Pengertian Tahap Contoh & Perjanjian Internasional

Contoh Perjanjian Internasional – Adalah sebuah kesepakatan atau persetujuan yang dilakukan antara beberapa organisasi dengan skala internasional atau negara yang masuk dalam pengawasan hukum internasional.

Tahap Tahap Perjanjian Internasional

Tahap Perjanjian Internasional

Ada syarat-syarat atau prosedur yang harus dipenuhi ketika hendak melakukan Perjanjian Internasional. Persyaratan atau prosedur ini umum digunakan di dalam pembuatan Kesepakatan Internasional ini.

Di antara prosedur atau tahapan yang diperlukan di dalam pembuatan Kesepakatan Internasional ini dibagi menjadi 2 secara garis besar. Secara umum (klasik), dan secara sederhana (simplified).

Baca juga : Perundingan Roem Royen

Berikut ini pembagian berbagai macam prosedur atau tahapan perjanjian internasional :

Tahapan Perjanjian Internasional Umum (Classic)

  1. Tahap Perundingan atau Negosiasi
  2. Proses Penandantanganan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional
  3. Tahap persetujuan oleh parlemen
  4. dan yang terakhir adalah proses Ratifikasi

Tahap Sederhana (Simplifed)

  1. Tahapan Perundingan atau Negosiasi
  2. Tahap Penandatanganan Kesepakatan

Tahap Perjanjian Internasional menurut UU No. 24 Tahun 2000

  1. Proses Penjajakan
  2. Tahap Perundingan Kesepakatan
  3. Proses Perumusan dan Penyusunan Perjanjian
  4. Tahap Penandatanganan Persetujuan
  5. yang terakhir adalah Tahap Pengesahan Naskah Perjanjian Antarnegara

Pengertian Perjanjian Internasional

Perjanjian Internasional adalah

Secara bahasa, perjanjian internasional disebut juga sebagai hubungan kerja antara negara satu dengan negara yang lainnya untuk mencapai sebuah keuntungan bersama.

Ada banyak sekali perjanjian internasional yang sudah tercapai. Hampir seluruh negara pasti mempunyai perjanjian internasional dengan badan atau negara di luar negaranya, guna memperoleh tujuan-tujuan tertentu.

Tentunya kepentingan perjanjian Internasional berbeda-beda. Mulai dari demi kepentingan ekonomi, pariwisata, kebudayaan, perdamaian, hingga kepentingan politik. Masing-masing negara mempunyai kepentingan yang berbeda.

Kendati demikian, negara yang melakukan kerjasama Internasional akan saling melengkapi antara negara satu dengan negara yang lainnya. Dengan memperhatikan berbagai pertimbangan.

Contoh Perjanjian Internasional

bentuk Perjanjian Internasional
sumber: medium.com

Salah satu contohnya adalah kerjasama antara Indonesia dengan Tiongkok. Banyak sekali produk dari Tiongkok yang menyerbu pasar-pasar di Indonesia. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia saja sebenarnya.

Banyak sekali produk dari Tiongkok yang sudah menyebar hampir di seluruh dunia. Di samping terkenal sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Tiongkok juga merupakan negara yang mempunyai kekuatan daya produksi dan ekspor barang terbesar.

Mereka memproduksi berbagai macam jenis produk. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kecantikan, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi berbagai jenis produk yang mereka produksi.

Menurut Mahkamah Internasional, tepatnya di Pasal 38 Ayat 1 menyatakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian yang baik mengandung ketentuan-ketentuan hukum yang sudah diakui oleh masing-masing negara-negara yang bersangkutan baik bersifat khusus atau umum.

Menurut UU No. 37 Tahun 1999 sendiri, menyatakan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian yang terjadi dalam bentuk dan nama tertentu yang telah dibuat secara tertulis yang menimbulkan hak dan kewajiban di dalam bidang hukum politik.

Fungsi Perjanjian Internasional

Fungsi adanya Perjanjian Internasional
sumber: conferencealertindia.com

Perjanjian internasional mempunyai berbagai macam fungsi atau kegunaan. Menurut Mohd. Burhan Tsani, Perjanjian Internasional setidaknya memiliki 4 fungsi. Di antaranya sebagai berikut ini:

  1. Dapat digunakan sebagai wadah yang dapat digunakan untuk mengambil perhatian dan memperoleh pengakuan secara umum dari masyarakat luas di seluruh dunia.
  2. Bisa pula dijadikan sebagai sumber rujukan Hukum Internasional.
  3. Perjanjian konsep Internasional ini bisa digunakan sebagai sarana untuk semakin mengembangkan kerjasama Internasional secara lebih luas.
  4. Kerjasama internasional dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi antar negara, sehingga terjadi banyak interaksi di dalamnya.

Manfaat Perjanjian Antarnegara

Manfaat Perjanjian internasional
sumber: marketingconferences.co

Sebenarnya ada berbagai macam manfaat yang bisa didapatkan ketika dua atau lebih negara melakukan perjanjian internasional. Dengan semakin banyaknya perjanjian internasional, maka masing-masing negara akan lebih mudah untuk melakukan komunikasi dan menyetarakan frekuensi.

Diantara manfaat dari Kerjasama Internasional sebagai berikut:

  1. Negara-negara akan mempunyai tujuan sama, dengan penerapan pola atau sistem yang mulai disesuaikan.
  2. Diharapkan dengan semakin banyaknya perjanjian internasional, maka perselisihan dapat diminimalisir,
  3. Penyimpangan yang melanggar kesepakatan antar negara dapat segera dikoreksi, dan tindakan lebih lanjut dapat dilakukan secara cepat dan responsif.
  4. Pembentukan koalisi keamanan untuk kedamaian dan ketertiban dunia, demi terciptanya kondusifitas di penjuru dunia.
  5. Saling membantu di dalam masalah krisis ekonomi, sehingga membangkitkan simpati antar negara untuk menanggapi dan membantu masalah ekonomi di negara lain.

Demikianlah penjelasan kami mengenai Pengertian Perjanjian Internasional, semoga dapat memberikan kita wawasan yang lebih luas, dan sedikit banyak dapat memberikan kita penjelasan, bagaimana sistem internasional berjalan. Silahkan tinggalkan saran dan pertanyaan di kolom di bawah.

Keuntungan dan Kerugian Kerjasama Inrternasional

Keuntungan Kerjasama Inrternasiona
sumber: JokoSusilo.com

Misalnya perjanjian yang dilakukan antara negara berkembang dengan negara maju. Negara berkembang akan melakukan sebuah kerjasama dengan negara maju untuk mendapatkan produk, atau segala hal yang berhubungan di dalam kemajuan teknologi informasi.

Baik dalam hal produk, jasa, ilmu pengetahuan, hingga sistem yang nantinya dapat diadopsi di negara berkembang. Bagi negara maju sendiri, kepentingan mereka juga tidak kalah krusial.

Negara maju adalah sebuah negara yang kebanyakan penduduknya bekerja di bidang industri atau perkantoran. Pendapatan per-kapita penduduk di negara semacam ini dapat dikatakan lebih dari cukup.

Tetapi, kendala dari negara maju adalah, jarang dari penduduknya yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Padahal pekerjaan sebagai petani adalah sebuah pekerjaan mulia di mana semua orang membutuhkan hasil panenannya sebagai makanan yang nantinya dikonsumsi.

Karena minimnya orang yang bercocoktanam, maka semakin lama hal ini akan menjadi masalah bagi penduduk terutama di negara maju. Penghasilan di atas rata-rata para penduduk negara berkembang, tidak berbanding lurus dengan suplai makanan yang mereka punya.

Kerjasama untuk Saling Menguntungkan

Nah, berangkat dari sinilah negara maju perlu memerlukan berbagai macam perjanjian dan kerjasama internasional demi kelangsungan dan kelancaran hidup mereka. Secara garis besar, negara-negara maju sudah sangat paham dengan hal ini.

Negara maju akan banyak menjalin kerjasama yang sangat harmonis dengan negara-negara berkembang, terutama dengan negara dengan kekuatan agraris yang besar seperti Indonesia.

Tak hanya berhenti di situ, negara berkembang juga merupakan sebuah lahan luas yang sangat hijau bagi negar maju untuk memasarkan berbagai macam produk dari negara maju.

Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di negara berkembang, produk apapun yang dipasarkan di negara berkembang hampir selalu mendapatkan respon yang positif dari masing-masing segmen yang sudah ditargetkan.

Tak heran apabila produk-produk dengan nama besar baik itu otomotif, dan elektronik justru mendapatkan respon yang sangat positif oleh pembeli dari negara-negara berkembang.

Tetapi tentu saja tak hanya negara maju saja yang dapat memasarkan produk-produk mereka ke negara-negara berkembang. Ada pula negara berkembang yang terus melakukan pengembangan kerjasamanya dengan negara berkembang lainnya.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai muali dari contoh perjanjian internasional, pengertian perjanjian internasional, hingga tahap tahap perjanjian internasional yang bisa Anda jadikan sebagai tambahan wawasan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: