Hewan Langka di Indonesia + Dunia Terancam Punah & Aneh

Hewan Langka di Indonesia terancam punah. Penebangan liar di hutan lindung dan hutan cagar alam semakin memperparah kerusakan lingkungan. Keanekaragaman hayati di Indonesia yang sangat kaya dengan flora dan fauna semakin memprihatinkan.

kali ini tim redaksi windowsnesia akan membahas tentang beberapa hewan langka Indonesia dan dunia. Seperti badak bercula satu, harimau sumatera, dan hewan langka di Indonesia lainnya.

Baca juga: Ikan Aligator

Di mana sumber daya alam ini harus kita lindungi agar tidak terjadi kepunahan. Kita tentunya menginginkan binatang langka ini tak hanya menjadi cerita. Di dunia ada banyak sekali hewan yang sudah mulai punah atau sering kita katakan dengan hewan langka.

Terutama di Indonesia dengan negara yang mempunyai luas 735.400 mil, bukan tidak mungkin Indonesia memiliki banyak sekali hewan langka, Nah!! langsung saja mari kita bahas hewan langka dibawah ini:

Hewan Langka di Indonesia

binatang Langka di Indonesia
sumber: thinglink.com

Ada banyak sekali hewan langka di Indonesia, Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga negara Indonesia harus ikut dalam melestarikannya hewan langka yang terancam punah.

1. Komodo

komodo dragon
sumber:youtube.com

Hewan yang pertama yang akan kita bahas adalah Komodo. Hewan ini adalah salah hewan yang sedang diambang kepunahan. Komodo ini dilindungi oleh pemerintah dan dirawat dalam sebuah taman nasional, taman tersebut dinamakan dengan nama Taman Nasional Komodo.

Sedangkan untuk habitat hewan ini hanya ada di pulau Komodo, Nusa Tenggara, Flores, Rinca, Gili Montang, Gili Dasami. Komodo pertama kali didokumentasikan pada tahun 1910 oleh orang yang berasal dari dataran Eropa.

Nama hewan ini jadi dikenal pada saat pertama ditemukan pada tahun 1912 dan diberi nama dengan nama Pieter Antonie Oewens. Komodo dipercaya sebagai salah satu binatang purba yang masih bertahan hingga saat ini.

Diperkirakan Komodo adaalah jenis dinosaurus yang masih bertahan hingga sekarang. Mereka selamat pasca bencana besar yang menimpa di kala itu, di mana semua dinosaurus punah, dan habis karena suatu bencana dahsyat.

2. Burung Jalak Bali

 Jalak Bali
sumber: omkicau.com

Hewan yang selanjutnya adalah burung Jalak Bali. Burung ini pertama ditemukan pada tahun 1910. Sedangkan untuk nama ilmiah dari hewan ini dinamakan dengan nama yang berbahasa Inggris yaitu dengan nama Walter Rothschild.

Burung Jalak Bali ini hanya dapat anda temukan di kawasan hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini dijadikan hewan endemik yang ada di Bali dan juga dijadikan sebagai lambang fauna yang ada di Bali.

Hewan endemik ini sudah dilindungi oleh pemerintah dan dilindungi oleh undang-undang. Untuk menghindari kepunahan hewan ini, maka pemerintah membuat kebun bintang khusus untuk melestarikan hewan ini.

3. Harimau Sumatera

Sumateran tiger
sumber: pixabay.com

Harimau Sumatera mungkin hanya tersisa sangat sedikit dan dapat diperkirakan bahwa Harimau ini hanya tersisa 300 ekor saja. Hewan ini langka dikarenakan banyaknya pemburuan yang ada di Sumatera.

Harimau ini memiliki warna kulit yang sedikit hitam, berbeda dengan harimau pada umumnya. Sedangkan untuk bentuk tubuhnya harimau ini memiliki bentuk tubuh yang standar dengan bentuk tubuh harimau yang lainnya.

Binatang Langka

hewan langka
sumber: Fourlook.com

Orang Utan bukanlah binatang yang hanya langka di dunia. Status ini disandang oleh jenis primata yang semakin berkurang jumlahnya ini karena binatang ini hanya tersebar di Asia Tenggara.

Skala kelangkaan Orang Utan sudah termasuk sebagai hewan langka di dunia. Ilustrasi di atas bukanlah Orang Utan. Tetapi hewan di atas termasuk ke dalam hewan langka juga. Primata yang satu ini dinamakan sebagai Bekantan.

Dia Asia Tenggara sendiri, Orang Utan hanya tinggal tersisa si Pulau Sumatera dan Kalimantan. Berikut ini penjelasan mendalam mengenai binatang langka di dunia ini:

4. Orang Utan Kalimantan dan Sumatera

Orang Utan Sumatera
sumber: wwf.org.au

Hewan langka yang selanjutnya adalah hewan yang masih satu kerabat dengan monyet. Orang utan ini menurut lembaga konservasi hewan, sepanjang 75 tahun terakhir populasi orang utan Sumatera mengalami penurunan hingga 80%.

Terjadinya penebangan liar dan penggundulan hutan yang berlangsung dalam waktu yang sangat singkat ditengarai sebagai salah satu penyumbang terbesar kepunahan orang utan.

Binatang langka yang pernah mewarnai uang kertas 500 rupiah zaman dahulu ini adalah jenis primata yang hanya bisa dijumpai di Indonesia. Hewan endemik Sumatera dan Kalimantan ini harus selalu kita jaga kelestariannya.

Dalam kurun waktu 1998 sampai 1999, lembaga konservasi menyatakan bahwa kehilangan sekitar 1000 orang utan per tahunnya. Bukan itu saja menurut para peneliti bahwa pada tahun 2004 , diperkirakan bahwa total orang utan di Indonesia dan Malaysia hanya tersisa 54 ribu individu.

5. Badak Bercula Satu

Badak Jawa
sumber: AnimalSpot.net

Badak Jawa memiliki nama latin “Rhinoceros sondaicus” sedangkan untuk badak Sumatera memiliki nama latin “Dicerorhinus sumatrensis” kedua badak tersebut telah menjadi perhatian pemerintah dan para pecinta alam yang lainnya.

Badak ini merupakan dua dari lima spesies badak yang masih mampu bertahan hidup. Namun kedua badak ini sudah diambang kepunahan yang sangat terancam keberadaannya.

Badak Jawa dan Badak Sumatera adalah badak bercula satu. Badak ini mempunyai cagar alam khusus di taman Nasional Ujungkulon di Provinsi Banten. Tepatnya terletak di Ujung Barat Pulau Jawa.

6. Anoa

anoa sulawesi
sumber: Alamendah.com

Hewan langka yang selanjutnya adalah Anoa. Hewan ini merupakan hewan endemik wilayah Sulawesi, tepatnya di Sulawesi Tenggara. Hewan ini sudah dinyatakan punah sejak tahun 1960. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir hewan ini populasinya semakin menurun.

Menurut para ahli diperkirakan bahwa populasi hewan ini hanya tersisa 5.000 ekor yang ada di alam bebas. Ancaman Kepunahan kepunahan ini akan terus jika masyarakat masih sering memburu hewan ini untuk diambil tanduk, kulit, dan dagingnya.

Hewan ini memiliki dua spesies yaitu Anoa dataran rendah dan Anoa dataran tinggi. Hewan yang menjadi maskot daerah Sulawesi Tenggara ini hanya hidup di rimbunan hutan dan jauh dari kawasan warga. Bukan hanya itu saja hewan ini juga memiliki sifat yang sulit untuk dijinakan, itu sebabnya hewan ini tidak bisa di ternak.

7. Kanguru Pohon Wondiwoi

kangguru pohon
sumber: Boombastis.com

Ternyata, Kanguru bukan hanya ada di Australia saja tetapi, Indonesia juga memilikinya. Kanguru Pohon Wondiwoi namanya, hewan ini merupakan salah satu spesies hewan endemik Papua.

Hewan ini memiliki nama ilmiah “Dendrolagus mayri” sedang untuk berat diperkirakan hewan ini memiliki berat 9,25 kg. Hewan ini memiliki warna bulu hitam suram dengan beberapa bagian memiliki warna kekuningan.

8. Monyet Hitam Sulawesi

monyet hitam
sumber: Gocelebes.com

Kera hitam Sulawesi ini memiliki nama yang banyak sekali tapi kita tidak akan menyebutkan satu persatu namanya. Monyet ini adalah salah satu hewan endemik Sulawesi, atau lebih tepatnya di Sulawesi Utara.

Monyet ini memiliki ciri utama yaitu memiliki jambul di atas kepalanya. Sementara itu para masyarakat disana menyebutnya monyet ini dengan sebutan Yaki, Bolai, Dihe. Hewan ini dalam beberapa tahun terakhir mengalami kematian yang cukup banyak. Hewan ini memiliki nama latin “Celebes Black Macaque“.

Binatang Langka di Indonesia

Hewan Langka di Indonesia Terancam Punah
sumber: Welove-indonesia.com

Sebenarnya didalam dunia konservasi bintang tidak ada istilah hewan langka, namun adanya “hewan langka yang akan terancam punah” dikarenakan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Mari kita lanjutkan pembahasan hewan-hewan langka yang ada di Indonesia.

9. Pesut Mahakam

lumba-lumba air tawar
sumber: majalahkartini.co.id

Pesut Mahakam atau dalam kata latin ialah Orcaella Brevirostris ialah sejenis hewan mamalia yang banyak disebut lumba-lumba air tawar yang sekarang ini hampir punah. Atas dasar data survei pada tahun 2007, populasi hewan ini  tinggal 50 ekor dan menduduki tingkatan tertinggi satwa asal Indonesia yang terancam kepunahannya.

Ilmuwan internasional mengatakan akan populasi Pesut Mahakam di dalam sungai mahakam, Kalimantan Timur sudah dalam kondisi yang sangat terancam punah. Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah populasi Pesut Mahakam yang termasuk hewan langka di dunia ini.

Kepunahan Pesut Mahakam disebabkan oleh lalu lalang kapal ponton pada kawasan habitatnya, pasokan makan yang semakin berkurang, dan penggunaan racun oleh para nelayan sekitar yang juga menyumbang penyebab kepunahan Pesut Mahakam ini.

10. Macan Tutul Jawa

Harimau Tutul Jawa
sumber: bobo.grid.id

Harimau Jawa sudah lama punah, dan spesies yang masih sejenis dan masih ada di tanah Jawa ialah Macan Tutul Jawa atau di dalam bahasa latinnya ialah Panthera Pardus Melas. Hewan langka sebagai ikon Jawa Barat ini merupakan satwa endemik dari Pulau Jawa dan sebagai bahagian dari sembilan subspensies Macan Tutul (Phantera Pardus) dunia.

Macan Tutul Jawa yang sudah digolongkan sebagai status konservasi “Critically Endangered” Memiliki dua macam variasi, yaitu Macan Tutul dengan warna terang dan Macan Tututl dengan warna hitam yang umumnya disebut dengan sebutuan macan kumbang.

Meskipun memiliki perbedaan warna, kedua jenis kucing besar ini merupakan subspensi yang sama. Menurut laporan dari IUCN melaporkan bahwa jumlah Macan Tutul Jawa yang masih ada jumlahnya tidak lebih dari 300 ekor di habitatnya.

11. Kura-kura Paruh Betet

Kura-kura hutan sulawesi
sumber: twitter.com

Kura-kura Paruh Betet dari Sulawesi ini dalam Bahasa Inggris disebut sebagai Sulawesi Forest Tutle. Sedangkan resminya, Kura-kura yang langka ini memiliki nama latin Leucocephalon Yuwonoi yang memiliki persamaan kata dengan Geoemyda yuwonoi dan Heosemys yuwonoi.

Kura-kura hutan Sulawesi ini banyak juga dikenal dengan sebutan Kura-kura paruh betet. Pemberian julukan tersebut disebabkan dari bentuk mulutnya yang unik mirip seperti burung betet. Kura-kura hutan Sulawesi ini merupakan salah satu dari tujuh jenis reptil paling mendati kepunahan  atau langka di Indonesia.

12. Elang Flores

Flores Eagle
sumber: burunggue.blogspot.com

Elang Flores atau dalam bahas Latin ialah Nisaetus Floris merupakan macam elang dengan ukuran tubuh yang besar sekitar 71-82 cm yang turut menyumbang kekayaan ragam burung di Indonesia.

Meskipun diberi nama elang flores, burung ini juga bisa dijumpai di pulau Sumbawa, Lombok dan juga pulau kecil Satonda dan Rinca, tentu saja selain di pulau flores Nusa Tenggara. Populasi elang flores cenderung menurun menjadikan konservasi Dunia IUCN menetapkannya sebagai jenis hewan lagka yang menuju kepunahan.

13. Ekidna Moncong Panjang Barat

Ekidna Moncong Panjang
sumber: Conservationforthewild.wordpress.com

Ekidna Moncong Panjang Barat memiliki nama latin Zagloddud Bruijnii atau dalam bahasa Inggris umumnya disebut dengan nama Western Long beaked Echidna adalah hewan endemik dari Papua dan juga Australia, yang hidup pada ketinggian 1300 sampai 1400 mdpl.

Habitatnya ialah padang rumput alpin dan hutan lembab. Ekidna juga merupakan jenis hewan mamalia yang bertelur yang hingga sekarang masih bertahan hidup di samping platipus.

Secara sekilas pandang, binatang ini mirip dengan landak. Di mana mereka mempunyai duru-duru di sekujur tubuhnya. Namun apabila diperhatikan secara seksama, Ekidna adalah binatang yang berbeda dari landak.

Moncong ekidna lebih mendekati terenggiling, di mana mereka mempunyai moncong yang lebih keras dan berbentuk tabung. Binatang yang satu ini termasuk ke dalam hewan langka di dunia. Hal itu karena keanehan yang disandang oleh ekidna ini.

Sebagaimana dengan platipus, hewan ekidna ini juga termasuk ke dalam hewan aneh. Mengapa ekidna merupakan binatang aneh, karena ekidna termasuk hewan mamalia seperti harimau dan lainnya, akan tetapi ekidna tidak melahirkan melainkan bertelur.

14. Kodok Pohon Ungaran

Katak Pohon Ungaran
sumber: binatang.mewarnaigambar.web.id

Katak Pohon Ungaran dengan nama latin Philautus Jacobsoni memiliki status Critically endangered (menuju kepunahan) dan masuk ke dalam daftar The IUCN Red List of Threatened Species pada tahun 2008.

Pada pernyataanya Kodok pohon Ungaran dunyatakan hewan yang berpredikat hampir punah dengan beralasan daerah habitatnya kurang dari 10 km2, semua jenis katak ini cuma berada di Gunung Ungaran yang berada di Semarang Jawa Tengah.

15. Burung Trulek Jawa

Burung Trulek Jawa
sumber: Biodiversitywarriors.org

Burung Trulek Jawa dengan nama latin Vanellus Macropterus merupakan salah satu macam burung endemik Jawa yang mempunyai habitat utama di tanah rawa yang luas, semisal padang rumput luas yang banjir katika musim hujan datang. Menurut data IUCN pada tahun 2013, jumlah populasi unggas turlek Jawa ini sangat kecil.

Diperkirakan jumlah dari burung trulek jawa ini kurang dari 50 individu saja. jumlah populasi yang menurun ini kemungkinan besar disebabkan karena gangguan manusia dan konversi habitat untuk pembudidayaan, pertanian dan juga perburuan.

Sesuai dengan itu, menurut data dari IUCN, menyatakan bahwa ancaman punahnya burung trulek Jawa ini ialah masalah habitat aslinya yang telah gusur menjadi daerah agro industri farming atau lahan pertanian dan dijadikan daerah budidaya ikan dalam tambak.

16. Kakaktua Jambul Kuning

burung Kakaktua Jambul Kuning
sumber: faunadanflora.com

Burung Kakaktua Jambul Kuning merupakan jenis burung yang semakin terancam keberadaannya. Nama latin atau nama ilmiah dari Kakatua Jambul Kuning ini ialah Cacatua Sulphurea.

Hewan langka di dunia mungkin ada banyak, namun di Indonesia, kakatua jambul kuning adalah salah satu yang terancam keberadaannya. Keberadaan binatang unik ini diperkirakan semakin menyusut di setiap tahunnya.

Kepulauan Sunda, Sulawesi, Timor, dan Bali yang masih terdapa hutan-hutan primer dan skunder sebagai daerah penyabaran dari kakatua ini. Menureut Dr. Ir Widada MM, dari Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan bahwa populasi burung kakatua Jambul Kuning saat ini yang masih hidup di alam liar daerah NTB tersisi kira-kira 145 ekor.

Bahkan memurut widada hewan kakatua jambul kuning ini termasuk dalam kategori hewan yang kepunahannya sudah keritis, karena jumlanhnya yang semakin sedikit.

Karena bagaimanapun itu, semau hewan atau tumbuhan yang berada di bumi ini harus di lindungi dengan baik, sebagai warisan dunia, agar anak cucuk kita masih bisa melihat keindahan dan keasrian duni ini dengan masih banyaknya satwa-satwa yang  masih hidup bebes di alam. Lindungi hewan langka di bumi ini.

Itulah pembahasan mengenai hewan langka di Indonesia yang terancam punah. Di dalamnya termasuk komodo, badak bercula satu, orang utan, dan harimau sumatera. Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi kita untuk senantiasa melestarikan kekayaan alam di Nusantara ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: