Ada Apa di Gunung Semeru?

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang paling populer di Indonesia. Secara administratif, gunung Semeru terletak di antara kabupaten Lumajang dan kabupaten Malang, Jawa Timur. Yang juga masih termasuk dalam cakupan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Sedangkan secara geografis, Semeru terletak pada 8°06′ LS dan 112°55′ BT. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa. Puncak gunung ini dinamakan puncak Mahameru, dengan puncak tertinggi mencapai 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tapi apakah kamu tahu, sebenarnya ada apa saja sih di Semeru itu. Hingga banyak orang bersemangat untuk mendaki gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia ini ?

Inilah beberapa hal yang kamu perlu ketahui mengenai gunung Semeru :

1.Ranu Pani

foto perkampungan Ranu Pani, sumber: youtube.com

Ranu Pani merupakan nama desa yang terletak di kaki gunung Semeru. Penduduk desa Ranu Pani adalah suku Jawa-Tengger. Mereka mendiami kawasan itu turun temurun dari ratusan tahun yang lalu sejak era kerajaan Majapahit.

Beberapa penduduk Ranu Pani berprofesi sebagai pemandu pendakian gunung atau sering juga disebut porter. Para porter mempunyai wadah yang tergabung dalam paguyuban para porter. Tetapi secara mayoritas, penduduk Ranu Pani mempunyai mata pencaharian sebagai petani sayuran.

foto danau Ranu Regulo, sumber: naturexpeditionteam.com

Ada dua danau di Ranu Pani, yaitu danau Ranu Pani dengan luas 5,6 hektar,

sumber: mapalaptm.com

dan danau Ranu Regulo dengan luas 3,4 hektar. Proses regisrtasi atau simaksi bagi para calon pendaki ke Semeru juga di lakukan di Ranu Pani.

Kamu harus menyerahkan tiga fotokopi KTP dan selembar surat keterangan sehat dari dokter sebagai persyaratannya. Hal ini penting, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Panjangnya jalur pendakian yang menguras tenaga, dan durasi pendakian yang tidak sebentar membutuhkan kondisi fisik yang benar-benar fit.

Di sini akan ada arahan-arahan dari personil SAR yang wajib dipatuhi oleh para calon pendaki. Personil SAR akan memaparkan mengenai beberapa perbekalan yang wajib di bawa. Akan dijelaskan pula mengenai beberapa hal yang harus diperhatikan di sepanjang pendakian nantinya.

foto tempat registrasi di Ranu Pani, sumber: tigadibumi.com

Seperti misalnya tidak boleh menyalakan api unggun, tidak boleh membuang sampah secara sembarangan, pemilihan rute pendakian, hingga metode dan etika saat mendaki-pun harus diperhatikan.

Hal ini mendapat perhatian khusus. Banyak pendaki-pendaki sebelumnya yang tidak memperhatikan aspek-aspek tersebut. Yang kemudian berakibat fatal bagi pendaki itu sendiri, maupun lingkungan di sekitarnya.

2. Ranu Kumbolo

Setelah kamu menempuh perjalanan naik-turun bukit selama kurang lebih antara 5 sampai 7 jam, dan melewati 4 pos. Maka kamu akan dihadapkan dengan jalan setapak menuruni bukit rerumputan. Di bawah itulah danau Ranukumbolo.

Setelah kamu berhasil menaklukkan turunan dan sampai di bibir danau. Kamu harus melewati jalur memutari danau, untuk sampai di shelter tempat para pendaki berkumpul mendirikan camp.


sumber: hiveminer.com

Di sana kamu bisa memulihkan stamina yang telah terkuras karena perjalanan naik-turun bukit sepanjang kurang lebih 9,5 km dari Ranu Pani. Dibutuhkan istirahat dan konsumsi makanan yang cukup untuk menyongsong pendakian di esok harinya.

Biasanya para pendaki akan mendirikan camp-camp untuk bermalam di sana. Ranukumbolo adalah tempat paling cocok dan nyaman untuk beristirahat., Kamu juga bisa mengambil air sebanyak mungkin yang kamu mau.

sumber: indonesia-tourism.com

Kemudian di pagi harinya kamu akan disuguhkan dengan indahnya bentang panorama alam danau Ranukumbolo yang di kelilingi bukit rerumputan nan hijau. Mentari mengintip di balik dua bukit, seolah tidak mau ketinggalan untuk melengkapi kemolekan alam yang disuguhkan Sang Maha Kuasa.

Maasyaa Allah.

Ranukumbolo merupakan danau yang terletak di ketinggian 2400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Luas danau air tawar ini mencapai 14 hektar.

sumber: youtube.com

sumber: hiveminer.com

Setelah bermalam dan preparing beberapa perlengkapan yang diperlukan di Ranukumbolo. Kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju pos selanjutnya. Kamu harus menaiki bukit yang juga dikenal dengan tanjakan cinta.

sumber: hiveminer.com

Konon katanya apabila kita menaiki tanjakan ini sembari membayangkan orang yang kita cintai, tanpa menoleh ke belakang hingga sampai puncak bukit. Maka akan hidup bahagia bersama orang yang dicintai tersebut.

Eh, tapi jangan percaya ya, karena itu termasuk syirik.

sumber: indonesia-tourism.com

Setelah kamu berhasil menaklukkan tanjakan cinta, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Hamparan danau Ranukumbolo berwarna biru yang dikelilingi bukit rerumputan, ditambah dengan warna-warni tenda para pendaki yang berjajar rapi, di sebelah shelter membuat siapapun betah untuk berlama-lama memandanginya.

3. Oro-oro Ombo

Lepas dari Ranukumbolo, setelah berhasil melewati Tanjakan Cinta. Kita akan disuguhkan dengan hamparan padang rumput dihiasi warna ungu sepanjang mata memandang. Inilah Oro-oro Ombo. Di lembah datar di antara bukit-bukit ini terdapat tumbuhan bunga berwarna ungu dengan nama latin Verbena Brasiliensis.

foto bunga Verbena Brasiliensis sumber: hipwee.com

Menurut penjelasan dari personil SAR ketika pengarahan di Ranu Pani. Verbena Brasiliensis bukanlah tumbuhan asli Indonesia. Sesuai dengan namanya, tumbuhan ini berasal dari Brazil. Dan di bawa ke Indonesia oleh penjajah dari Belanda di masa lalu.

Tumbuhan ini bersifat parasit, karena menyerap kadar air dari tumbuhan yang lainnya. Sehingga tumbuhan yang lain dapat mati karena kekurangan air. Pertumbuhannya sangat cepat, sehingga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem di Oro-oro Ombo.

Apabila suatu saat kamu lewat Oro-oro Ombo, usahakan kamu mencabutinya untuk mengurangi populasi perkembangan tumbuhan parasit tersebut. Sayang sekali ya, padahal itu adalah tumbuhan yang indah. Tapi untuk keseimbangan keberlangsungan hidup tumbuhan yang lain, tak apalah.

Di sini, ada dua jalur yang bisa kamu pilih. Kamu bisa memilih jalur menuruni bukit. Di mana kamu akan melewati trek datar yang membelah padang bunga Verbena Brasiliensis. Kamu dapat menikmati pemandangan bunga ini dari kanan, kiri, depan, dan belakang sejauh mata memandang.

sumber: cmiph.wordpress.com

Dan kamu juga bisa memetiknya sebanyak yang kamu mau. Tetapi kamu harus berhati-hati. Soalnya jalur setapak ketika menuruni bukit, merupakan jalur yang licin dan apabila kamu tidak hati-hati, kamu bisa terperosok dengan mudah ke bawah. Tidak lucu kan, kalau sampai kamu guling-guling dan mendarat di taman bunga, seperti di film India.

sumber: wustuk.com

 

Jalur yang kedua adalah dengan melewati jalur memutar. Sebetulnya tidak sepenuhnya memutar, hanya saja memang jalur ini lebih jauh jaraknya apabila dibandingkan dengan jalur membelah padang Verbena. Jalur ini melewati sisi bukit, di mana hamparan padang Verbena berada di sisi kanan bawah.

Di sini kamu dapat melihat luasnya padang Verbena yang dikelilingi bukit-bukit, Apabila langit cerah, puncak Semeru sudah mulai terlihat di balik pepohonan Cemoro Kandang, dan Gunung Kepolo.

4. Cemoro Kandang

Dua jalur di Oro-oro Ombo tersebut akan bertemu di dataran padang rumput, dengan jalur setapak yang sudah mulai berpasir. Jalur pasir tersebut mengarah ke Cemoro Kandang, yaitu pos selanjutnya setelah Ranukumbolo. Di Cemoro Kandang, sudah mulai tampak vegetasi pepohonan cemara.

sumber: onelandscape.wordpress.com

Kamu bisa beristirahat di bawah pohon-pohon cemara yang cukup rindang.Lepas dari Cemoro Kandang kamu harus siap kembali untuk menguras tenaga. Karena trek yang mulai menanjak kembali, dan beban di carrier yang masih lumayan banyak.

sumber: keritinggakkeribo.wordpress.com

Jalur dari Cemoro Kandang, ditumbuhi semak belukar, rerumputan, tumbuhan paku, dan pepohonan cemara. Apabila kamu berada di tempat ini, usahakan jangan merokok. Karena tempat ini terlihat gersang dan kering. Beberapa pohon cemara-pun tampak hitam berarang. Menunjukkan di area ini pernah terjadi kebakaran hutan.

Apabila beruntung, kamu akan menjumpai kijang di Cemoro Kandang. Setelah kamu berhasil melewati trek yang lumayan panjang dan menanjak dari Cemoro kandang. Selanjutnya kamu akan melewati pos Jambangan.

foto jalur Jambangan, sumber: kompasiana.com

Di sana hanya ada bangunan kecil dari kayu yang apabila kamu beruntung, kamu bisa menjumpai penjual jajanan dan buah semangka.

Wih… segar deh pokoknya. Semangkanya di jual dengan harga Rp 2000, sedangkan gorengan di jual dengan harga Rp 1000. Menurutku sih murah. Karena perjalanan membawa barang-barang untuk sampai ke Jambangan saja, kalau saya sendiri membutuhkan waktu hingga seharian. Di Jambangan sudah mulai terlihat jelas penampakan Semeru.

5. Kalimati

Dari namanya saja, sudah ketahuan kalau pos yang satu ini bukan pos biasa. Kesan pertama saya mendatangi pos ini, terasa sunyi. Dengan kabut tebal dan rintik-rintik gerimis membuat tempat ini terasa lebih lembab. Karena terletak di ketinggian 2700 mdpl. Beberapa daun terlihat basah oleh embun, padahal ketika itu sore hari.

foto poa Kalimati, sumber: youtube.com

Kelembaban di sana sangatlah tinggi. Beberapa daun terlihat basah oleh embun, padahal ketika itu sore hari. Kalimati adalah padang rumput yang cukup luas di tengah-tengah hutan cemara. Di Kalimati juga terdapat shelter.

sumber: captured by myself

Sehingga kamu bisa berteduh di sana apabila shelter belum penuh oleh camp orang lain. Kebanyakan pendaki yang hendak summit attack di malam harinya, mereka mendirikan camp di pos Kalimati ini.Camp biasanya didirikan di bawah pepohonan cemara, di bibir padang rumput.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terpaan badai, atau kabut yang sering terjadi di area ini. Apabila kamu berniat mendirikan camp di Kalimati, usahakan kamu memasang fly sheet dengan benar. Karena intensitas hujan yang lumayan tinggi dapat mengganggu kenyamanan saat bermalam di sana.

Ketika perbekalan air kamu sudah mulai menipis, kamu bisa mengambilnya di mata air Sumber Mani. Jaraknya sekitar 1 km dari Kalimati. Usahakan ketika kamu hendak mengambil air jangan sendirian. Karena Sumber Mani adalah satu-satunya mata air yang terdapat di area itu.

foto jalur ke mata air Sumber Mani, sumber: http://copipanas.com

Jadi, beberapa hewan liar juga akan minum di mata air Sumber Mani. Disamping itu, jalur menuju Sumber Mani adalah jalur sungai yang kering dan sudah tidak dialiri air. Mungkin itulah asal-usul nama pos Kalimati.

Jalur sungai yang telah mengering itu diapit oleh dua tebing di kanan kirinya. Sehingga terlihat seperti lorong. Terdapat pula beberapa pohon yang tumbang menghalangi jalan kami. Beberapa kali kami harus susah payah untuk menerobosnya.

Bawalah wadah air sebanyak-banyaknya, dan apabila ingin mengambil air wudlu, lakukanlah sekalian di tempat itu. Sehingga kamu tidak perlu bolak-balik untuk mengambil air lagi, disebabkan kehabisan pasokan air. Ikuti tanda penunjuk jalan yang ada di pepohonan di sepanjang jalan menuju sumber air.

Hal ini penting, karena ada beberapa jalur bercabang yang bisa membuat kamu tersesat. Apabila tidak memperhatikan jalur yang sudah ditandai. Jangan bercanda dan mengucapkan kata-kata yang kasar disepanjang perjalanan. Lebih baik perbanyak do’a agar dihindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kembali ke Kalimati. Ketika bermalam di sana, lebih baik kamu tidak terjaga hingga larut malam. Selepas sholat Isya dan makan malam, usahakan kamu sudah langsung tidur. Karena nantinya kamu harus bangun di tengah malam untuk summit attack. Dan akan buruk akibatnya apabila kamu kurang istirahat.

6. Arcopodo

Setelah tiba tengah malam, kamu harus bangun untuk melakukan persiapan pendakian terakhir. Saya menyarankan tengah malam, karena apabila kamu melakukan summit attack di pagi hari, maka kamu tidak bisa menyaksikan sunrise dari puncak Mahameru.

sumber: outdoorgearlab.com

Persiapkanlah bekal seperti air, dan beberapa makanan ringan yang mudah untuk di bawa. Bawalah tas kecil untuk membawa bekal-bekal tersebut. Mengingat medan untuk summit attack di Semeru adalah tanjakan yang berpasir, maka disarankan kamu memakai gaiter untuk menghindari pasir yang masuk ke dalam sepatu kamu.

Jangan lupakan pula membawa mantel untuk mengantisipasi apabila di perjalanan terjadi hujan. Karena cuaca di ketinggian lebih dari 3000 mdpl mudah berubah ubah. Dan itu benar- benar terbukti ketika saya mendaki. Langit yang tadinya cerah berbintang tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita. Yang kemudian terjadi gerimis.

Obat-obatan untuk pertolongan pertama juga harus dipersiapkan. Karena proses pendakian yang dilakukan pada malam hari, sehingga harus selalu bersiaga untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Dari Kalimati kamu harus melanjutkan perjalanan menuju Arcopodo. Jalurnya dimulai dari arah dekat shelter, Kamu akan melewati hutan semak-semak, yang cukup landai. kamu akan segera menaiki tanjakan utama Semeru yang didominasi tumbuhan cemara.

Tanjakan dengan pepohonan cemara tersebut semakin naik, akan semakin terjal. Di sinilah dimulai pendakian yang sesungguhnya. Selalu perhatikan teman-teman yang ada di belakang kamu, jangan sampai terpisah. Aturlah pernafasan dengan teratur.

Hindari bernafas dengan cepat. Karena ini dapat mengakibatkan sesak nafas dan kehabisan oksigen. Ada beberapa tanjakan yang cukup terjal, sehingga kamu harus menggunakan alat bantu kayu untuk melewatinya. Kerjasama sangat ditekankan di sini.

sumber: keywordsuggest.org

Bantulah teman yang kesulitan ketika melewatinya dengan mengulurkan tanganmu dan menariknya dari atas. Minumlah air secukupnya, karena perjalanan kamu masih panjang. Setelah mulai menaiki tanjakan dengan vegetasi pohon cemara selama kurang lebih 1 sampai 2 jam. Kamu akan sampai di Arcopodo.

Pos Arcopodo merupakan batas vegetasi terakhir, karena lepas setelahnya tak terdapat lagi tumbuhan. Yang terlihat hanya tanjakan lepas berpasir dan berdebu.

foto personil SAR, dengan patung Arcopodo, sumber: antara.com

Arcopodo berasal dari kata Arco yang berarti Patung, dan Podo yang berarti sama atau kembar. Karena di sana memang terdapat patung kembar yang berjajar menghadap ke utara. Tetapi letaknya tidak pada jalur pendakian. Dahulu, pos Arcopodo melewati patung kembar tersebut.

Tetapi karena rutenya yang dianggap terlalu berbahaya dan dekat ke arah Blank 75 yang menyesatkan. Dua Arca dari batu tersebut terletak di ketinggian 3.002 mdpl, dan menghadap ke arah utara. Terletak tersembunyi di bawah pohon cemara.

sumber: hipwee.com

Selepas dari Arcopodo juga terlihat beberapa monumen untuk mengenang para pendaki yang meninggal dalam pendakian di Semeru.

7. Blank 75

Blank 75 adalah zona di mana para pendaki biasanya tersesat ketika menuruni Semeru. Saat para pendaki menuruni Semeru, biasanya mereka akan berlari atau berjalan cepat dengan berat tubuh di tumpukan pada tumit sepatu.

Para pendaki akan meluncur dengan cepat mengikuti jejak sepatu yang sudah ada. Tetapi akan dijumpai dua jalur, yaitu rute ke arah barat laut dan arah timur laut. Apabila kamu menjumpai dua rute tersebut. Pilihlah rute yang ke arah kiri. Karena rute ke arah kanan adalah jalur menuju blank 75 yang berbahaya.

Apabila pendaki tersesat ke area blank 75, biasanya dia akan kesulitan untuk menemukan jalan keluar.Karena biasanya pendaki akan tersesat dan tidak menemukan jalur yang lain. Pendaki yang kebingungan akan panik dan tidak bisa berfikir jernih.

yang bertanda tengkorak adalah area blank 75, sumber: google.com

Di tambah bekal yang mulai habis, kondisi tubuh yang kelelahan, dan suhu yang ekstrim. Kemungkinan besar sangat sulit bagi pendaki yang masuk ke area blank 75 bisa bertahan hidup. Karena tidak tersedianya sumber air, di tambah vegetasi di area tersebut yang mustahil untuk di konsumsi.

salah satu jurang di blank 75, sumber: sindonews

Terdapat pula jurang sedalam 75 meter. Inilah asal mula nama blank 75. Apabila tidak hati-hati pendaki akan terperosok ke dalam jurang tersebut. Blank 75 juga sering disebut zona tengkorak, karena area ini sudah beberapa kali memakan korban jiwa. Bahkan ada jurang yang kedalamannya mencapai 200 meter.

sumber: http://anakopala.blogspot.co.id

Berusahalah untuk tidak terpisah dari rombongan, karena biasanya pendaki tersesat karena terpisah dari rombongan, sehingga mengalami disorientasi  jalur.

8. Puncak Mahameru

Dari Arcopodo kamu akan memulai summit attack di tanjakan utama dengan jalur pasir lepas yang sudah tak ada vegetasi. Tanjakan ini sangat curam dan mudah longsor. Usahakan kamu sudah memakai masker.

Karena pasir yang berdebu dapat di pastikan akan mengganggu pernafasan apabila tidak mengenakan masker.Tetap fokus, dan selalu perhatikan jalur yang hendak dilewati. Karena kemungkinan longsoran pasir atau batu dapat terjadi sewaktu-waktu.

Apabila menjumpai longsoran batu, teriakkanlah dengan keras “batu” agar pendaki yang ada di bawah dapat menghindar.Di sepanjang pendakian ada beberapa bendera segitiga berwarna merah sebagai penunjuk jalan. Ikutilah bendera itu, dan tetap perhatikan setiap jengkal pasir yang akan di lalui.

Karena pendakian di malam hari yang gelap, terkadang mengakibatkan jalur pendakian tidak tampak dengan jelas. Selalu jaga kekompakan tim, dan perhatikan semua personil di dalam tim. Lakukan istirahat secara bertahap.

jalur pendakian menuju Mahameru, sumber: dyudo.com

Tetapi usahakan tidak istirahat terlalu lama. Karena udara dingin akan menusuk ketika tubuh dibiarkan diam terlalu lama. Apabila dibiarkan, dapat berpotensi terserang hipotermia, atau pembekuan darah. Jika ada personil yang sudah mulai kelelahan.

Segera lakukan istirahat sejenak, dan makan dan minum dengan perbekalan yang sudah disiapkan. Berilah kata-kata motivasi yang dapat membangkitkan semangatnya. Namun apabila memang sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pendakian, lebih baik urungkanlah pendakian.

Untuk menghindari kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Karena badan yang sudah sangat kelelahan akan semakin drop apabila terus dipaksakan untuk mendaki secara terus-menerus.

Atau kamu berdiskusi, dan membagi tim mengenai siapa saja yang ingin melanjutkan, dan siapa yang hendak mengurungkan niatnya untuk kembali ke camp. Ketika kembali ke camp, setidaknya harus ada dua orang dalam satu tim tersebut.

sumber: keywordsuggest.org

Pendakian menuju puncak Mahameru setidaknya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 jam dari Arcopodo. Jadi ideal-nya, kamu memulai summit  attack dari Arcopodo sekitar jam 02.00 dinihari. Sehingga kamu dapat mengejar waktu untuk meraih Mahameru ketika matahari terbit.

Waktu tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk memulai pendakian. Karena ketika pagi hari, asap Semeru akan bergerak ke arah selatan, searah bertiupnya angin. Sedangkan para pendaki berada di puncak sebelah utara. Batas waktu berada di puncak Mahameru maksimal adalah hingga jam 10.00 pagi.

Setelah itu, puncak sudah dianggap berbahaya, karena asap sudah mulai bergerak ke arah utara. Jadi apabila kamu melakukan pendakian terlalu siang akan sangat berbahaya, karena kawah Jonggring Saloka terus menyemburkan asapnya setiap 15 sampai 30 menit sekali.

Asap semeru sangat berbahaya, karena mengandung zat beracun, dengan suhu yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan para pendaki di larang untuk berjalan ke arah sisi selatan gunung. Material yang di bawa oleh semburan asap Semeru bisa dari abu, kerikil, batu,hingga lava pijar.

Letusan terakhir Semeru terjadi pada bulan November 1997.

Suhu di puncak Mahameru berkisar antara 4 hingga 10 derajat celcius, dan apabila musim kemarau mencapai minus 0 derajat celcius. Angin dan kabut sering terjadi ketika malam, siang dan sore hari. Bahkan di bulan Desember hingga Januari sering terjadi badai.

Jadi kamu harus mengatur jadwal yang tepat ketika memutuskan untuk mendaki ke Semeru. Waktu yang direkomendasikan ketika hendak mendaki ke Semeru adalah ketika musim kemarau. Yaitu antara bulan Juni, Juli, Agustus, atau September.

sumber: captured by myself

Nah itulah dia beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang gunung Semeru. Semoga bisa menjadi referensi untuk kamu yang ingin mengetahui beberapa hal yang terdapat di Semeru, dan semoga bisa sedikit memberikan gambaran untuk kamu yang ingin mendaki ke Semeru untuk pertama kalinya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: