sumber: ciencedaily.com

4. Ideologi Konservatif

Ideologi konservatif merupakan ideologi yang lebih mengedepankan nilai-nilai ajaran kuno atau tradisional. Ideologi ini terkadang menentang adanya modernisasi dan globalisasi yang masuk ke dalam wilayah kekuasaan mereka. Ideologi konservatif berbeda di setiap wilayahnya, karena adat dan norma yang berlaku di masyarakat tersebut juga berbeda.

Ideologi semacam ini pernah terjadi di Perancis, di mana rakyat menganggap bahwa modernisasi merusak tatanan hidup mereka, dan rentan terjadinya perpecahan-perpecahan. Beberapa negara di Eropa masih menggunakan paham atau ideologi konservatif ini yang biasanya di dukung oleh para pekerja pasar, para pengusaha hingga para pejabat berkerah putih.

5. Ideologi Sosialisme

Paham sosialisme ini hampir sama konsepnya dengan paham komunisme. Ideologi Sosialisme ini mengutamakan kepemilikan segala sesuatu secara bersama-sama, di mana hak kepemilikan secara individu hendak dihapuskan.

Istilah sosialisme ini muncul di Perancis pada abad ke 19 dan kemudian pengaruhnya menyebar ke berbagai kalangan di dunia. Lagi-laki Karl Marx merupakan penggagas ideologi ini. Hal ini terjkadi karena ia melihat para petani yang ditindas dengan ide kapitalisme yang sudah ada sebelumnya.

Para buruh dan petani di kala itu mendapatkan gaji yang sangat kecil. Mereka hanaya dimanfaatkan dalam hal produksi, sedangkan untuk kesejahteraan mereka sangatlah kurang. Beranjak dari situlah Karl Marx mencetuskan idelogi Sosialisme dengan menggerakkan para buruh dan petani.

Kekurangan Ideologi atau Paham Sosialis

Seiring dengan berjalannya waktu, ideologi sosialisme mendapatkan sorotan dan kritik dari beberapa tokoh dunia. Ada beberapa hal yang dianggap sebagai kelemahan dalam penerapannya sebagai ideologi. Berikut ini beberapa kelemahan yang menjadi sorotan dan koreksi bagi paham ini:

Warga Negara Kurang Diapresiasi Atas Apa yang Telah Mereka Kerjakan

Hal ini terjadi karena di dalam paham atau ideologi sosialisme ini pendapatan antar warga negara disamaratakan sekalipun tingkat kesulitan pekerjaan mereka berbeda.

Jadi, bagi orang dengan pekerjaan yang tingkat kesulitan dan resikonya lebih tinggi akankesulitan untuk mendapatkan dana insentif atas apa yang telah mereka kerjakan.

Tetapi sebaliknya, para pengangguran yang tidak bekerja akan mendapatkan nominal penghasilan yang sama dengan orang yang bekerja. Hal inilah yang dapat  menimbulkan lahirnya kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Tidak Adanya Kebebasan Berfikir dan Berkreativitas

Di dalam negara yang menerapkan sosialisme sebagai ideologinya, kreativitas dianggap sebagai suatu hal yang tidak perlu dimiliki oleh setiap orang. Hal ini terjadi karena warga negara yang bekerja dengan paham sosialis ini, akan bekerja diatur sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh negara.

Sehingga para pekerja harus beradaptasi dengan apa yang menjadi pekerjaan mereka, bukan sebaliknya. Hal inilah yang menyebabkan warga negara kesulitan untuk mengembangkan kreativitas dan potensi yang ada pada diri mereka masing-masing.

Tidak Adanya Pendidikan Moral

Negara dengan ideologi sosialis lebih terfokus pada pemerataan dan perbaikan ekonomi pada rakyatnya. Alhasil, akan terjadi kemerosotan pada pendidikan moral mereka.

Hal ini akan berakibat buruk apabila dibiarkan berlarut-larut. Para individu akan menjadi saling iri dengan orang yang pekerjaannya lebih ringan.

Keuntungan Ideologi atau Paham Sosialis

Seluruh warga negara sudah disediakan kebutuhan pokok, makanan, tempat tinggal, dan beberapa fasilitas umum penunjang lainnya.

Semua kegiatan warga negara sudah direncanakan sedemikian rupa, sehingga seluruhnya, hal ini memungkinkan setiap warga negara bisa mendapatkan berbagai pekerjaan dan fasilitas secara merata.

Semua kekayaan alam dan produk hasil produksi menjadi kekayaan negara, di mana kekayaan tersebut tidak hanya berhenti pada korporasi tertentu.

6. Ideologi Libertanianisme

Pada ideologi libertanianisme, warga negaranya sangat menjunjung tinggi terhadap kebebasan, terutama di dalam kebebasan secara individu. Proses pemilihan beberapa wakil rakyat dilakukan secara utuh pada tiap individu di mana negara tidak berhak mengatur kegiatan warganya.

Ideologi Libertanianisme ini menolak adanya lembaga sosial karena dianggap dapat menganggu jalannya kelancaran dalam sistem negara. Paham ini mengedepankan aspek politik dan aspek ekonomi.

Sekalipun mereka menjunjung tinggi kebebasan secara individu, namun mereka sangat menentang keras adanya hak kepemilikan secara individu pada sektor-sektor yang dianggap strategis. Para penganut ideologi libertanianisme masih menggunakan pemerintahan negara dalam mengatur dan mengawasi jalannya perkembangan dari tatanan negara.

7. Ideologi Komunitarianisme

Ideologi komunitarianisme adalah ideologi komunis dengan gaya baru yang lebih moderat. Paham pokoknya masih tetap sama di mana paham ini tetap menentang paham kapitalis dan liberalis. Tetapi paham komunis yang satu ini sudah diadaptasi dengan berbagai macam tatanan hidup masyarakat, sehingga cenderung lebih toleran.

8. Ideologi Anarkisme

Mungkin bagi para pembaca, pertama mendengarnya saja sudah merasa aneh, kenapa anarkisme bisa digunakan sebagai salah satu paham atau ideologi bagi pemilihan jalan hidup.

Sebenarnya ideologi anarkisme tidak sepenuhnya mengedepankan anarkis sebagai sumber penyelesaian masalah. Ideologi ini berpikiran bahwa tak diperlukan adanya sebuah negara dalam suatu komunitas. Para penduduk dipersilahkan untuk melakukan tindakan sukarela dalam mengatur diri mereka sendiri.

Beberapa orang juga mendefinisikan bahwa ideologi anarkisme ini merupakan paham dengan tatanan yang tidak membutuhkan hirarki sehinggasemuanya dianggap sama. Dalam ideologi anarkisme ini negara merupakan sesuatu yang tidak dibutuhkan, dan dapat mengganggu tatanan hidup mereka.

Namun ideologi anarkisme ini tidak mampu bertahan lama. Dengan sistemnya yang kurang jelas dan dianggap sebagai paham bagi orang-orang yang ingin memanfaatkan keadaan saja. Paham ini pernah diterapakan di bagian negara Spanyol namun tak dapat bertahan lama.

9. Nazisme

sumber: wallpaperbackgrounds.com

Nazi merupakan singkatan dari kata “Nazionale Sozialism” merupakan salah satun paham yang sangat populer di era perang dunia kedua. Ideologi ini berasal dari negara Jerman dengan pelopor terkenalnya yang fenomenal dan melegenda bernama Adolf Hitler.

Paham ini bukanlah paham baru. Paham ini merupakan gabungan dari beberapa paham yang salah satunya merupakan paham anti Yahudi. Ada banyak bangsa Yahudi yang diberangus keberadaannya kala itu.

Nazi lebih terkenal dengan partainya yang sangat solid. Ideologi Nazisme ini merupakan ideologi yang sangat kuat dan keras, sehingga dominasi dan pengaruhnya di Jerman kala itu mampu menumbangkan kekuasaan beberapa negara yang tengah bersekutu.

Sekarang Partai Nazi sudah tidak ada, namun pengaruh bagi kehidupan sosial di Jerman sangatlah membekas. Dikabarkan Hitler telah melarikan diri ke negara yang jauh dari Eropa. Namun kabar yang lain mengatakan bahwa Hitler telah tewas terbunuh.

10. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan sebuah paham di mana sekelompok orang dalam jumlah masif membentuk sebuah negara dengan tujuan dan kepentingan yang sama, di mana mereka rela melakukan apapun demi terjaga utuhnya suatu negara tersebut.

Keberadaan negara bagi orang yang berpegang pada komuntis ini sangatlah penting. Keamanan dan kedamaian di dalam suatu negara menjadi salah satu hal yang terpenting bagi ideologi Nasionalisme, di mana penjagaan dilakukan baik secara internal(polisi) maupun keamanan eksternal(tentara).

Di Antara Bentuk-bentuk Nasionalisme adalah Sebagai Berikut Ini:

Nasionalis Kewarganegaraan

Paham nasionalisme ini kepentingan negara dikedepankan sesuai dengan tujuan awal suatu komunitas membentuk sebuah negara. Rakyat berperan aktif di setiap keputusan-keputusan yang hendak di ambil.

Nasionalis Etnis

Nasionalis etnik ini mengedepankan sosial budaya yang terdapat di masyarakat. Seua peraturan dan keputusan disesuaikan dengan kondisi sosial budaya di masing-masing tempat.

Nasionalis Romantik

Merupakan paham berhaluan Nasionalis namun manis memadukannya dengan keadaan sosial budaya di tengah-tengah masyarakat. Hal ini akhirnya akan tercipta sebuah kebijakan baru yang dianggap sebagai kebijakan terbaik menurut pertimbangan para pengagas ideologi ini.

11. Demokrasi

Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan namun bisa pula dianggap sebagai Ideologi karena fanatisme yang ditunjukkan oleh penganutnya.

Demokrasi sendiri berasal dari bahasa yunani.  Di mana demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Secara jelas maksud dari diadakannya paham ini adalah untuk menegaskan bahwa semua hal-hal penting terkait pemerintahan berada di tangan rakyat.

Dalam pelaksanaannya rakyat berusaha untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada wakil rakyat. Mereka sering menyampaikan aspirasinya melalui kegiatan demonstrasi yang memang dilegalkan di dalam praktek hidup berdemokrasi.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Pemerintah harus ekstra berhati-hati dalam melangkah dan memutuskan sesuatu. Karena apabila terlihat celah kesalahan sedikit saja, maka rakyat akan melakukan protes dan teguran untuk segera dilakukan pengkoreksian oleh pihak terkait.

Paham demokrasi ini mempunyai ciri khas tersendiri, di mana mereka memiliki Dewan Perwakilan Rakyat yang mempunyai tugas khusus dalam menyambung aspirasi dari rakyat. Di dalam pemerintahan demokrasi, pemimpin akan dipilih oleh rakyat secara langsung dengan melalui proses pemilihan umum.

Dewan Perwakilan Rakyat juga di pimpin oleh rakyat sendiri. Hingga saat ini, masih banyak negara yang menganut sistem pemerintahan semacam ini, sebut saja Denmark,  Norwegia, Amerika Serikat, Swedia, Israel, Venezuela, Australia, dan masih banyak yang lainnya.

Berikut Beberapa Macam Turunan Ideologi Demokrasi

1. Demokrasi Pancasila

Pancasila merupakan Ideologi tersendiri di mana negara harus mematuhi kelima butir pancasila yang menggambarkan visi dan misi utama suatu negara, dalam hal ini Indonesia. Ideologi ini hanya dianut oleh Indonesia.

Ideologi pancasila merupakan sebuah paham yang dirancang untuk menyatukan berbagai macam bangsa dengan suku, ras, dan agama yang berbeda-beda.

2. Demokrasi Kristen

Demokrasi Kristenadalah tatanan negara yang menerapkan bentuk pemerintahan demokrasi yang berlandaskan pada asas agama Kristen dalam pelaksanannya. Ideologi  ini muncul pada abad ke 19 seiring berkembangnya aliran religius yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Eropa dan Amerika Latin kala itu.

3. Demokrasi Islam

 Demokrasi Islam adalah sebuah tatanan negara yang menerapkan bentuk pemerintahan demokrasi tetapi masih tetap berlandaskan pada asas-asas islam sebagai dasar utamanya. Namun hal ini tidak mampu berlangsung lama karena demokrasi tidak sesuai dengan syariat Islam di dalam beberapa aspek.

12. Monarki

Monarkisme adalah paham, sistem, atau ideologi dimana pemerintahan dan kesejahteraan secara umum diatur oleh pihak kerajaan. Peran raja yang bijak dan adil sangat dibutuhkan di dalam sistem pemerintahan semacam ini.

Kekuasaan tertinggi diserahkan kepada sang raja. Raja mempunyai kehendak yang tidak perlu disetujui oleh pihak lain. Keputusan sepihak dari raja ini akan sangat beresiko cenderung tidak adil apabila raja tidak memiliki para penasihat.

Hingga saat ini masih banyak negara yang mengadopsi sistem ini, sebagai contohnya seperti negara tetangga kita Brunei Darussalam, Malaysia, dan Arab Saudi dan lainnya.

13. Fasisme

Fasisme merupakan ideologi di mana penganut paham ini menginginkan untuk mengatur segala aspek dalam kehidupannya sendiri mulai dari politik, budaya, ekonomi dan di dalam suatu negara. Para penganut Ideologi fasisme ini, mereka berusaha untuk membentuk partai tunggal di dalam suatu negara.

Nantinya partsai ini akan digunakan untuk mengatur berjalannya roda pemerintahan di dalam suatu negara. Para penganut ideologi fasis ini memepercayai dengan adanya pemimpin tunggal yang kuat dan otoriter, mereka akan mampu untuk menciptakan kesejahteraan dan kedaulatan secara bersamaan di dalam sebuah sistem negara.

Paham fasisme ini banyak dikembangkan dari awal terjadinya perang dunia pertama dan terus berlanjut hingga perang dunia yang kedua. Tetapi dengan kebijakannya yang otoriter dan sepihak seringkali terdapat pihak yang merasa dirugikan dan tertindas.

Kelompok atau orang-orang yang tidak patuh akan disingkirkan dengan pergerakan intel. Hal ini pernah terjadi di Indonesia, di mana setiap elurahan atau desa diberikan tim pengawas dan pengaman atau sering juga disebut dengan hansip.

Tugas hansip memastikan warga setempat tidak melakukan pergerakan-pergerakan perlawanan kepada pemerintahan yang tengah berkuasa.

Paham fasis ini akhirnya mendapatkan pertentangan dari banyak pihak yang merasa dirugikan, sehingga Ideologi fasis sudah mulai di tinggalkan sejak masuknya era milenium, di mana beberapa pemimpin-pemimpin diktator digulingkan oleh rakyat mereka sendiri.

14. Syariat Islam/ Khilafah

sumber: muslimnetworkblog.wordpress.com

Khilafah merupakan faham yang berdasarkan syariat Islam dengan asas-asas yang tercantum pada sumber utama agama Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Semua kebijakan dan keputusan jenis pemerintahan ini diambil dari kedua sumber tersebut.

Apabila ada hukum atau suatu hal yang belum ditemukan di dalam Al-Qur’an dan Hadits, maka sang Khalifah(sebutan untuk pemimpin di dalam Khilafah) akan mengumpulkan ulama atau mufti untuk berdikusi yang kemudian mengeluarkan fatwa setelah menemukan sebuah kesepakatan.

Ideologi Khilafah Islamiyyah ini tidak berdasarkan keinginan manusia,  semua keputusan disandarkan pada syariat Islam yang terdapat pada Al-Qur’an, di mana umat Islam menganggapnya sebagai pedoman hidup yang tak ada kesalahannya sedikit-pun.

Baca Juga:

  1. Niat dan Keutamaan Puasa Senin Kamis Rajab Syawal Ramadhan Lengkap
  2. Macam-macam Zat Adiktif dan Psikotropika
  3. Jenis dan Harga Ikan Aligator atau Ikan Gar / Ikan Buaya Lengkap dengan Video

Nah demikianlah beberapa ideologi yang tersebar diseluruh dunia. mulai dari Pancasila Komunis hingga Khilafah. Manusia mempunyai otak yang berbeda-beda dengan pemikiran yang berbeda-beda pula, maka tak heran apabila ideologinya berbeda-beda pula. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: